Cikembar, Sukabumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Cikembar
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Sukabumi
Pemerintahan
 • Camat DODY RUKMAN MEIDIANTO, S.IP
Luas 8.651,83 ha
Jumlah penduduk 81.710
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 10 desa

Cikembar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terletak di koordinat 6°57'43"S dan 106°47'43"E.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut narasumber, dari aspek pemerintahan, Kecamatan Cikembar sampai dengan Palabuhanratu masuk ke dalam Wilayah Kabupaten Cianjur ( ± tahun 1800an ), dibawah Bupati Asra Manggala I.

Cikembar pada masa itu dipimpin oleh seorang “CUTAK” (Wedana) yang bernama Raden Orsom. Dibawah kepemimpinan Raden Orsom, pernah menjabat tiga orang Camat, yaitu Puspanata, Kusumadinata dan Yudangkara.

Pembangunan sarana-sarana pemerintahan pada masa itu dilakukan oleh Raden Bagan yang merupakan adik dari Raden Orsom.

Batas wilayah Cikembar pada awalnya adalah :

  • Sebelah Barat  : Sungai Cicatih
  • Sebelah Selatan  : Sungai Cimandiri dan Gunung Bengbreng
  • Sebelah Timur  : Sungai Cipeundeuy
  • Sebelah Utara  : Gunung Parigi (saat ini masuk Kecamatan Cicantayan)

Menurut cerita para sesepuh, orang Cikembar merupakan keturunan dari Ponggawa Kerajaan Pajajaran (Prabu Siliwangi), yang melarikan diri karena diperangi oleh Kian Santang. Saat itu banyak Poggawa Pajajaran yang melarikan diri ke Cikembar. Salah satu bukti, pernah ditemukan Bokor Emas di Kampung Dano oleh petani pisang, yang berisi baju kerajaan, antara lain : mahkota, gelang bahu, gelang kaki, gelang tangan dan lain-lain. Hasil penemuan itu sebagian diserahkan ke Museum.

Arti Nama Cikembar[sunting | sunting sumber]

Menurut para sesepuh, nama tersebut berasal dari adanya putri kembar yang sangat cantik yang merupakan putri dari salah seorang Ponggawa Pajajaran.

Mendengar kecantikan putri kembar tersebut, Bupati Asra Manggala I berminat untuk menjadikannya seorang selir dari salah satu putri kembar tersebut yang bernama Apun Genclang alias Gencay alias Genyas.

Setelah Bupati Asra Manggala I wafat, Apun Genclang kemudian kembali lagi ke Cikembar dan melakukan muja semedi/bertapa di Gunung Geulis sampai “ngahiang” (menghilang). Tempat tersebut sampai saat ini masih ada dan menjadi legenda masyarakat. Banyak cerita rakyat yang pernah bertemu dengan putri cantik tersebut.[1]

Bahasa Daerah[sunting | sunting sumber]

Bahasa daerah yang umum digunakan adalah bahasa Sunda.

Peninggalan sejarah[sunting | sunting sumber]

Peninggalan sejarah yang sekarang dapat dilihat adalah makam Raden Orsom, Puspanata, Kusumadinata dan Yudangkara yang berlokasi di Kampung Caringin, Desa Cikembar.

Gambaran Umum[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cikembar adalah salah satu Kecamatan dari 47 (empat puluh tujuh) Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi merupakan daerah kawasan industri dan pertanian, dengan membawahi 10(sepuluh) desa yang meliputi 44 Dusun 103 RW dan 438 RT.

Luas wilayah Kecamatan Cikembar adalah 8.651,83 Ha yang terdiri dari Tanah Sawah seluas 1.385,38 Ha dan Tanah Kering seluas 5.148,09 Ha.

Iklim di Kecamatan Cikembar termasuk beriklim sedang dengan temperatur suhu rata-rata 18-32 °C dengan curah hujan berkisar 1.200 s/d 2.200 mm/tahun . Adapun batas-batas Kecamatan Cikembar adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara  : Kecamatan Cibadak
  • Sebelah Selatan  : Kecamatan Jampang Tengah
  • Sebelah Barat  : Kecamatan Warungkiara
  • Sebelah Timur  : Kecamatan Gunung Guruh

Desa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cikembar membawahi 10 desa, terdiri dari :

Nama Desa Luas Wilayah
Cikembar 795,24 Ha
Cimanggu 798,75 Ha
Kertaraharja 512,08 Ha
Sukamulya 1.656,98 Ha
Bojongkembar 1.712,54 Ha
Bojong 1.058,82 Ha
Parakanlima 775,79 Ha
Sukamaju 1.031,35 Ha
Cibatu 523,26 Ha
Bojongraharja

Camat Cikembar Sepanjang Masa[sunting | sunting sumber]

No Nama Camat Tahun menjabat
1 Djadja 1924-1933
2 Apit 1933-1935
3 Bungsu 1935-1940
4 Hardiningrat 1940-1942
5 Harmaen 1942-1944
6 Sumintapura 1944-1945
7 R. Kudi Surandiharja 1945-1946
8 Sukro Kartadipura 1946-1947
9 Totong Muchtar 1947-1951
10 Turki Sutadi Medja 1951-1954
11 A.Kartam Harja 1954-1956
12 Najamudin 1956-1959
13 Moch. Tohha 1959-1963
14 RA. Sadikin 1963-1965
15 R. Gaos 1965-1966
16 R. Tatang Suwenda 1966-1967
17 R. Lukman Sastra Di Redja 1967-1968
18 R. Mustihaz Braza Diredja, BA 1968-1971
19 Rahmat Sujana, BA 1971-1975
20 O. Abdurachman 1975-1978
21 R.S.Natadiskusuma 1978-1983
22 Eman Sulaeman 1983-1988
23 Z.A. Kusumawidjaja, BA 1988-1989
24 Surachman, BA 1989-1990
25 Drs. Z.A. Kusumawidjaja, BA 1990-1994
26 Drs. Sriharyanto 1994-1998
27 Drs. Iwan Ridwan 1998-2001
28 Drs. Usup Tauziri 2001-2003
29 Maman Suparman, BA 2003-2004
30 Eddy Kurniadi, S.IP 2004-2008
31 H. Jhabar Winara 2008-2010
32 Erry Erstanto.Y, S.IP 2010-2012
33 Dody Rukman Meidianto, S.IP 2012-sekarang

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Narasumber:
    • Nama  : Bp. H. Ocih Sopandiwijaya bin Atmawijaya
    • Umur  : ± 88 tahun
    • Alamat  : Desa Cikembar Kecamatan Cikembar
Dia memiliki hubungan darah dengan Raden Orsom, mantan Wedana Cikembar.
  • Editor : Harris Pribadi, karyawan kantor Kecamatan Cikembar

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Catatan : Narasumber sudah lupa nama putri kembaran Apun Genclang/Gencay/Genyas.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]