Dua Boccoe, Bone

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dua Boccoe
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten Bone
Pemerintahan
 • Camat Haji Andi Masykul-
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan Uloe, Unnyi, Pakkasalo, Polejiwa, Melle, Tawaroe, Solo, Welado, Pattiro Mampu, Ujung Pero, Matajang, Padacenga, Tanra Tellue, Praja Maju, Cabbeng, Sailong, Mario, Laccori, Sanrangeng

Dua Boccoe adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kecamatan adalah Uloe. Terletak di Bone Bagian utara. Kecamatan ini memiliki potensi wisata yang cukup dikenal di Bone dan sekitarnya, antara lain Goa Mampu dengan stalaktit dan stalaknit yang indah, pemandian alam Sailong dan Panyili. Desa Uloe juga dilalui sebuah sungai besar yang dilayari perahu phinisi yang mengangkut kayu Sungai Walannae berhulu di Danau Tempe Wajo dan bermuara di Pallime, sebuah kota pelabuhan yang terkenal pada zaman dahulu sebagai pintu gerbang perantau-perantau bugis bone dan wajo. selain sungai walannae juga ada sungai Unnyi yang berhulu dari sumber mata air di Cabbeng, tempat dimana terdapat gua Mampu. sumber mata air cabbeng mengandung belerang Uloe sebagai pusat kecamatan Dua Boccoe merupakan desa dengan jumlah kendaraan terbanyak di seluruh kabupaten Bone di luar Kota Watampone. pada hari-hari pasar jalanan menjadi macet karen banyak kendaraan yang parkir di sekitar pasar Uloe yang diselenggarakan tiap 5 hari sekali yaitu pada hari Legi. Desa Uloe dipimpin oleh Bapak Suradi Suhatman, yang terpilih pada pilkades tahun 2005. Kelahiran 6 Desember 1968, beliau dapat dihubungi di no HP +6285242833273. sedang Lembaga masyarakat Desa dipimpin oleh Bapak Ust. Haji Burhanuddin, pensiunan Kantor Urusan Agama Uloe penduduk desa Uloe kebanyakan bermata pencaharian petani dan Pedagang. disebelah barat Uloe terdapat Danau Matajang. Danau matajang berada di wilayah kelurahan Matajang, dimana terdapat situs bersejarah yang disebut Addiwatang'e. penduduk sekitar matajang yaitu desa Ujung Pero dan Kelurahan Matajang banyak yang berziarah ke situs ini untuk bernazar bilamana hendak pergi merantau. Dalam legenda terciptanya kerajaan Bone, disebutkan munculnya to Mannurung yang berbaju Kuning di Matajang. mungkin disinilah tempatnya. Orang Ujung juga mempunyai adat istiadat yang mensakralkan tempat ini, dipimpin oleh seorang yang dianggap mampu memimpin upacara-upacara penghormatan. salah seorang pemimpin adat tersebut bernama Marjuni yang tinggal di desa Ujung. beliau sering diminta untuk memimpin doa bagi masyarakat. dalam doanya beliau juga membaca al-Fatihah dan doa-doa Islam lainnya. anda dapat melihat juga ke Desaku yang tercinta di http:\uloebone.blogspot.com