David Jacobs

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
David Jacobs
Informasi pribadi
Nama panjang Dian David Michael Jacobs
Kebangsaan Indonesia
Tanggal kelahiran 21 Juni 1977 (umur 37)
Tempat kelahiran Ujung Pandang
Olahraga
Negara Indonesia
Olahraga para Tenis meja
Pencapaian dan gelar
Final Paralimpik Paralimpiade Musim Panas 2008:
 
Medali
Tenis meja
Mewakili  Indonesia
Paralympic Games
Emas SEATTA Games Singapura class 10
Perunggu Paralimpiade Musim Panas 2012 class 10

Dian David Michael Jacobs (lahir di Ujung Pandang, Indonesia, 21 Juni 1977; umur 37 tahun, juga dikenal dengan nama David Jacobs) adalah seorang atlet tenis meja Indonesia, saat ini berada pada kelas 10 Para-Tenis Meja. Lahir di Ujung Pandang, David Jacobs berlatih tenis meja sejak umur 10 tahun. Pada tahun 2000 Ia berlatih untuk pertandingan internasional dan pada tahun 2001 Ia memenangkan medali emas pertamanya pada SEATTA Games di Singapura. David Jacobs bertanding pada Paralimpiade Musim Panas 2012 dan memenangkan medali perunggu.

Karier Tenis Meja[sunting | sunting sumber]

Jacobs terus berlatih tenis meja ketika mengambil kelas manajemen di kelas Ekonomi Perbanas. Dia berpartisipasi pada SEA Games pertamanya pada tahun 2001.[1] Pada tahun 2001, Jacobs, bersama dengan Yon Mardiono, memenangkan satu-satunya medali emas Indonesia pada pertandingan tenis meja SEATTA di Singapura. Mereka mengalahkan atlet tenis meja Thailand Phucong Sanguansin and Phakphoom Sanguansin.

Jacobs terus bermain dalam SEA Games, bertanding dengan Vietnam (2003), Filipina (2005), dan Thailand (2007).[1] Ia memenangkan kompetisi tenis meja di Pekan Olahraga Nasional tahun 2004. Setelah kemenangan ini, David Jacobs menerima posisi penghargaan di Departemen Olah Raga Nasional dan menjadi karyawan tetap di 2008.[1] Pada tahun 2008, Jacobs menjadi pelatih untuk tim Tenis Meja Indonesia[2] dan pada tahun 2009 dia bertanding dalam SEA Games di Kuala Lumpur.[1]

Karier Para-Tenis Meja[sunting | sunting sumber]

Jacobs mulai bermain dalam turnamen para tenis meja pada akhir tahun 2009 dan menjadi anggota Komite Paralimpiade Nasional pada tahun 2010.[1] Ia bertanding pada Class 10, yang merupakan level fungsional tertinggi pada sistem tersebut.[3] David Jacobs biasanya berlatih dengan olahragawan yang memiliki fungsi badan penuh.[1] Jacobs memiliki masalah fungsional pada salah satu tangannya.[3]

Pada Asian Para Games tahun 2010 di Guangzhou, China, Jacobs memenangkan medali perunggu. Sebelum kompetisi ia hanya memiliki satu bulan untuk berlatih.[4] Jacobs berkompetisi pada beberapa turnamen internasional, memenangkan medali emas di Thailand, perak di Beijing, perunggu di Ceko, perak di Inggris, dan emas di Taiwan.[1] Pada ASEAN ParaGames tahun 2011 di Surakarta, Jacobs memenangkan tujuh medali emas: singles pria (terbuka), doubles pria (terbuka), double campuran (terbuka), double pria, double campuran, team, dab single.[3][5] Pada bulan Januari pada tahun berikutnya, Jacobs bermain dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam tiga seri pertandingan. Walaupun presiden menang satu pertandingan dengan skor 13-11, Jacobs memenangkan keseluruhan seri, memenangkan dua pertandingan dengan skor 11-7 and 11-9. Setelah kompetisi tersebut, presiden Yudhoyono memberikan pidato mengenai butuhnya dukungan terhadap atlet peyandang cacat.[6]

Pada bulan Maret 2012 Jacobs memenangkan dua medali emas pada Protour Paratable Tennis Liknano Open di Italia. Ia mengalahkan Ivan Karavec dari Ceko pada pertandingan single pria. Pada pertandingan tim pria, ia dipasangkan dengan Komet Akbar dan memenangkan tim dari Belanda dan Ceko.[7] Pada bulan Juni Jacobs memenangkan Turnamen Tenis Meja Slowakia, meletakkan posisinya pada tiga terbaik di dunia.[5]

Jacobs adalah salah satu altet Indonesian yang merepresentasikan Indonesia pada Paralimpiade Musim Panas 2012 di London, dengan Ni Nengah Widiasih (angkat besi), Agus Ngaimin (perenang), dan Setyo Budi Hartanto (atletik).[8] Jacobs memenangkan medali perunggu pada pertandingan tenis meja individual klasifikasi C10. Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Indonesia setelah hampir 20 tahun.[9]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]