Bulu, Temanggung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bulu
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Temanggung
Pemerintahan
 • Camat

Bambang Nugroho

Purnomo
Luas 4.304 ha
Jumlah penduduk 43.180 (2008)
Kepadatan 1.003 jiwa/km² (2008)
Desa/kelurahan 19 desa

Bulu adalah sebuah kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Temanggung.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Bulu adalah salah satu dari 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung, Jarak dari Kota Temanggung 6 Km dengan luas 4.304 Ha. Dengan rincian Lahan Sawah 1.364 Ha dan Bukan Lahan Sawah 2.940 Ha. Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung dalam pembagian wilayah Administrasi terbagi menjadi 19 Desa, 91 Dusun, 297 RT, 84 RW. dengan jumlah Kades 19, perangkat desa 240 dan anggota BPD 155.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Registrasi tahun 2008 Kecamatan Bulu dengan jumlah penduduk 43.180 jiwa yang terdiri dari 21.547 laki-laki, 21.633 perempuan, kepadatan penduduk 1.003 per Km2. Angka kelahiran kasar (CBR) 10,17 per 1000 jiwa, Angka Kematian Kasar (CDR) 5,63 per 1000 jiwa, Jumlah rumah tangga pada tahun 2008 sebanyak 10.886 rumah tangga dengan rata-rata penduduk per rumah tangga sebanyak 3-4 orang per rumah tangga. Jumlah penduduk berusia 5 tahun keatas yang menamatkan perguruan tinggi hanya 676 jiwa, tamat Akademi / sarjana muda sebesar 294 jiwa, tamat SLTA sederajat sebesar 3.019 jiwa, tamat SLTP sederajat 4.427 jiwa, tamat SD sederajat sebesar 18.196 jiwa, tidak / belum tamat SD sebesar 12.594 jiwa. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian masih didominasi oleh sektor pertanian yaitu 16.630 jiwa, yang bekerja pada sektor industri hanya 348 jiwa, sektor bangunan 768 jiwa, pedagang 2.625 jiwa, yang bekerja pada sektor angkutan sebesar 558 jiwa, Jasa 2.491 jiwa dan sektor lainnya.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Tanaman yang dapat dikembangkan di Kecamatan Bulu antara lain : Padi, Jagung, Ketelal Pohon, Ketela Rambat, Kacang Tanah dan Kacang Kedelai. Untuk Tanaman sayuran antara lain : Bawang Merah, Kobis, Lombok, Sawi, Kacang Merah. Untuk Buah-buahan antara lain : Durian, Rambutan, Jambu Biji, Pepaya, Pisang. Tanaman Perkebunan antara lain : Kopi Arabika, Kopi Robusta, Cengkeh, Kelapa, Jahe, Kunyit, Tembakau, Panili, Melinjo. Peternakan antara lain : Sapi Potong, Kerbau, , Kuda, Kambing, Domba, Kelinci, Ayam Buras, Ayam Ras, Itik, Entok, Burung Puyuh, Angsa. Perikanan antara lain : Lele, Karper, Nila, Gabus, Udang, Kodok.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Banyaknya Sekolah dan Murid tahun ajaran 2008/2009 SD Negeri 25 buah, murid laki-laki 1.996 orang perempuan 1.784 orang dengan jumlah guru 42 PNS dan 5 Non PNS, SD Swasta 2 buah, murid laki-laki 364 orang perempuan 344 orang dengan jumlah 34 Non PNS. Untuk SLTP Negeri 3 buah, murid laki-laki 468 orang perempuan 471 orang dengan jumlah guru 59 orang, SLTP Swasta 2 buah, murid laki-laki 134 orang perempuan 135 orang dengan jumlah guru 25 orang.Untuk SLTA Negeri/Swasta belum ada

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung dengan Jumlah Rumah Sakit 1 buah, Puskesmas 1 buah, Puskesmas Pembantu 2 buah, Puskesmas Keliling 1 buah, Polides 4 buah, PKD 8 buah.

Wisata[sunting | sunting sumber]

Candi dan Prasasti Gondosuli di desa Gondosuli Kecamatan Bulu, sekitar 13 km ke arah Barat dari kota Temanggung, merupakan saksi bisu masa kejayaan Dinasty Syailendra. Dikawasan ini terdapat reruntuhan Candi Gondosuli yang berarsitek Hindu yang dibangun oleh anak raja [[Syailendra] bernama [Rakai]] Rakarayan Patapan Pu Palar yang juga adik ipar raja Mataram Rakai Garung. Prasasti Gondosuli ditulis dengan huruf Jawa Kuno sebanyak lima baris dan berisi tentang filsafat dan ungkapan kemerdekaan serta kejayaan Syailendra.

Desa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan ini memiliki 19 desa:

  1. Bansari
  2. Bulu
  3. Campursari
  4. Danupayan
  5. Gandurejo
  6. Gondosuli
  7. Malangsari
  8. Mondoretno
  9. Ngimbrang
  10. Pagergunung
  11. Pakurejo
  12. Pandemulyo
  13. Pasuruhan
  14. Pengilon
  15. Putat
  16. Tegallurung
  17. Tegalrejo
  18. Wonosari
  19. Wonotirto

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]