Clas Mild

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Clas Mild (rokok))
Langsung ke: navigasi, cari
Logo Clas Mild

Clas Mild adalah merek rokok produksi PT Nojorono Group, satu dari lima perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Hanya dua tahun setelah peluncurannya pada tahun 2003, produk berisi 16 batang ini terus melesat dan mengukuhkan diri sebagai produk kretek filter rendah tar dan nikotin berpenjualan terbaik kedua di Indonesia (dibawah Sampoerna A Mild) hingga kini. [1] [2]

Produk yang diproduksi di Kudus ini dikenal karena rasa produknya yang halus, slogan iklan "Talk Less, Do More", serta acara musik tahunan Clasoundsation

Variasi[sunting | sunting sumber]

Kemasan Diluncurkan Tar Nikotin
Clas Mild 16 2003[rujukan?] 14 MG 1.0 MG
Clas Mild 12 2006[rujukan?] 14 MG 1.0 MG
Clas Mild Menthol 2010[rujukan?] 14 MG 1.0 MG

Sejarah[sunting | sunting sumber]

"Talk Less, Do More", slogan iklan sejak tahun 2008.

PT Nojorono, yang tenar dengan portfolio produk Minak Djinggo, menanggapi pesatnya pertumbuhan pasar rendah tar rendah nikotin dengan memperkenalkan racikannya sendiri pada tahun 2003. Saat itu, pasar telah dibanjiri produk kretek filter berembel "Mild", seperti A Mild, Bentoel Mild, Star Mild, dan LA Lights, dengan perkembangan yang lambat laun terus meningkat. Diluar dugaan Manajemen Nojorono, pasar dalam sekejap menyerap produk Clas Mild. Hanya dalam dua tahun, Clas Mild langsung menduduki peringkat kedua di kategori "Mild" pada pertengahan 2005 (dan peringkat ketujuh secara total semua jenis rokok se-nasional), melampaui LA Lights dan Star Mild [3]. Pencapaian ini membawa Nojorono menjadi satu di antara lima pemain kunci di industri rokok Indonesia, mengikuti HM Sampoerna (Philip Morris International), Gudang Garam), Djarum, Bentoel Group (British American Tobacco), dan Wismilak Group[4] [5]

Insiden rokok Clas Mild meledak saat dihisap[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 Januari 2010 sekitar pukul 18.30 WIB, rokok Clas Mild yang dihisap oleh Andi Susanto di Cibitung, Bekasi meledak dan menyebabkan luka yang cukup parah di bagian bibir dan tanggalnya 7 buah gigi Andi Susanto (5 saat terjadinya kecelakaan dan 2 selama perawatan).[6]

Pihak Clas Mild telah menunjukkan itikad baik dengan memberi uang santunan Rp. 5 juta yang merupakan "uang muka" damai. Dengan demikian, masih ada kompensasi yang harus dibayarkan lagi, sementara itu setidaknya Andi harus membayar ongkos Rp. 12 juta selama dirawat di rumah sakit, biaya tersebut belum termasuk ongkos untuk ganti gigi, kontrol ke dokter dan terapi kejiwaan.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]