El Mirador

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
"El Tigre", salah satu piramida di El Mirador, tertutup vegetasi.

El Mirador adalah sebuah komplek peradaban Maya dari masa pra-Columbus yang terletak di lembah bernama sama di bagian utara Departemen El Petén, Guatemala. Komplek ini menempati lembah dengan luas tiga kali komplek peradaban Maya lainnya yang lebih populer di Guatemala, Tikal. Walaupun sekarang sebagian besar tertutup vegetasi yang rapat, pengunjung dapat mengenali bangunan-bangunan terbuat dari batu kapur berbentuk seperti bukit-bukit kecil.

Situs purbakala ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1926 dan difotografi dari udara pada tahun 1930. Kesulitan untuk mencapai tempat ini berakibat baru tahun 1962 Ian Graham mampu memetakan situs ini. Penelitian terinci baru mulai dilakukan 1978.

Dari hasil penyelidikan ini diketahui bahwa peradaban di El Mirador mulai tumbuh pada abad ke-6 Sebelum Masehi (SM), mencapai puncak kegemilangannya abad ke-3 SM hingga pertama Masehi dengan penduduk diperkirakan mencapai bilangan ratusan ribu berdasarkan estimasi kebutuhan tenaga kerja dalam membangun berbagai konstruksi raksasa yang ditemukan. Setelah sempat ditinggalkan dan dihuni kembali, komplek ini mulai diabaikan sepenuhnya sejak abad ke-9 Masehi, bersamaan dengan lenyapnya kebudayaan Maya.

Pusat peradaban menempati areal seluas sekitar 26 km persegi, dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang, seperti El Tigre, suatu piramida setinggi 55 meter, dan Percandian La Danta (yang diperkirakan dulunya mencapai 72 meter tingginya. Selain bangunan terdapat bukti jalur-jalur kanal dan jalan yang menghubungkan berbagai pusat pemukiman. Banyak pula peninggalan barang-barang pendukung kehidupan sehari-hari yang ditemukan. Adanya sisa-sisa konstruksi seperti dinding yang mengitari komplek membawa pada anggapan dibangunnya benteng pertahanan untuk menghindari serangan kelompok pengganggu.

Komplek ini direncanakan oleh pemerintah Guatemala dimasukkan ke dalam suatu taman purbakala bersama-sama dengan Tikal yang akan diresmikan tahun 2020. Namun demikian, beberapa bagian tempat ini mengalami masalah penggundulan hutan, perusakan, pencurian benda purbakala, dan pangkalan penjualan dadah.