Energi gelombang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Energi gelombang adalah jenis energi yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan gelombang laut.

Teknologi terbaru ini menggunakan istilah Permanent Magnet Linear Buoy (bahasa Indonesia: Pelampung Magnet Pemanen Linier). Teknologi yang sudah dipakai oleh kota Portland di Amerika Serikat dan merupakan ciptaan para insinyur dari Universitas Oregon ini, selain memasok listrik, juga mampu mendorong pertumbuhan kehidupan laut. Selain itu tidak ada emisi gas buang CO2, tidak ada polusi suara, tidak ada polusi visual.

Cara kerja[sunting | sunting sumber]

Sistem pelampung ini dapat menghasilkan daya hanya dengan mengapungkannya di permukaan lautan yang bergelombang. Sistem ini diletakkan kurang lebih satu atau dua mil laut dari pantai, yang disebut sebagai permanent magnet linear generator buoy. Koil elektrik mengelilingi batang magnet di dalam pelampung dan koil tersebut ditempelkan pada pelampung, batang magnet dikaitkan ke dasar laut. Saat ombak mencapai pelampung, maka pelampung tersbut akan bergerak naik dan turun secara relatif terhadap batang magnet yang menimbukan beda potensial dan listrik dibangkitkan.

Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Oregon, setiap pelampung mampu menghasilkan daya sebesar 250 kilowatt dan teknologi ini dapat digunakan dalam skala kecil ataupun besar tergantung kepada energi yang dibutuhakan. Ada beberapa pilihan untuk menghasilkan daya tersebut, penjelasan di atas menggunakan teknik koil yang bergerak naik turun, tetapi bisa juga dengan teknik batang magnet yang bergerak naik turun. Penempatan koil dan batang magnet bisa juga ditempatkan didasar atau dipermukaan laut.

Pada sistem ini bisa disebut dengan ironless, karena menghilangkan salah satu iron yang bersifat softmagnetic pada bagian stator. Sehingga sheer stres yang diperlukan menjadi kecil. Tetapi kelemahan dari sistem ini adalah poros atau shaft atau translator menjadi lebih berat dengan adanya magnet.

Keuntungan[sunting | sunting sumber]

Sebagai perbandingan tabel di bawah ini menunjukkan keuntungan yang didapatkan secara ekonomis dari penggunaan teknologi yang kita sebut waves of power.

Tabel 1. Perbandingan Total Biaya Operasi ($sen/kWh)[sunting | sunting sumber]

Pembangkit Tambahan

(1 MW)

Pembangkit Utama

(100 MW)

Teknologi Pelampung

7-10

3-4

Bahan bakar fosil

Tidak ada data

3-5

Angin

10

5-6

Disel

12-100

Tidak ada data

Photovoltaic (Solar)

25-50

10-15

Sumber: http://www.oceanpowertechnologies.com/pdf/senate_hearing_paper.pdf

Dibandingkan dengan teknologi hijau lainnya seperti energi matahari dan angin, energi gelombang ini memberikan ketersedian mencapai 90% dengan kawasan yang potensial tidak terbatas, selama ada ombak, energi listrik bisa didapat.

Tabel 2. Perbandingan energi gelombang laut, angin dan matahari[sunting | sunting sumber]

Tipe

Kerapatan Energi

Prediksi

Ketersediaan

Kawasan potensial

Energi gelombang laut

Tinggi

Dapat diprediksikan di banyak tempat

80 – 90 %

Tidak terbatas

Energi angin

Rendah

Tidak dapat diprediksi – kecuali di tempat-tempat terbatas

20 – 30 %

Sangat terbatas

Energi matahari

Rendah

Tidak dapat diprediksi – kecuali di beberapa tempat

20 – 30 %

Di beberapa kawasan

Sumber: http://www.oceanpowertechnologies.com/pdf/senate_hearing_paper.pdf

Di samping nilai ekonomis yang cukup menjanjikan ada hal-hal lain yang dapat memberikan keuntungan di bidang lingkungan hidup. Disebutkan di atas bahwa teknologi ini tidak menimbulkan polusi suara, emisi CO2, maupun polusi visual dan sekaligus mampu memberikan ruang kepada kehidupan laut untuk membentuk koloni terumbu karang di sepanjang jangkar yang ditanam di dasar laut. Hal ini akan mengakibatkan berkumpulnya ikan dan binatang laut lain.