Elang-alap jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Elang-alap jepang
20100710 tumi nagoya 03.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Accipiter
Spesies: A. gularis
Nama binomial
Accipiter gularis
(Temminck & Schlegel, 1844)

Elang-alap jepang merupakan salah satu Burung Pemangsa. Adapun elang, alap-alap, termasuk dalam keluarga burung pemangsa. Burung ini termasuk burung yang lincah.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Elang ini berukuran 27 cm.Yang jantan, tubuh bagian atas berwarna abu-abu, ekor abu-abu dengan beberapa garis melingkar gelap, dada dan perut merah karat pucat dengan setrip hitam sangat tipis di tengah dagu, setrip kumis tidak jelas. Sedangkan yang betina, tubuh bagian atas coklat (bukan abu-abu), bagian bawah tanpa warna karat, bergaris-garis coklat melintang rapat[1].

Distribusi dan Migrasi[sunting | sunting sumber]

Elang-alap jepang bertelur di China, Mongolia, Taiwan, dan Pulau Sakhalin. Dan mereka bermigrasi ke Indonesia dan Filipina[2]. Di Indonesia, daerah Solo adalah daerah yang dilintasi Elang-alap jepang[3] Di Indonesia, tersebar di Nias, Riau dan Kepulauan Lingga, Bangka Belitung, dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Berburu di sepanjang pinggir hutan, di atas hutan sekunder, dan daerah terbuka. Biasanya berburu dari tenggeran di pohon, tetapi kadang-kadang terbang berputar-putar untuk mengamati tanah di bawahnya dengan cara terbang “kepak-kepak-luncur” yang khas. Menyerang dengan agresif pendatang yang mendekati sarang.

Makanan[sunting | sunting sumber]

Terutama memakan burung-burung kecil keluarga passerine dan sesekali memakan burung berukuran sedang seperti burung merpati. Juga memakan tikus, kelelawar, reptil, dan serangga[4].

Perkembangbiakan[sunting | sunting sumber]

Biasanya mulai berbiak pada bula Juni di Siberia selatan, sedangkan di Jepang dan China| lebih awal lagi. Sarang berukuran kecil, disusun dari ranting dan daun. Telur umumnya 2-5 butir, dengan waktu pengeraman 25-28 hari.

Sarang[sunting | sunting sumber]

Sarang kecil sederhana, terdiri dari ranting dan kulit kayu, disulami dedaunan hijau, hingga ketinggian 10 meter di atas tanah. Tidak ada data ukuran sarang[5].

Bahasa Lain[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]