Canine distemper

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Virus Canine distemper
Klasifikasi virus
Kelas: Kelas V ((-)ssRNA)
Ordo: Mononegavirales
Famili: Paramyxoviridae
Genus: Morbillivirus
Spesies: Canine Distemper Virus
A. Lesi pada paru-paru B. Badan Inklusi virus canine distemper

Canine Distemper merupakan penyakit akut sampai subakut pada hewan yang menyerang saluran pencernaan, pernapasan dan sistem saraf pusat [1].

Virus distemper dapat menyerang semua umur, namun paling sering pada anjing muda dan tingkat mortalitasnya juga lebih tinggi. [2] Canine distemper menyerang hewan dalam keluarga Canidae, Mustelidae, Mephitidae, Procyonidae dan kemungkinan Felidae.[1] Agen virus yang menyebabkan penyakit ini dikenal dengan nama canine distemper virus (CDV).[1] Virus ini dapat ditransmisikan melalui aerosol (udara), dimana droplets tersebut berasal dari napas atau sekresi nasal hewan penderita distemper [3].

Canine distemper merupakan penyakit fatal yang sering menyerang saluran pernapasan, saluran cerna dan sistem syaraf pusat [4] Penyakit ini dapat menyerang anjing berbagai usia [2]. Namun penyakit ini sering menyerang anjing berusia di bawah 1 tahun [4]

Gejala Klinis[sunting | sunting sumber]

Penyakit ini ditandai dengan demam, leukopenia, gangguan pencernaan serta sering disertai dengan komplikasi pneumonia dan gangguan saraf [5]. Gejala klinis yang timbul bila telah berlanjut pada susunan syaraf pusat seperti kejang-kejang dan myoclonus yang disertai dengan depresi, ataksia, paresis, paralisis dan tremor [5]. Hewan yang terlihat kejang-kejang menandakan bahwa infeksi telah menyebar sampai otak dan menyebabkan kerusakan saraf [5]. Kerusakan yang terjadi pada neuron dan astrosit oleh virus distemper menyebar secara perlahan namun infeksi ini menyebabkan kematial sel secara besar-besaran termasuk pada sel neuron yang tidak terinfeksi [5].

Penularan[sunting | sunting sumber]

Virus distemper dapat menyebar melalui udara dan paparan terhadap droplet [1]. Perkembangan virus ini dalam tubuh sangat tergantung dari kondisi hewan yang terinfeksi [2]. Bila hewan telah memiliki kekebalan, maka hewan tersebut akan menjadi subklinis dan sel yang telah terinfeksi akan lisis atau terjadi neutralisasi virus.[1] Bila respon imun gagal, maka akan membawa hewan kepada kematian dalam waktu 2-4 minggu setelah infeksi.[1] Jika respon imun hewan lemah, maka akan bertahan lebih lama.[1] Penyebaran virus ini dalam tubuh melalui jaringan limfatik via viremia menuju traktus respiratorius, gastrointestinal, urogenital dan terakhir pada susunan saraf pusat [1]. Perjalanan penyakit mulai terlihat setelah 6 hari post infeksi, dimana akan terdapat nasal dan ocular discharge, hewan akan terlihat depresi dan anoreksia [1]. Kemudian infeksi akan menyebar ke saluran pencernaan dan atau saluran napas.[1] Infeksi tersebut juga dapat diikuti dengan infeksi bakteri.[2] Infeksi akan berlanjut pada susunan saraf pusat, namun tidak selamanya infeksi ini diawali dengan infeksi sistemik. [1]

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Sebagai langkah pencegahan, anjing harus sudah mendapatkan vaksinasi Distemper sebelum berusia 3 bulan [2].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k (Inggris) Tilley LP. FWK Smith. 1997. The 5 Minute Veterinary Consult, Canine and Feline. Baltimore : Wiliams & Wilkins Company.
  2. ^ a b c d e (Indonesia) Dharmojono H. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Veteriner 1. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
  3. ^ (Inggris) Vetcentric. 2002. Canine Distemper Virus, Hard Pad Disease.
  4. ^ a b (Inggris) Bower J. D Youngs. 1990. The Health of Your Dog. London: The Crowood Press.
  5. ^ a b c d (Inggris) Fraser CM et al. 1991. The Merck Veterinary Manual. USA: Merck & Co., Inc