Hukuman mati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Eksekusi)
Langsung ke: navigasi, cari
Hukuman mati di dunia
Keterangan:
  • Biru: dihapus untuk semua kejahatan
  • Hijau: dihapus untuk kejahatan biasa, tetapi tidak untuk kejahatan luar biasa (penjahat perang)
  • Oranye: secara praktis telah dihapus
  • Merah: masih diberlakukan

Hukuman mati adalah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.

Pada tahun 2005, setidaknya 2.148 orang dieksekusi di 22 negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut 94% praktik hukuman mati hanya dilakukan di beberapa negara, misalnya: Iran, Tiongkok, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Metode[sunting | sunting sumber]

Dalam sejarah, dikenal beberapa cara pelaksanaan hukuman mati:

  • Hukuman pancung: hukuman dengan cara potong kepala
  • Sengatan listrik: hukuman dengan cara duduk di kursi yang kemudian dialiri listrik bertegangan tinggi
  • Hukuman gantung: hukuman dengan cara digantung di tiang gantungan
  • Suntik mati: hukuman dengan cara disuntik obat yang dapat membunuh
  • Hukuman tembak: hukuman dengan cara menembak jantung seseorang, biasanya pada hukuman ini terpidana harus menutup mata untuk tidak melihat.
  • Rajam: hukuman dengan cara dilempari batu hingga mati
Replika guillotine Perancis era abad ke-17 dan ke-18.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktik hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan, praktik hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan.

Tingkat kriminalitas berhubungan erat dengan masalah kesejahteraan dan kemiskinan suatu masyarakat, maupun berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum.

Dukungan hukuman mati didasari argumen di antaranya bahwa hukuman mati untuk pembunuhan sadis akan mencegah banyak orang untuk membunuh karena gentar akan hukuman yang sangat berat. Jika pada hukuman penjara penjahat bisa jera dan bisa juga membunuh lagi jika tidak jera,pada hukuman mati penjahat pasti tidak akan bisa membunuh lagi karena sudah dihukum mati dan itu hakikatnya memelihara kehidupan yang lebih luas.

Dalam berbagai kasus banyak pelaku kejahatan yang merupakan residivis yang terus berulang kali melakukan kejahatan karena ringannya hukuman. Seringkali penolakan hukuman mati hanya didasarkan pada sisi kemanusiaan terhadap pelaku tanpa melihat sisi kemanusiaan dari korban sendiri,keluarga, kerabat ataupun masyarakat yang tergantung pada korban. Lain halnya bila memang keluarga korban sudah memaafkan pelaku tentu vonis bisa diubah dengan prasyarat yang jelas.

Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktik hukuman mati, termasuk Indonesia, dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktik hukuman mati. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan, 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa, 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati, dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati.

Praktek hukuman mati di juga kerap dianggap bersifat bias, terutama bias kelas dan bias ras. Di AS, sekitar 80% terpidana mati adalah orang non kulit putih dan berasal dari kelas bawah. Sementara di berbagai negara banyak terpidana mati yang merupakan warga negara asing tetapi tidak diberikan penerjemah selama proses persidangan.

Kesalahan vonis pengadilan[sunting | sunting sumber]

Sejak 1973, 123 terpidana mati dibebaskan di AS setelah ditemukan bukti baru bahwa mereka tidak bersalah atas dakwaan yang dituduhkan kepada mereka. Dari jumlah itu 6 kasus pada tahun 2005 dan 1 kasus pada tahun 2006. Beberapa di antara mereka dibebaskan di saat-saat terakhir akan dieksekusi. Kesalahan-kesalahan ini umumnya terkait dengan tidak bekerja baiknya aparatur kepolisian dan kejaksaan, atau juga karena tidak tersedianya pembela hukum yang baik.

Dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati, sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai, sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman di dalam pelaksanaannya, dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak adalagi unsur politik yang dapat memengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud.

Vonis Mati di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik.

Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD '45, pasal 28I ayat 1, menyebutkan: "Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun", tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati.

Kelompok pendukung hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Untuk menjaga hak hidup masyarakat, maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati.

Hingga 2006 tercatat ada 11 peraturan perundang-undangan yang masih memiliki ancaman hukuman mati, seperti: KUHP, UU Narkotika, UU Anti Korupsi, UU Anti terorisme, dan UU Pengadilan HAM. Daftar ini bisa bertambah panjang dengan adanya RUU Intelijen dan RUU Rahasia Negara.

Vonis atau hukuman mati mendapat dukungan yang luas dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Pemungutan suara yang dilakukan media di Indonesia pada umumnya menunjukkan 75% dukungan untuk adanya vonis mati. [1]

Daftar eksekusi di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Sepanjang 2008, terdapat 8 hukuman mati yang dijalankan [2], mereka yang dihukum adalah dua warga Nigeria penyelundup narkoba, dukun Ahmad Saroji yang membunuh 42 orang di Sumatera Utara, Tubagus Yusuf Mulyana dukun pengganda uang yang membunuh delapan orang di Banten, serta Sumiarsih dan Sugeng yang terlibat pembunuhan satu keluarga di Surabaya.

Eksekusi yang paling terkenal pada tahun 2008 dan mendapat perhatian luas dari publik adalah eksekusi Imam Samudra dan Ali Ghufron, terpidana Bom Bali 2002.

Setelah tahun 2013, terdapat puluhan orang yang dihukum mati. Berikut adalah nama-nama orang yang telah dieksekusi setelah tahun 2013 menurut data Kontras[3]:

Tahun Hukuman Mati yang dilaksanakan Kasus Vonis Mati yang dikeluarkan (PN)
2013 Muhammad Abdul Hafeez (Pakistan) Narkoba (Banten)
Suryadi Swabuana alias Adi Kumis Pembunuhan Berencana (Sumsel)
Jurit bin Abdullah Pembunuhan Berencana (Sumsel)
Ibrahim bin Ujang Pembunuhan Berencana (Sumsel)
M. Adami Wilson alias Abu (Malawi) Narkoba (Banten)
2012 Tidak ada
2011 Tidak ada
2010 Tidak ada
2009 Tidak ada
2008 Amrozi Terorisme (Jateng)
Imam Samudera Terorisme (Jateng)
Muklas Terorisme (Jateng)
Rio Alex Bullo Pembunuhan Berencana (NTT)
Usep alias TB Yusuf Maulana Pembunuhan Berencana (Banten)
Sumiarsih Pembunuhan Berencana (Jatim)
Sugeng Pembunuhan Berencana (Jatim)
Ahmad Suraji alias Dukun AS Pembunuhan Berencana (Sumut)
Samuel Iwuchukuwu Okoye (Nigeria) Narkoba (Banten)
Hansen Anthony Nwaliosa (Nigeria) Narkoba (Banten)
2007 Ayub Bulubili Pembunuhan Berencana (Kalteng) -
2006 Fabianus Tibo Pembunuhan Berencana (Sulteng) 16
Marinus Riwu Pembunuhan Berencana (Sulteng)
Dominggus Dasilva Pembunuhan Berencana (Sulteng)
2005 Astini Pembunuhan Berencana (Jatim) 10
Turmudi Pembunuhan Berencana (Jambi)
2004 Ayodya Prasad Chaubey (India) Narkoba (Sumatera Utara) 5
Saelow Prasad (India) Narkoba (Sumatera Utara)
Namsong Sirilak (Thailand) Narkoba (Sumatera Utara)
2003 Tidak ada 6
2002 Tidak ada 7
2001 Gerson Pande Pembunuhan (Nusa Tenggara Timur) 16
Fredrik Soru Pembunuhan (Nusa Tenggara Timur)
Dance Soru Pembunuhan (Nusa Tenggara Timur)
2000 Tidak ada 10
1999 Tidak ada ?
1998 Adi Saputra Pembunuhan (Jatim) 1
1997 Tidak ada 2
1996 Tidak ada ?
1995 Chan Tian Chong (?) Narkoba (?) ?
Karta Cahyadi Pembunuhan (Jateng)
Kacong Laranu Pembunuhan (Sulteng)
1994 Tidak ada ?
1993 Tidak ada ?
1992 Sersan Adi Saputro Pembunuhan (?) ?
1991 Azhar bin Muhammad Terorisme (?) 1
1990 Satar Suryanto Kejahatan politik (kasus 1965) 3
Yohannes Surono Kejahatan politik (kasus 1965)
Simon Petrus Soleiman Kejahatan politik (kasus 1965)
Noor (atau Norbertus) Rohayan Kejahatan politik (kasus 1965)
1989 Tohong Harahap Kejahatan politik (kasus 1965) 4
Mochtar Effendi Sirait Kejahatan politik (kasus 1965)
1988 Abdullah Umar Kejahatan politik (aktivis Islam) 4
Bambang Sispoyo Kejahatan politik (aktivis Islam)
Sukarjo Kejahatan politik (kasus 1965)
Giyadi Wignyosuharjo Kejahatan politik (kasus 1965)
1987 Liong Wie Tong alias Lazarus Pembunuhan (?) 22
Tan Tiang Tjoen Pembunuhan (?)
Sukarman Kejahatan politik (kasus 1965)
1986 Maman Kusmayadi Kejahatan politik (aktivis Islam) 1
Syam alias Kamaruzaman alias Achmed Mubaudah Kejahatan politik (kasus 1965)
Supono Marsudidjojo alias Pono Kejahatan politik (kasus 1965)
Mulyono alias Waluyo alias Bono Kejahatan politik (kasus 1965)
Amar Hanefiah Kejahatan politik (kasus 1965)
Wirjoatmodjo alias Jono alias Tak Tanti Kejahatan politik (kasus 1965)
Kamil Kejahatan politik (kasus 1965)
Abdulah Alihamy alias Suparmin Kejahatan politik (kasus 1965)
Sudijono Kejahatan politik (kasus 1965)
Tamuri Hidayat Kejahatan politik (kasus 1965)
1985 Salman Hafidz Terorisme 1
Mohamad Munir Kejahatan politik (kasus 1965)
Djoko Untung Kejahatan politik (kasus 1965)
Gatot Lestario Kejahatan politik (kasus 1965)
Rustomo Kejahatan politik (kasus 1965)
1984 Tidak ada ?
1983 Imron bin Mohammed Zein Terorisme
1982 Tidak ada 1
1980 Hengky Tupanwael Pembunuhan (?)
Kusni Kasdut Pembunuhan (?)
1979 Oesin Batfari Pembunuhan (?)
<1979 ? ? ?

Daftar vonis di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut data tahun 2012 tentang terpidana yang menunggu hukuman mati, versi Kontras[3]

Mereka yang Terancam Dieksekusi di Indonesia (Total 128 Orang)
No Nama Proses Hukum Ditahan di Keterangan
1 Agus Santoso (2004) PN Purwokerto, Jawa Tengah (28/02/2005) Jateng Kasusnya terkait dengan Ruslan Abdul Gani
2 Ruslan Abdul Gani (2004) Putusan PN Purwokerto Jawa Tengah (28/02/2005) Jateng Kasusnya terkait dengan Agus Santoso
3 Taroni Hia (2001) PK? Grasi ditolak (2004) Sumatera Barat Kasusnya terkait dengan Irwan Sadawa Hia. Melarikan diri dari LP Muaro pada 9 Oktober 2007
4 Irwan Sadawa Hia (2001) PK? Grasi ditolak (2004) Sumatera Barat Kasusnya terkait dengan Taroni Hia. Melarikan diri dari LP Muaro pada 9 Oktober 2007
5 Tumini Suradji (1998) PN Lubuk Pakam, Sumut (1998) Banding? Lubuk Pakam, Sumatera Utara
6 Syargawi (1998) PT Jambi. Kasasi ditolak (2006) Jambi Kasusnya terkait dengan Harun dan Syofial
7 Harun (1998) PT Jambi. Kasasi ditolak (2006) Jambi Kasusnya terkait dengan Syargawi dan Syofial
8 Syofial (1998) PT Jambi. Kasasi ditolak (2006) Jambi Kasusnya terkait dengan Syargawi dan Harun
9 Tasa Ibro (2001) PN Kayuagung (2002) Banding? Sumatera Selatan
10 Agung Widodo (?) 2002  ?
11 Nurhasan Yogi Mahendra (2002, 2004, dan 2005) PK dan Grasi ditolak Jatim
12 Suud Rusli (2003) PK dan Grasi ditolak LP Surabaya, Jatim Kasus berhubungan dengan Syam Ahmad Sanusi dan Gunawan Santosa. Suud melarikan diri dari penjara militer Cimanggis 2 kali (5 Mei 2005, ditangkap pada 31 Mei 2005, dan melarikan diri lagi pada 6 November 2005 dan ditangkap pada 23 November 2005)
13 Gunawan Santosa (2003) PK dan Grasi ditolak LP Nusakambangan Kasus berhubungan dengan Syam Ahmad Sanusi dan Suud Rusli. Melarikan diri dari penjara di MA pada 2004 namun ditangkap kembali. Pada Mei 2006, melarikan diri lagi dari Penjara Cipinang, Jakarta. Ditangkap lagi pada Juli 2007
14 Sakak bin Jamak (?) Grasi ditolak (2002) Riau Kasusnya terkait dengan Sahran dan Sabran bin Jamak
15 Sahran bin Jamak (?) Grasi ditolak (2002) Riau Kasusnya terkait dengan Sahran dan Sabran bin Jamak
16 Sabran bin Jamak (?) Grasi ditolak (2004) Riau Kasusnya terkait dengan Sahran dan Sabran bin Jamak
17 Edi Alharison (2005) PT Sumatera Barat (2006) Padang, Sumbar
18 Dodi Marsal (2005) Kasasi? (2007) Padang, Sumbar Melarikan diri dari LP Muaro pada 9 Oktober 2007
19 Kolonel M. Irfan Djumori (2005) Pengadilan Militer Sidoarjo (2006) Banding? Jatim
20 Tan Joni (alias Aseng) (?) Pakanbaru, Riau
21 Harnoko Dewantoro (alias Oki) (1992) Grasi dan PK ditolak LP Tangerang, Banten
22 Saridi alias Ridi bin Ratiman Purbalingga (2002) Kasasi ditolak (2003) Grasi? LP Nusakambangan
23 Ridwansyah bin Atung Daeng (alias Iwan) (2002) MA menolak kasasi (?) Kalimantan Barat
24 Dini Syamsudin alias Andi Mapasisi bin Sumedi(?) 2001? MA menolak kasasi (?) Kalimantan Barat
25 Ronald Sagala (2006) PN Lubuk Pakam, Sumatera Utara (2006) Sumatera Utara Kasusnya terkait dengan Nasib Purba
26 Nasib Purba (2006) PN Lubuk Pakam, Sumatera Utara (2006) Sumatera Utara Kasusnya terkait dengan Ronald Sagala
27 Nursam bin Boher (1990) PN Sekayu, Sumsel (1990) Banding? Sumsel
28 Waluyo bin Resosentono (?) PK dan Grasi ditolak Lampung
29 Heru Lamia (2002) PN Cibinong, Jabar (2003) Banding?
30 Adul bin Syamsi (2002) PN Martapura (2002) Banding? Martapura, Kaltim
31 Jufri bin H. Muh Dahri (?) PN Maros Putusan MA (2002) Sulawesi Selatan Melarikan diri dari LP Maros
32 Bambang Ponco Karno alias Popong bin Sudarto Daud Efendi (?) PK(?) LP Nusakambangan
33 Zaenal Arifin alias Ipin bin Maryono (?) 2001(?)  ?
34 Aswin Siregar (?) 2000(?) LP Pekanbaru
35 Imran Sinaga (?) PN Batam Putusan MA (2001) LP Pekanbaru. Melarikan diri dari LP Riau
36 Rambe Hadipah Paulus Purba (?) PN Batam Putusan MA (2001) LP Pekanbaru. Melarikan diri dari LP Riau
37 Mochamad Syamsudin (?) Putusan MA (2000)(?)  ?
38 Aris Setiawan (1997) PK dan Grasi ditolak LP Surabaya, Jatim
39 Lt. Sanurip (1995) Pengadilan Militer Jayapura, Papua (1997)  ?
40 Sugianto alias Sugih (Sugik) (1996) PK dan Grasi ditolak LP Surabaya, Jatim
41 Sokikin bin Abubakar (?) PN Lubuklinggau, Sumsel (1994) Banding?  ?
42 Koh Kim Chea (Malaysia, 1991) PN Batam (1992) Banding? Cipinang, Jakarta
43 Koptu Soedjono (?) Putusan MA (1988)  ?
44 La Aja bin La Feely (?) PN Ujung Pandang (1988)?  ?
45 Burhan bin Gingan (?) PN Bengkalis (1987) Putusan MA. Grasi ditolak (1990) Pekanbaru, Riau
46 Yehezkiel Ginting (2005) Kasasi ditolak (2008). PK? Grasi? Batam
47 Fatizanolo Laia alias Ama Yupi PN Gunung Sitoli, Nias, Sumut (2008) Sumatera Utara
48 Andy Tiono alias Abok alias China PN Medan (2008) Medan, Sumatera Utara
49 Delistian PN Medan (2008) Medan, Sumatera Utara
50 Very Idham Henyansyah alias Ryan PK ditolak. Grasi? (2012) Jakarta
51 Raja Syahrial alias Herman PN Tanjung Balai Karimun (2010) Kepulauan Riau
52 Raja Fadli alias Deli PN Tanjung Balai Karimun (2010) Kepulauan Riau
53 Sabirin alias Oyon (2008) Putusan MA (2008) Banten Kasusnya berhubungan dengan Usep alias TB Yusuf Maulana yang dieksekusi pada 2008
54 Baekuni alias Bungkih alias Babeh
55 Heri Darmawan alias Sidong LP Nusakambangan
56 Fadli Torindatu
57 Ade Saputra
58 Rois alias Iwan Dharmawan Mutho (Bom di Kedutaan Australia, Jakarta, 2004) PK dan Grasi ditolak LP Nusakambangan Kasus terkait dengan Ahmad Hasan
59 Ahmad Hasan alias Agung Cahyono (Bom di Kedutaan Australia, Jakarta, 2004) PK dan Grasi ditolak LP Nusakambangan Kasus terkait dengan Rois
60 Rani Andriani Putusan MA (2001) Grasi? PK? Tangerang, Banten
61 Merri Utami PT Banten (2002) Kasasi? Tangerang, Banten
62 Ozias Sibanda (Zimbabwe) Putusan MA (2002) LP Nusakambangan
63 Okwudili Ayotanze (Nigeria) Putusan MA (2002) Grasi? LP Nusakambangan
64 Namaona Denis (Malawi) PK dan Grasi ditolak LP Nusakambangan
65 Okonwo Nonso Kingsley (Nigeria) Putusan MA (16/2/2006) Grasi? Lapas Medan, Sumatera Utara
66 Denny (alias Kebo) PN Tanjung Pinang (Riau) (12/6/06) Lapas Batu Nusakambangan, Jateng Kasus terkait dengan A Yam dan Jun Hao
67 A Yam PN Tanjung Pinang (Riau) (1 2/6/06) Lapas Batu Nusakambangan, Jateng Kasus terkait dengan Denny dan Jun Hao
68 Jun Hao (alias Vans Liem alias A Heng) PN Tanjung Pinang (Riau) (12/6/06) Lapas Batu Nusakambangan, Jateng Kasus terkait dengan Denny dan A Yam
69 Humphrey Ejike (alias Doctor) (Nigeria) PN Tanjung Pinang, Riau (12/6/06) LP Nusakambangan
70 Ek Fere Dike Ole Kamala (alias Samuel) (Nigeria) (?) Cipinang, Jakarta
71 Michael Titus Igweh (Nigeria) PT Banten (12/1/2004) Kasasi? Tangerang, Banten
72 Nonthanam M. Saichon (Thailand) PT Banten (2002) Tangerang, Banten
73 Eugene Ape (alias Felixe) (Nigeria) PK dan Grasi ditolak Cipinang, Jakarta
74 Obina Nwajagu (Nigeria) PN Tangerang (2002) Banding? LP Nusakambangan
75 Ang Kim Soe (alias Kim Ho alias Ance Thahir alias Tommi Wijaya) (Netherland) PN Tangerang (2003) Banding? LP Nusakambangan
76 Stephen Rasheed Akinyami (Nigeria) PN Tangerang (2004) Banding? Tangerang, Banten
77 Marco Archer Cardoso Moneira (Brazil) Putusan MA (2006) Grasi ditolak (2006). Tangerang, Banten
78 Sylvester Obiekwe (Nigeria) PN Tangerang (?) LP Nusakambangan
79 Gurdip Singh (alias Vishal) (India) PN Tangerang (Juli 2004) Banding? Tangerang, Banten
80 Rodrigo Gularte (Brazil) PN Tangerang (Juli 2004) Banding? Tangerang, Banten
81 Zulfikar Ali (Pakistan) PN Tangerang (Juni 2005) Banding? Tangerang, Banten
82 Martin Anderson (alias Belo) (Ghana) PT DKI Jakarta (2004) Kasasi? Cipinang, Jakarta
83 Sastra Wijaya PN Jakarta Barat (2005) Banding? LP Nusakambangan
84 Tjik Wang alias Akwang alias Ricky Chandra PT DKI Jakarta (2006) LP Cipinang
85 Yuda (alias Akang) PN Jakarta Barat (2005) Banding? LP Nusakambangan
86 Rahem Agbaje Selami (Rep of Cordova) PN Surabaya (?) LP Madiun, Jatim
87 Zainal Abidin bin Mgs. Mahmud Badaruddin Kasasi?PK? LP Nusakambangan
88 Kamjai Khong Thavron (Thailand)
89 Andrew Chan (Australia) PT Bali (2006) Kasasi? Bali
90 Myuran Sukumaran (Australia) PT Bali (2006) Kasasi? Bali
91 Scott Anthony Rush (Australia) Putusan MA (2006) Grasi? PK? Bali
92 Emmanuel Iherjirika (Sierra Leone) Kasasi? Bali
93 Ken Michael (Nigeria) PN Jakarta Barat (2001) Jakarta
94 Tham Tuck Yen (Malaysia) Putusan MA (1995) Grasi? Cipinang, Jakarta
95 John Sebastian (Nigeria) PN Cibinong (2002) Grasi? Jabar
96 Federikk Luttar (Zimbabwe) PN Jakarta Barat (2006) Banding? Jakarta
97 Benny Sudrajat (alias Tandi Winardi alias Beny Oei) PN Tangerang (2006) LP Nusakambangan
98 Iming Santoso (alias Budi Cipto) PN Tangerang (2006) LP Nusakambangan
99 Zhang Manquan (China) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
100 Chen Hongxin (China) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
101 Jian Yuxin (China) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
102 Gan Chunyi (China) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
103 Zhu Xuxiong (China) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
104 Nicolaas Garnick Josephus Gerardus alias Dick (Belanda) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
105 Serge Areski Atlaoui (Perancis) Putusan MA (2007) LP Nusakambangan
106 Daniel Enemo (Nigeria) PT Jabar (2003) Kasasi? Tangerang, Banten
107 Suryanto alias A Tiong PN Batam (2007) LP Batam, Kepri
108 Agus Hadi alias Oki PN Batam (2007) LP Batam, Kepri
109 Pujo Lestari bin Katemo PN Batam (2007) LP Batam, Kepri
110 Jenny Chandra alias Cece alias Jet Li PT DKI Jakarta (2008). Kasasi? Jakarta
111 Lim Jit Wee (Malaysia)
112 Frank Amado (Amerika Serikat)
113 Tran Thi Bich Hanh (Vietnam)
114 Gareth Dane Cashmore (Inggris)
115 Leong Kim Ping alias Away (Malaysia)
116 Enrizal alias Buyung
117 Akbar Chakan Karzae alias Mohammad Baluch (Iran)
118 Seck Osmone (Senegal)


Keterangan:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]