Cheetah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Cheetah
Cheetah4.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Felidae
Genus: Acinonyx
Brookes, 1828
Spesies: A. jubatus
Nama binomial
Acinonyx jubatus
(Schreber, 1775)

Cheetah atau citah (dari Sanskerta: Chitraka berarti "berbintik") (Acinonyx jubatus) adalah anggota keluarga kucing (Felidae) yang berburu mangsa dengan menggunakan kecepatan dan bukan taktik mengendap-endap atau bergerombol. Hewan ini adalah hewan yang tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 110 km/jam dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan akselerasi 0 - 100 km/jam dalam waktu 3,5 detik, lebih cepat dari beberapa supercar. Konon, selama bertahun-tahun Cheetah hanya dikenal sebagai cerita hantu. Menurut cerita, binatang pemangsa besar dengan garis-garis mirip macan ditubuhnya ini sering membawa kabur orang-orang yang berada di perbatasan Mozambique. Penduduk sering memberi julukan "magwa". Cerita atau isu adanya Cheetah terbukti kebenarannya ketika Paul dan Lena Bottriel berhasil memotretnya pada tahun 1975.

Cheetah juga dikenal sebagai pemangsa paling efisien di planet bumi. Mengejar dan menerkam mangsa hanya ketika mangsa itu ada dalam jangkauannya. Hewan ini tergolong pintar dengan kemampuannya mendeteksi hewan yang paling lemah. Ia menjatuhkan korban bukan dengan menerkam seperti singa atau harimau. Tapi pada sentuhan kecil di kaki belakang korban yang sedang berlari kencang. Saat korban jatuh, cheetah kemudian menerkam tengkuk korban untuk kemudian selanjutnya dicengkram hingga kehabisan darah.

Meski terkenal sebagai pemburu menakutkan di padang Afrika, namun faktanya hanya 40-50% aktivitas berburunya yang membuahkan hasil. Pernah berkembang mitos bahwa overheating adalah penyebab mengapa cheetah gagal dalam berburu. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa cheetah yang mulai memakan mangsanya sesaat setelah berhasil berburu mengalami kenaikan temperatur tubuh dua kali lipat dibandingkan dengan cheetah yang menghentikan aktivitas berburunya.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Long-Held Myth About Cheetahs Busted. National Geographic.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]