Ciri khas spektrum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Ciri khas spektrum atau spectral signature adalah hal-hal khusus atau ciri yang dapat ditarik dari suatu pembacaan spektrum. Umumnya yang dilihat adalah puncak-puncak yang muncul, jarak antaranya dan juga letak dari daerah-daerah plateau atau isyarat latar belakang yang ada. Untuk suatu isyarat yang berubah terhadap waktu, ciri khas spektrum dapat diperoleh dengan terlebih dahulu melakukan transformasi Fourier terhadap isyarat yang dimaksud dan kemudian melakukan analisis lebih lanjut. Untuk data yang berbentuk diskrit digunakan transformasi Fourier diskrit. Ciri khas spektrum dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu sistem berada dalam keadaan periodik, semi-periodik atau chaos [1]

Klasifikasi sistem dinamik[sunting | sunting sumber]

Untuk suatu sistem yang bergantung terhadap waktu, misalnya saja posisinya, dapat dilakukan analisis Fourier untuk memperoleh "sidik jari" dari sistem yang bersangkutan dalam menentukan sifat dari sistem: periodik (kasus 1), kuasi-periodik (kasus 2) atau chaos (kasus 3). Di luar dari pada itu, apabila tidak terdapat periode yang tidak tetap akan tetapi kelipatan dari suatu periode dasar, yang umumnya bergantung dari periode asupan energi dalam sistem, ciri khas spetrumnya masih dapat dilihat. Lain halnya dengan sistem yang bener-benar chaos, ciri tersebut akan sama sekali hilang. Pada contoh di bawah ini ketiga sinyal masukan terlihat berbeda karena posisi sampling dari sample secara acak diambil (bolah jadi sinyal terlihat sama atau berbeda). Dari bentuk sinyal analisis tidak dapat langsung dilakukan, untuk itu diperlukan, misalnya TFC, agar ciri khas spektrum-nya dapat muncul.

Sinyal dengan frekuensi masukan 10 Hz untuk kasus resonansi stokastik
Sinyal masukan TFC
Kasus 1
(periodik)
Pulse-1.png Fft-1.png
Kasus 2
(semi-periodik)
Pulse-2.png Fft-2.png
Kasus 3
(chaos)
Pulse-3.png Fft-3.png

Perhatikan bahwa "sidik jari" dengan nilai kelipatan ganjil dari 5 Hz (setengah dari frekuensi masukan) nampak pada kasus 1, berangsur hilang pada kasus 2 dan hilang sama sekali pada kasus 3. Kaitan antara frekuensi sinyal masukan dan letak puncak-puncak ciri khas spektrum adalah akibat basis deret Fourier yang digunakan.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nicholas B. Tufillaro, Spectral Signatures, Node92, Mon Mar 3 01:58:02 PST 1997