Dataran gigir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Daratan gigir ialah daratan atau daerah yang berletak di belakang pesisir (coast) atau tepian sungai (river shoreline). Istilah ini secara khusus diterapkan untuk daerah pedalaman (inland) yang terletak di belakang pelabuhan dan didaku oleh negara yang memiliki pesisir tersebut. Daratan gigir merupakan kawasan (area) pelabuhan tempat produk-produk dikirimhantarkan (deliver) ke pelabuhan untuk pengapalan (shipping). Istilah ini juga merujuk pada kawasan yang melingkari kotamadya atau kecamatan.

Lahan dari daratan gigir biasanya laik-bina karena kedatarannya dan kesuburan tanahnya sebab dekat dari sumber mata air yakni sungai. Banyak kota sepanjang masa didirikan dan dirancang di sekitar jasad perairan (water body) (sungai, danau, laut, samudra, arus kecil (brook), teluk, kanal, rawa, bendungan, selat) karena salah satu kebutuhan pokok manusia adalah air.

Asal-mula kata dan penggunaan[sunting | sunting sumber]

Istilah hinterland berasal dari Jerman, yang secara harfiah berarti "tanah di belakang" (sebuah kota, pelabuhan, atau serupa lainnya),[1] dengan istilah serumpun (cognate) dalam bahasa Inggris hind land.[2] Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1888 oleh George Chisholm dalam karyanya "Buku Panduan Bumiwacana Perniagaan" (Handbook of Commercial Geography).[3] Dalam bahasa Jerman kata ini kadang-kadang juga menggambarkan bagian dari negara yang hanya dihuni beberapa orang dan berprasarana yang belum berkembang, walaupun istilah Provinz (sama dengan "provinsi") lebih umum. Perkiasan (analogy) langsung dalam bahasa Inggris adalah "pedalaman" (backcountry) atau "pedesaan" (countryside). Lihat pula Semak Alaska (Bush of Alaskan) dan Daerah Pedalaman (Outback) dalam penggunaan di Australia.

Daratan gigir juga berarti daerah pedesaan sekitar daerah tangkapan perkotaan (urban catchment) kota-kota besar atau pengumpulpusatan kota (city agglomeration). Hal ini dicirikan dengan jumlah penduduk dan prasarana yang kurang padat. Dalam penggunaan pengapalan, sebuah pelabuhan pedalaman adalah daerah yang melayani, tibabandar (import) dan nyahbandar (export). Ukuran pedalaman dapat bergantung pada bumiwacana, tetapi juga pada kemudahan, kecepatan, dan biaya pengangkutan antara pelabuhan dan pedalaman.[4]

Menurut kiasan, daerah di sekitar suatu jasa sebagaimana pelanggan tertarik padanya, juga disebut kawasan pasar.

Daratan gigir diterapkan juga ke daerah sekitar jajahan Eropa bekas di Afrika, yang meskipun bukan bagian dari jajahan itu sendiri, dipengaruhi oleh jajahan.

Dalam bidang lain istilah ini umum diterapkan, terutama kepada sang pemimpin Inggris, dalam pembicaraan tentang kedalaman dan luasnya pengetahuan perseorangan (individual knowledge) tentang hal-hal lain (atau tuna-ilmu (lack of thereof)), khususnya dari kegiatan budaya, pendidikan tinggi (academic), seni, sastra dan mualamat. Misalnya, orang bisa mengatakan, " X memiliki daratan gigir (baca: pedalaman pengetahuan) yang luas ", atau " Y tidak memiliki daratan gigir " (baca: pedalaman pengetahuan). Penyebaran penggunaan ini biasanya terhibahkan (credited) oleh Denis Healey (Menteri Pertahanan 1964-1970 dan Menteri Keuangan Britania Raya 1974-1979) dan istrinya Edna Healey, awalnya dalam adakait (context) kurangnya dari pedalaman pengetahuan mantan Perdana Menteri Margaret Thatcher.[5]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hinterland - pons.eu, Kamus Daring Pons
  2. ^ Hind -..... etymonline.com.se Kamus Asal-mula Istilah Daring
  3. ^ Pengartian istilah hinterland di Encyclopædia Britannica, britannica.com
  4. ^ Allan Woodburn, Keberkaitan daerah gigir dengan pelabuhan, unece.org, January 23, 2009. Accessed 2009.10.01.
  5. ^ See, for example, Ulasan dari Roy Hattersley tentang riwayat hidup Edward Pearce dari Healey, dan swariwayat (autobiography) Healey "Masa-masa Hayatku" (Time of My Life) (1989).