Kalimantan Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bumi Antasari)
Langsung ke: navigasi, cari
Kalimantan Selatan
Provinsi
Dari kiri ke kanan: Taman Cahaya Bumi Selamat Martapura, Pasar Terapung Banjarmasin, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Rumah Banjar, Jembatan Barito dan Bamboo Rafting Loksado
Dari kiri ke kanan: Taman Cahaya Bumi Selamat Martapura, Pasar Terapung Banjarmasin, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Rumah Banjar, Jembatan Barito dan Bamboo Rafting Loksado
Lambang Kalimantan Selatan
Lambang
Semboyan: Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing
(Bahasa Banjar: Tetap bersemangat dan kuat seperti baja dari awal sampai akhir)
Peta lokasi Kalimantan Selatan
Peta lokasi Kalimantan Selatan
Negara  Indonesia
Hari jadi 14 Agustus 1950
Ibu kota Banjarmasin
Koordinat 5º 20' - 1º 10' LS
114º 0' - 117º 40' BT
Pemerintahan
 • Gubernur Drs. H. Rudy Ariffin
Area
 • Total 37.530.52 km2 (14,490.61 mil²)
Populasi (2010 [1])
 • Total 3.626.616
 • Kepadatan Bad rounding here97/km2 (Bad rounding here250/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa Banjar (76,34%)
Jawa (13,14%)
Bugis (2,45%)
Madura (1,22%)
Bukit (1,20%)
Lain-lain (5,63%) [2]
 • Agama Islam (96,67%)
Kristen (1,32%)
Katolik (0,44%)
Hindu (0,44%)
Buddha (0,32%)
Lain-lain (0,80%)[3]
 • Bahasa Bahasa Banjar (bjn), Bahasa Indonesia (id)
Zona waktu WITA
Kabupaten 11
Kota 2
Kecamatan 152
Desa/kelurahan 2.007
Lagu daerah Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai
Situs web www.kalselprov.go.id

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km²[4] dan berpenduduk ± hampir mencapai 3,7 juta jiwa.

Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota. DPRD Kalimantan Selatan dengan surat keputusan No. 2 Tahun 1989 tanggal 31 Mei 1989 menetapkan 14 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan. Tanggal 14 Agustus 1950 melalui Peraturan Pemerintah RIS No. 21 Tahun 1950, merupakan tanggal dibentuknya provinsi Kalimantan, setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS), dengan gubernur Dokter Moerjani. Penduduk Kalimantan Selatan berjumlah 3.626.616 jiwa (2010).[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan Kalimantan Selatan pada masa lalu merupakan bagian dari 3 kerajaan besar yang pernah memiliki wilayah di daerah ini, yakni Kerajaan Negara Daha, Negara Dipa, dan Kesultanan Banjar. Setelah Indonesia merdeka, Kalimantan dijadikan provinsi tersendiri dengan Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor. Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan juga diwarnai dengan terbentuknya organisasi Angkatan Laut Republik Indonesia ( ALRI ) Divisi IV di Mojokerto, Jawa Timur yang mempersatukan kekuatan dan pejuang asal Kalimantan yang berada di Jawa. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Linggarjati menyebabkan Kalimantan terpisah dari Republik Indonesia. Dalam keadaan ini pemimpin ALRI IV mengambil langkah untuk kedaulatan Kalimantan sebagai bagian wilayah Indonesia, melalui suatu proklamasi yang ditandatangani oleh Gubernur ALRI Hasan Basry di Kandangan 17 Mei 1949 yang isinya menyatakan bahwa rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan memaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur tentara ALRI yang melingkupi seluruh wilayah Kalimantan Selatan (dan tengah). Wilayah itu dinyatakan sebagai bagian dari wilayah RI sesuai Proklamasi kemerdekaaan 17 agustus 1945. Upaya yang dilakukan dianggap sebagai upaya tandingan atas dibentuknya Dewan Banjar oleh Belanda.

Menyusul kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan kehidupan pemerintahan di daerah juga mengalamai penataaan. Di wilayah Kalimantan, penataan antara lain berupa pemecahan daerah Kalimantan menjadi 3 provinsi masing-masing Kalimantan Barat, Timur dan Selatan yang dituangkan dalam UU No.25 Tahun 1956. Berdasarkan UU No.21 Tahun 1957, sebagian besar daerah sebelah barat dan utara wilayah Kalimantan Selatan dijadikan Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan UU No.27 Tahun 1959 memisahkan bagian utara dari daerah Kabupaten Kotabaru dan memasukkan wilayah itu ke dalam kekuasaan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami perubahan wilayah, dan tetap seperti adanya. Adapun UU No.25 Tahun 1956 yang merupakan dasar pembentukan Provinsi Kalimantan Selatan kemudian diperbaharui dengan UU No.10 Tahun 1957 dan UU No.27 Tahun 1959.

Kondisi dan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman hayati[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam[sunting | sunting sumber]

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll[6]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Busana Pengantin Suku Banjar di Kalimantan Selatan.
Daerah Pecinan di Kota Banjarmasin.

Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan merupakan Suku Banjar yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan dan Banjar Batang Banyu.

Di kawasan transmigrasi terdapat Suku Jawa, Suku Madura dan Suku Sunda. Selain itu terdapat pula Suku Bugis (termasuk Orang Bugis Pagatan) dan Suku Mandar yang berasal dari Sulawesi dan menempati daerah pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru. Suku Dayak di Kalimantan Selatan menempati kawasan Pegunungan Meratus (Suku Dayak Bukit) dan tepian aliran Sungai Barito (Suku Dayak Bakumpai).

Kelompok etnis lainnya di Kalimantan Selatan yaitu etnis keturunan Arab yang banyak terdapat di Kota Banjarmasin dan Martapura. Terdapat pula etnis keturunan Tionghoa yang mendiami kawasan Pecinan di Kota Banjarmasin dan Sungai Parit di Pelaihari (disebut Orang Cina Parit).

Komposisi Suku Bangsa di Kalimantan Selatan berdasarkan Sensus 2000, yaitu:[7]

Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi
1 Suku Banjar 2.271.586 76,34%
2 Suku Jawa 391.030 13,14%
3 Suku Bugis 73.037 2,45%
4 Suku Madura 36.334 1,22%
5 Suku Bukit 35.838 1,20%
6 Suku Mandar 29.322 0,99%
7 Suku Bakumpai 20.609 0,69%
8 Suku Sunda 18.519 0,62%
9 Suku-suku lainnya 99.165 3,34%
Total 2.975.440 100,00%

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa yang digunakan dalam keseharian adalah Bahasa Banjar yang memiliki dua dialek besar, yakni dialek Banjar Kuala dan dialek Banjar Hulu. Di kawasan Pegunungan Meratus juga dituturkan Bahasa Bukit

Agama[sunting | sunting sumber]

Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar

Islam adalah agama mayoritas yang dianut sekitar 97% masyarakat Kalimantan Selatan. Selain itu ada juga yang beragama Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha yang dianut masyarakat pendatang serta Kepercayaan Kaharingan yang dianut masyarakat kawasan Pegunungan Meratus.

Berikut penduduk Kalimantan Selatan menurut agama yang dianut :[8]

Nomor Agama Jumlah Konsentrasi
1 Islam 3.505.846 96,67%
2 Kristen 47.974 1,32%
3 Katolik 16.045 0,44%
4 Hindu 16.064 0,44%
5 Buddha 11.675 0,32%
6 Khonghucu 236 0,01%

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Sejak tanggal 14 Agustus 2011, aktivitas pemerintahan Kalimantan Selatan berpindah dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru

Daftar Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

Bangunan baru Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Banjar Bubungan Tinggi yang berada di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Bangunan lama Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Bubungan Tinggi. Pada jalan raya di depannya terletak tugu batu 0 km Banjarmasin.
No. Kabupaten/Kota Ibu kota Jumlah Kecamatan Jumlah Desa
1 Kabupaten Balangan Paringin 8 152
2 Kabupaten Banjar Martapura 19 288
3 Kabupaten Barito Kuala Marabahan 17 200
4 Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kandangan 11 148
5 Kabupaten Hulu Sungai Tengah Barabai 11 169
6 Kabupaten Hulu Sungai Utara Amuntai 10 219
7 Kabupaten Kotabaru Kotabaru 20 197
8 Kabupaten Tabalong Tanjung 12 131
9 Kabupaten Tanah Bumbu Batulicin 10 135
10 Kabupaten Tanah Laut Pelaihari 11 135
11 Kabupaten Tapin Rantau 12 131
12 Kota Banjarbaru - 5 50
13 Kota Banjarmasin - 5 20
Kantor Residen Belanda di Kampung Amerong (sekarang lokasi Kantor Gubernur Kalsel)

Provinsi Kalimantan Selatan dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih dalam pemilihan secara langsung bersama dengan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun. Gubernur selain sebagai pemerintah daerah juga berperan sebagai perwakilan atau perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah provinsi yang kewenangannya diatur dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2010.

Sementara hubungan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota bukan subordinat, masing-masing pemerintahan daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

Mulai dari 1945-1957 gubernur mengepalai provinsi Kalimantan

No. Foto Nama Dari Sampai Keterangan
1. Pangeran Moh. Noor.jpg Ir. Pangeran Muhammad Noor 2 September 1945 1950  
2. Dr-Moerdjani.jpg dr. Moerdjani 14 Agustus 1950 1953  
3. - Mas Subarjo 1953 1955  
4. RTA Milono.jpg Raden Tumenggung Arya Milono 1955 1957  


Selanjutnya tahun 1957 provinsi Kalimantan diwarisi oleh Provinsi Kalimantan Selatan yang tetap beribukota di Banjarmasin.

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. Syarkawi 1957 1959  
2. Maksid 1959 1963  
3. Abu Jahid Bastomi 1963 1963  
4. Aberani Sulaiman 1963 1968  
5. Jamani 1968 1970 [9]
6. Subarjo Sosroroyo 1970 1980  
7. Mistar Cokrokusumo 1980 1984  
8. 9-HM SAID.jpg Muhammad Said 1984 1995  
9. Gusti Hasan Aman 1995 2000  
10. Sjachriel Darham.jpg Sjachriel Darham 2000 Maret 2005  
11. Tursandi Alwi.jpg Tursandi Alwi Maret 2005 5 Agustus 2005 Penjabat Gubernur
12. Rudy Ariffin.jpg Rudy Ariffin 5 Agustus 2005 4 Agustus 2010 periode pertama
5 Agustus 2010 sekarang periode kedua


Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Pemilu Legislatif 2009, Kalimantan Selatan mengirimkan 11 wakil ke DPR RI dari dua daerah pemilihan dan empat wakil ke DPD. Sedangkan untuk DPRD Kalimantan Selatan tersusun dari perwakilan sepuluh partai, dengan perincian sebagai berikut:

DPR RI 2009[sunting | sunting sumber]

Anggota DPR RI tahun 2009 wakil Kalimantan Selatan adalah:

Nama Partai Daerah pemilihan Komisi Keterangan
Aboe Bakar PKS Kalimantan Selatan I 3
Ismet Ahmad PAN Kalimantan Selatan I 11
Husni Nurin PKB Kalimantan Selatan I 11 anggota pengganti antar waktu menggantikan Bambang Heri Purnama yang mengundurkan diri
Ahmadi Noor Supit Partai Golkar Kalimantan Selatan I 11
Syaifullah Tamliha PPP Kalimantan Selatan I 4
Imam Tjahya Abdullah Partai Demokrat Kalimantan Selatan I 2 anggota pengganti antar waktu menggantikan Taufiq Effendi yang mengundurkan diri
Nabiel Al Musawa PKS Kalimantan Selatan II 4
Gusti Iskandar Sukma Alamsyah Partai Golkar Kalimantan Selatan II 4
Aditya Mufti Ariffin PPP Kalimantan Selatan II 3
Bahrudin Syarkawie PDIP Kalimantan Selatan II 4
Asfihani Partai Demokrat Kalimantan Selatan II 7
  1. Kalimantan Selatan 1: Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong
  2. Kalimantan Selatan 2: Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru

Dewan Perwakilan Daerah[sunting | sunting sumber]

Anggota Dewan Perwakilan Daerah 2009-2014 yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah:

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan 2009[sunting | sunting sumber]

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan adalah:

Nomor Daerah Jumlah kursi
Kalimantan Selatan 1 Banjarmasin 10 kursi
Kalimantan Selatan 2 Banjar, Banjarbaru 10 kursi
Kalimantan Selatan 3 Barito Kuala 5 kursi
Kalimantan Selatan 4 Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah 10 kursi
Kalimantan Selatan 5 Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong 8 kursi
Kalimantan Selatan 6 Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru 12 kursi

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan 2014[sunting | sunting sumber]

Gedung DPRD Kalimantan Selatan yang mengadopsi motif Rumah Banjar Bubungan Tinggi.

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan adalah:

Nomor Daerah Jumlah kursi
Kalimantan Selatan 1 Kota Banjarmasin 8 kursi
Kalimantan Selatan 2 Banjar 9 kursi
Kalimantan Selatan 3 Barito Kuala 4 kursi
Kalimantan Selatan 4 Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah 9 kursi
Kalimantan Selatan 5 Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong 9 kursi
Kalimantan Selatan 6 Tanah Bumbu, Kotabaru 8 kursi
Kalimantan Selatan 7 Tanah Laut, Kota Banjarbaru 8 kursi

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Rektorat Universitas Lambung Mangkurat yang mengadopsi model Rumah Banjar Gajah Manyusu

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi negeri[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin dan Banjarbaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tanah Laut[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi swasta[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin dan Banjarbaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Banjar[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tanah Bumbu[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tapin[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Kotabaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Hulu Sungai Tengah[sunting | sunting sumber]

Pesantren[sunting | sunting sumber]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Tenaga kerja[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20 persen tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59 persen. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20 persen adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92 persen) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61 persen). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80 persen yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35 persen) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45 persen).[11]

Pertanian & Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Hasil utama pertanian adalah padi, di samping jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan buah-buahan terdiri dari jeruk, pepaya, pisang, durian, rambutan, kasturi dan langsat.[12] Untuk perkebunan adalah kelapa sawit.

Industri[sunting | sunting sumber]

Industri di Kalimantan Selatan didominasi oleh industri manufaktur mikro dan kecil, disusul oleh industri manufaktur besar dan sedang.[13] Sampai pada tahun 2010, jumlah unit usaha berjumlah 60.432 unit, meningkat 10,92% dibandingkan pada tahun 2009.[14]

Jasa[sunting | sunting sumber]

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Pertambangan didominasi batu bara, di samping minyak bumi, emas, intan, kaloin, marmer, dan batu-batuan.[12]

Ekspor & Impor[sunting | sunting sumber]

Keuangan & Perbankan[sunting | sunting sumber]

Ditinjau kinerjanya pada tahun 2009, perbankan di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai imbas krisis finansial global. Namun beberapa indikator masih mencatat pertumbuhan yang positif. Volume usaha perbankan (asset) Kalsel tumbuh 13,3% dari akhir tahun 2008 sehingga mencapai Rp21,24 triliun. Pertumbuhan asset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK.

Dana masyarakat yang dihimpun perbankan Kalsel pada akhir tahun 2009 mencapai Rp18,33 triliun atau tumbuh 13% (y-o-y). seluruh jenis rekening dalam bentuk giro, tabungan, maupun deposito menunjukkan pertumbuhan yang positif yakni masing-masing sebesar 10,51% (y-o-y), 17% (y-o-y), dan 5,86% (y-o-y).

Sementara itu dari sisi penyaluran kredit, pada akhir Desember 2009 jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp13,95 triliun atau tumbuh 16% (y-o-y). pertumbuhan kredit ini terutama ditopang oleh kredit konsumsi dan kredit investasi yang tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 24,81% (y-o-y) dan 30,42% (y-o-y).

Dengan perkembangan tersebut, fungsi intermediasi perbankan yang dicerminkan oleh rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) pada tahun 2009 menunjukkan peningkatan yaitu dari 74% pada tahun 2008 menjadi 75,7%. Sementara itu, berkat kerja keras semua pihak yang berwenang, resiko kredit pada tahun 2009 terjaga pada level yang aman yakni dengan rasio NPL sebesar 2,14% lebih rendah dari rasio NPL pada akhir tahun 2008 yang mencapai 4,76%.[15]

Jumlah lembaga perbankan di Kalimantan Selatan terdiri dari 15 bank umum konvensional, 6 bank umum syariah, 24 bank perkreditan rakyat (BPR) serta 1 BPR Syariah, dengan jaringan sebanyak 196 kantor, dan dukungan 123 ATM.[12]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pasar Terapung di muara Sungai Kuin, Banjarmasin.

Sektor pariwisata merupakan peluang usaha yang potensial di Kalimantan Selatan karena banyak objek-objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri mau pun dari mancanegara.[16]

Kalimantan Selatan memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, dan gunung. Selain itu pariwisata Kalimantan Selatan juga banyak menjual budayanya yang khas, seperti Festival Pasar Terapung, Festival Tanglong, dan lain-lain. Disamping wisata alam dan budaya, Kalimantan Selatan juga terkenal dengan wisata kulinernya.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

Tarian tradisional[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar seni tari dari Kalimantan Selatan adalah dari adat budaya etnis Banjar dan etnis Dayak. Tari Banjar berkembang sejak masa Kesultanan Banjar dan dipengaruhi oleh budaya Jawa dan Melayu, misalnya Tari Japin dan Tari Baksa Kembang.

Rumah Adat[sunting | sunting sumber]

Rumat adat Kalimantan Selatan adalah Rumah Banjar dengan ikon utamanya adalah Bubungan Tinggi.

Makanan dan Minuman[sunting | sunting sumber]

Setiap kawasan di Kalimantan Selatan, memiliki makanan sebagai ciri-ciri khas daerah, seperti daerah Hulu Sungai Selatan dengan dodol dan ketupat khas kandangan-nya, Barabai dengan apam dan kacang jaruk, Amuntai dengan kuliner dari daging itik, Martapura dengan kelepon buntut, dan Binuang dengan olahan pisang sale yang disebut rimpi, Soto Banjar, Sate Itik, Nasi Kuning, dan lain-lain.

Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Gedung Sultan Suriansyah tempat pementasan budaya Kal-Sel.

Seni Karawitan[sunting | sunting sumber]

  1. Gamelan Banjar
  2. Musik Panting (suku Banjar)
  3. Musik Kangkurung/Kukurung (suku Dayak Bukit)
  4. Musik Bumbung
  5. Musik Kintung
  6. Musik Kangkanong
  7. Musik Salung
  8. Musik Suling
  9. Musik Bamban
  10. Musik Masukkiri (suku Bugis)

Teater tradisional dan wayang[sunting | sunting sumber]

Tarian[sunting | sunting sumber]

Tarian suku Banjar:

Tarian suku Dayak Bukit:

  • Tari Tandik Balian
  • Tari Babangsai (tarian ritual, penari wanita)
  • Tari Kanjar (tarian ritual, penari pria)

Lagu[sunting | sunting sumber]

Lagu Daerah suku Banjar antara lain:

Rumah Adat[sunting | sunting sumber]

Pakaian Adat[sunting | sunting sumber]

  • Pakaian Pengantin Suku Banjar ada 4 jenis, yaitu:
    • Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
    • Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari
    • Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan
    • Pangantin Babaju Kubaya Panjang
  • Pakaian Pemuda-pemudi ada 2 jenis, yaitu:

Pariwisata dan peninggalan sejarah[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. Feuilletau de Bruyn, W.K.H.; Bijdrage tot de kennis van de Afdeeling Hoeloe Soengai, (Zuider a Ooster Afdeeling van Borneo), 19--.
  2. Broersma, R.;Handel en Bedrijf in Zuiz Oost Borneo, S'Gravenhage, G. Naeff, 1927.
  3. Eisenberger, J.; Kroniek de Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo, Bandjermasin, Drukkerij Lim Hwat Sing, 1936.
  4. H.Mahmud, ; Banjaran
  5. Bondan, A.H.K.; Suluh Sedjarah Kalimantan, Padjar, Banjarmasin, 1953.
  6. Ras, J.J.; Hikajat Bandjar, A study in Malay Histiography, N.V. de Ned. Boeken, Steen Drukkerij van het H.L. Smits S'Graven hage, 1968.
  7. Heekeren, C. van.; Helen, Hazen en Honden Zuid Borneo 1942, Den Haag, 1969.
  8. Riwut, Tjilik; Kalimantan Memanggil, Penerbit Endang, Djakarta.
  9. Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  10. M. P. Lambut, Kalimantan Selatan (Indonesia). Inspektorat, Mewujudkan good governance di Kalimantan Selatan: kumpulan pikiran urang Banua, PT LKiS Pelangi Aksara, 2007, ISBN 979-3381-26-4, 9789793381268

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sensus Penduduk 2010". Diakses 2012-04-08. 
  2. ^ "Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape" (PDF). Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  3. ^ "Sensus Penduduk 2010 - Penduduk Menurut Wilayah dan Agama Yang Dianut - Provinsi Kalimantan Selatan". Diakses 2012-04-08. 
  4. ^ kalsel.bps.go.id Luas Wilayah Kalimantan Selatan menurut BPS
  5. ^ "Sensus Penduduk 2010". Diakses 2012-04-08. 
  6. ^ Buku Pintar Edisi 38
  7. ^ "Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape" (PDF). Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  8. ^ "Sensus Penduduk 2010 - Penduduk Menurut Wilayah dan Agama Yang Dianut - Provinsi Kalimantan Selatan". Diakses 2014-08-20. 
  9. ^ Silsilah Muhammad Yamani
  10. ^ [ http://www.stieindonesia-bjm.ac.id/ STIE Indonesia]
  11. ^ Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Selatan Februari 2012. Badan Pusat Statistik Kalsel.
  12. ^ a b c Provinsi Kalimantan Selatan - Ekonomi. Bank Sentral Republik Indonesia. Diakses pada 21 November 2012
  13. ^ Usaha Manufaktur Kalsel Naik 4,66 Persen. Radar Banjarmasin, 21 September 2012. Diakses pada 5 Oktober 2012
  14. ^ Laju Pertumbuhan Industri Tahun 2009-2010. BPS Kalsel. Diakses pada 5 Oktober 2012
  15. ^ Perbankan. www.kalselprov.go.id. Diakses pada 5 Oktober 2012
  16. ^ Daerah Wisata Potensial Kalimantan Selatan. www.indonesia.go.id. Diakses pada 19 September 2013

Koordinat: 3°29′04″LS 114°50′02″BT / 3,48453156796°LS 114,833782951°BT / -3.48453156796; 114.833782951