Diagram c

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Diagram Kontrol
Data Variabel - Individual
Diagram I-MR
Diagram Z-MR

Data Variabel dengan subgroup

Diagram \bar x - R
Diagram \bar x - S

Data Attribute distribusi binomial

Diagram p
Diagram np

Data Attribute distribusi poison

Diagram c
Diagram u

Time Weighted

Diagram EWMA
Diagram CUSUM

Diagram c adalah jenis diagram kontrol yang digunakan di dunia industri atau bisnis untuk memonitor data penghitungan, dimana kejadian tersebut hanya bisa dihitung pada saat kejadian itu muncul. [1]

Contoh:

  • Jumlah kecelakaan dalam satu minggu
    • Kecelakaan hanya bisa dihitung pada saat kecelakaan itu terjadi, tetapi tidak bisa dihitung "jumlah ketidakcelakaan"
    • Satuan waktu "minggu" memiliki tingkat kemungkinan kecelakaan yang sama (= 7 hari)
  • Berapa kali listrik mati selama satu hari.
    • (Listrik mati hanya bisa dihitung pada saat terjadi, tidak bisa dihitung berapa kali listrik tidak mati)
    • Satuan waktu "hari" memiliki tingkat kemungkinan kecelakaan yang sama (= 24 jam)

Asumsi[sunting | sunting sumber]

Dasar untuk menggunakan diagram c adalah, bahwa data berasal dari distribusi poisson dengan asumsi bahwa: [2]

  • Produk / servis memiliki cukup banyak kemungkinan kejadian.
  • Probabilitas terjadinya sebuah kejadian cukup kecil dan konstan.
  • Setiap unit di inspeksi dengan cara yang sama.
  • Setiap unit memiliki probabilitas yang sama.

Rumus Batas Kontrol[sunting | sunting sumber]

Batas kontrol atas dihitung dengan rumus:


\bar c + 3\sqrt{\bar c}


Batas kontrol bawah dihitung dengan rumus:


\bar c - 3\sqrt{\bar c}

Jika batas kontrol bawah kurang dari atau sama dengan 0, maka batas kontrol bawah = 0


Dimana \bar c adalah rata-rata jumlah kejadian per unit.

Contoh Diagram c[sunting | sunting sumber]

Contoh diagram c untuk jumlah server down per hari.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]