Dayak Mualang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dayak Mualang adalah nama salah satu Suku Dayak yang terdapat di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat. Berdasarkan ciri Ehtnoluinguistic dan ciri kebudayaan, Dayak Mualang termasuk salah satu kelompok Dayak Ibanic. Ciri tersebut berdasarkan sastra lisan bekana, bejandeh dll, sastra tua atau cerita-cerita turun temurun dan penokohan tokoh yang di puja pada masa lalu diantaranya: keling, kumang, laja, ijau, punggak, inai abang, belun belunan dll.

Mualang sendiri di populerkan karena terkait dengan seorang yang di puja yaitu: pahlawan, letnan yang di gelar Manok sabung / ayam aduan. karena si tokoh mualang tersebut merupakan seorang yang berani dan tak pernah mundur ia mempunyai semangat: AGEK IDOP AGEK NGELABAN ( masih hidup masih melawan )oleh sebab itu beliau di jadikan simbol kepahlawanan pada masa lalu. daerah penyebaran Dayak Mualang ( Ibanic ) meliputi; Belitang hilir, Belitang Tengah dan Belitang Hulu demikian juga Sepauk kabupaten sentang. Di masa Mengayau, Dayak Mualang Belum pernah di invansi dan dikalahkan oleh Dayak lainnya / sekitarnya. hal ini menyebabkan mereka mempunyai wilayah penyebaran yang luas, hingga ke Kabupaten Sintang. dalam Pengayauan Dayak Mualang mempunyai peralatan seperti: Sangkuh ( sumpit yang punya mata tombak )dan pengulu beracun ( peluru sumpit / damak ), Nyabor : Sejenis mandau yang melentik, Senapan Lantak, kelamek sisik tenggiling untuk tahan senjata tajam, terabai / kelauk: anti tombak dan anti pantap. untuk pakaian perang orang mualang zaman dahulu menggunakan: baju sisik tenggiling, untuk mengayau, dan telanjang dada untuk para ksatria atau sabung. kemudian jika pernah mengayau merekan menggunakan baju tenun yang disebut kelamik Book ( rompi/ baju berambut musuh yang telah ditewaskannya) gelang pada lengan disebut: Tengkelai, sumping atau anting besar pada pria, ikat betis dari langkik atau gading.

Pada masa lalu, Para Ksatria yang Pulang setelah Ekspedisi Mengayau di lakukan, disambut dengan Upacara Adat: Ajat Temuai Datai, dalam upacara ini banyak terkandung tata cara adat istiadat, misalnya: ngajat Ayun Pala', Ngajat tari Pedang dan lain-lain. sedangkan iringan musiknya yaitu: Tebah Unop biasa, Tebah Unop banyur. Tuak Mualang / Panglima Perang Jaman mengayau, diantaranya: Tuak Badak, Tuak Temah ( merantau ke Ketapang dan tak pulang ), tuak Bulao, Macan Geroba dsb.