Burung kacamata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Burung kacamata
Zosterops lateralis, dewasa (kanan) dan muda
Zosterops lateralis, dewasa (kanan) dan muda
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Zosteropidae (masih diperdebatkan)
Genera

Apalopteron
Cleptornis
Heleia
Hypocryptadius
Lophozosterops
Madanga
Megazosterops
Oculocincta
Rukia
Speirops
Tephrozosterops
Woodfordia
Yuhina
Zosterops

Suku burung-burung kacamata (Zosteropidae) mencakup sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah Zosterops. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.

Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2007 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.[1]

Penampilan anggotanya sangat "biasa", tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Ukurannya kecil, hingga sepanjang 15cm. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning. Semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan. Dalam musim kawin, mereka membangun sarang di pohon dengan telur biru pucat 2-4 butir. Menu utamanya serangga dan buah-buah kecil, serta nektar. Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman.

Anggota[sunting | sunting sumber]

  • Genus Zosterops - typical white-eyes (some 75 species, 1-3 recently extinct; polyphyletic)
Mascarene White-eye
Zosterops b. borbonicus ("Réunion Grey White-eye")
White-naped Yuhina (Yuhina bakeri), a close relative of the white-eyes

If the white-eyes are maintained as a separate family or subfamily, this genus would have to be included there too.


Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Burung baru ditemukan di Kep. Togian Berita dari mediaindonesia daring.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • Alström, Per; Ericson, Per G.P.; Olsson, Urban & Sundberg, Per (2006): Phylogeny and classification of the avian superfamily Sylvioidea. Molecular Phylogenetics and Evolution 38(2): 381–397. DOI:10.1016/j.ympev.2005.05.015
  • Barker, F. Keith; Barrowclough, George F. & Groth, Jeff G. (2002): A phylogenetic hypothesis for passerine birds: taxonomic and biogeographic implications of an analysis of nuclear DNA sequence data. Proc. R. Soc. B 269(1488): 295-308. DOI:10.1098/rspb.2001.1883 PDF fulltext
  • Cibois, Alice (2003): Mitochondrial DNA Phylogeny of Babblers (Timaliidae). Auk 120(1): 1-20. DOI: 10.1642/0004-8038(2003)120[0035:MDPOBT]2.0.CO;2 HTML fulltext without images
  • Cibois, Alice; Kalyakin, Mikhail V.; Lian-Xian, Han & Pasquet, Eric (2002): Molecular phylogenetics of babblers (Timaliidae): revaluation of the genera Yuhina and Stachyris. J. Avian Biol. 33: 380–390. DOI:10.1034/j.1600-048X.2002.02882.x (HTML abstract)
  • del Hoyo, J.; Elliot, A. & Christie D. (editors). (2006). Handbook of the Birds of the World. Volume 12: Picathartes to Tits and Chickadees. Lynx Edicions. ISBN 978-84-96553-42-2

Pranala luar[sunting | sunting sumber]