Efesus 4

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 3       Efesus 4       pasal 5
Papyrus 49, 3rd century

Potongan surat Efesus 4:16-29 pada sisi recto Papirus 49, yang ditulis sekitar abad ke-3 M.
Kitab: Surat Efesus
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 10
Kategori: Surat-surat Paulus

Efesus 4 (disingkat Ef 4) adalah bagian dari Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Digubah oleh rasul Paulus.[3]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Surat aslinya diyakini ditulis dalam bahasa Yunani dan ditujukan kepada jemaat gereja di kota Efesus.
  • Sejumlah naskah kuno tertua yang memuat salinan pasal ini adalah Papirus 46 (diperkirakan dibuat sekitar tahun 200 M) dan Papirus 49 (diperkirakan dibuat sekitar abad ke-3 M).
  • Pasal ini dibagi atas 32 ayat.
  • Berisi pengajaran bahwa kesatuan jemaat dan berbagai-bagai karunia pelayanan.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:

Ayat 3-6[sunting | sunting sumber]

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.[4]

"Kesatuan Roh" tidak mungkin diciptakan oleh manusia. Kesatuan tersebut sudah tersedia bagi mereka yang mempercayai kebenaran dan menerima Kristus sebagaimana diberitakan oleh rasul Paulus dalam Efesus 1:1-3:21. Jemaat Efesus kini harus memelihara kesatuan itu, bukan dengan usaha atau pengaturan manusia, tetapi dengan hidup "berpadanan dengan panggilan itu" (Efesus 4:1). Kesatuan rohani dipelihara dengan tetap setia kepada kebenaran dan berjalan seiring dengan Roh (Efesus 4:1-3,14-15; Gal 5:22-26). Kesatuan ini tidak mungkin diperoleh "dengan usaha manusia" (Galatia 3:3).[5]

Penting bagi iman dan kesatuan Kristen adalah pengakuan bahwa hanya ada "satu Tuhan" (lihat Tritunggal)

  • 1) Bahwa hanya ada "satu Tuhan" artinya karya penebusan Kristus itu sempurna dan memadai, dan tidak diperlukan penebus atau pengantara yang lain untuk memberikan keselamatan yang lengkap kepada orang percaya (1Tim 2:5-6; Ibr 9:15). Orang percaya harus menghampiri Allah melalui Kristus saja (Ibr 7:25).
  • 2) "Satu Tuhan" juga berarti bahwa mengakui adanya kekuasaan yang setara atau lebih tinggi (sekular atau religius) selain Allah yang dinyatakan dalam Kristus dan Firman yang diilhamkan berarti memisahkan diri dari ketuhanan Kristus dan juga dari hidup yang hanya terdapat di dalam diri-Nya. Tidak mungkin ada ketuhanan Kristus atau "kesatuan Roh" (Efesus 4:3) terlepas dari pengakuan bahwa Tuhan Yesus adalah kekuasaan tertinggi bagi setiap orang percaya dan bahwa kekuasaan Kristus itu disampaikan melalui Firman yang tertulis.[5]

Ayat 11[sunting | sunting sumber]

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Efesus 1:1
  4. ^ Efesus 4:3-6
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Efesus 4:11

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]