Bromelia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Bromelia
Bromelia karatas
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Bromeliaceae
Upafamili: Bromelioideae
Genus: Bromelia
L.
Bromelia

Bromelia adalah kelompok tanaman yang bernaung di bawah keluarga Bromeliaceae yang terdiri atas sekitar 3000 spesies dan ratusan hingga ribuan hibrida. Asal muasal tanaman yang salah satunya adalah nanas yang berasal dari Amerika. Tercatat hanya satu yang habitat nya di Afrika, yaitu Pitcairnia Feliciana.

Budi Daya Bromelia[sunting | sunting sumber]

Banyak Bromelia yang menarik udntuk dibudidayakan. Daun yang beraneka warna dan corak daun yang mempesona membuat tanaman ini disukai sebagai tanaman hias daun. Beberapa Bromelia memunculkan bunga dengan bentuk dan bunga yang atraktif. ada pula yang daunnya indah,ditamabha dengan bunga yang cantik. khusus untuk Ananas, buahnya bisa dimakan. Kebanyakan Bromelia tumbuh dengan daun roset dan biasanya tanpa batang. Ukuran tanaman sangat bervariasi, dari yang sangat kecil, yaitu Tillandsia, hingga yang paling besar, yaitu Puya raimondii. Tinggi tanaman yang disebut terakhir ini dapat mencapai 10 meter. Di alam Bromelia tumbuh pad lingkungan yang variatif, kebanyakan tumbuh pada pepohonan sebagai tanaman epifit. Ada juga yang tumbuh di tanah dan bebatuan.

Ragam Bromelia[sunting | sunting sumber]

Bromelia dibagi menjadi 3 kelompok :

  1. Bromeliodeae
  2. Pitcairniodeae
  3. Tillandsionideae

Dari ketiga sub-keluarga tersebut terdapat 57 genus. Namun dari sekian genus tersebut yang paling umum dipelihara adalah :

1. AECHMEA

Genus ini dibentuk pada tahun 1794. Namanya diambil dari bahasaYunani, Aechme yang berarti ujung seperti tombak, yang didasarkan pada bentuk bunganya. Jumlah spesies nya sekitar 200 buah. Habitat nya bervariasi. Ditemukan di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Ada yang tumbuh secara epifit di hutan tropis di sekitar Amazon, ada pula yang tumbuh di bebatuan, tanah, atau daerah kering. Ada yang tumbuh di area yang terkena sinar matahari secara langsung, namun ada pula yang tumbuh pada area yang teduh. Tempat yang agak teduh adalah tempat yang paling aman untuk memelihara tanaman ini. Daun roset, bergerigi. Acapkali ditandai dengan garis melintang atau bercak–bercak. Bunganya mampu bertahan cukup lama sekitar 4 bulan atau lebih.

Aneka aechmea :

  • Aechmea Fasciata
  • Aechmea Chantinii
  • Aechmea ‘Friederike Variegata’
  • Aechmea Chantinii ‘Samurai’
  • Aechmea Fulgens
  • Aechmea Fulgens ‘Variegata’

2. BILLBERGIA

Nama Billbergia digunakan untuk mengenang ahli botani dari Swedia bernama Gustave Johannes Billberg (1772-1826). Asalnya dari Brazil bagian timur, Mexico, dan Amerika Selatan. Di alam tumbuh secara epifit. Genus ini dibagi 2 subgenus, yaitu Billbergia dan Helicodea. Namun, demikian hanya subgenus Billbergia yang umum dipelihara. Jumlah spesies nya sekitar 60 buah.

Aneka Billbergia :

  • Billbergia Bellisima
  • Billbergia ‘Catherine Wilson’
  • Billbergia ‘Las Manchas’
  • Billbergia Windii

3. CRYPTANTHUS

Cryptanthus berasal dari kata cryptos yang berarti tersembunyi dan anthos yang berarti bunga. Mungkin nama itu disematkan lantaran bunga nya yang berukuran sangat kecil. Yang memberi nama adalah seorang Jerman yang bernama Klotzh pada tahun 1830-an. Di Inggris tanaman ini telah dibudidayakan pada tahun 1820-an. Jumlah spesies sekitar 100 buah. Ditemukan di Brazil. Ukuran daunnya, panjang 5-30 cm. Tumbuh roset. Tepi daunnya agak menggelombang.

Aneka Cryptanthus:

  • Cryptanthus Acaulis
  • Cryptanthus Acaulis ‘Albomarginata’
  • Cryptanthus ‘Arlety’
  • Cryptanthus Beuckeri
  • Cryptanthus Bivittatus
  • Cryptanthus Bromeliodes ‘It’
  • Cryptanthus ‘Ti’
  • Cryptanthus Bromeliodes Var.Tricolor
  • Cryptanthus ‘Fire Blush’
  • Cryptanthus Fosterianus ‘Elaine’
  • Cryptanthus ‘San Juan’
  • Cryptanthus ‘Jet Age’
  • Cryptanthus ‘Pink Starlight’
  • Cryptanthus Bivittatus ‘Ruby’
  • Cryptanthus ‘Foster’s Lace’
  • Cryptanthus Zonatus ‘Silver’
  • Cryptanthus Zonantis ‘Silver’

4. GUZMANIA

Nama Guzmania untuk mengabadikan nama seorang naturalis berkebangsaan Spanyol, Anastacio Gustav. Genus ini memiliki sekitar 185 spresies dan aratusam hibrida. Ditemukan di alam terutama di Kolombia dan Ekuador. Ukuran tanaman bervariasi dengan tinggi 6 hingga 30 inci dan dengan bentangan daun mencapai 1 meter. Tanaman ini dikenal dengan keindahan bunganya. Yang juga menarik,bunganya banyak yang mampu bertahan 30 sampai 90 hari.

Aneka Guzmania:

  • Guzmania lingulata var. minor
  • Guzmania lingulata var. minor ‘Variegata’
  • Guzmania lingulata var. minor ‘Orange’
  • Guzmania lingulata var. minor ‘Orange Veriegata’
  • Guzmania zahnii ‘Tricolor’

5. NEOREGELIA

Dikenal dengan sebutan pendek,Neo. Jumlah spesiesnya lebih dari 100 buah. Daerah asalnya Brazil, Kolombia, dan Peru. Keindahan tanaman ini terletak pada corak dan warna daunnya. Bunganya yang kecil dan pendek tidak menjadi daya tarik dari para pecinta tanaman hias. Ukuran tanaman bervariasi, dengan diameter 4 inci hingga 1,2 meter. Tumbuh roset. Nama Neoregelia nama baru untuk Aregelia. Nama Aregelia ini berasal dari Edward VonRegal (1815-1892), ahli botani dari Rusia. Di alam, Neoregelia tumbuh secara epifit atau di tanah. Bagi yang tumbuh di tanah,akar-akarnya seringkali ditemukan berada di bawah tanah. Tanaman ini hidup dengan mengandalkan nutrisi yang terdapat pada cairan yang menggenagi mangkuk pada daunnya. Itulah sebabnya tanaman ini tidak perlu penyiraman sepanjang ada air dalam mangkuknya.

Aneka Neoregelia:

  • Neoregelia ‘Amazing Grace’
  • Neoregelia ‘Amazing Maya’
  • Neoregelia ‘Ancuza’
  • Neoregelia ‘Apple Cheese Cake’
  • Neoregelia ‘Barbarian’
  • Neoregelia ‘Bayles Choice’
  • Neoregelia ‘Bianca’
  • Neoregelia ‘Bic Mac’
  • Neoregelia ‘Bic Mac Special’
  • Neoregelia ‘Bingomister’

6. TILLANDSIA

Nama Tillandsia berasal dari nama botanis berkebangsaan Swedia, Elias Tillandz (1640-1693), yang menemukan genus ini. Yang memberikan nama itu adalah Carolus Linneaus (1707-1778). Tanaman Bromelia ini memiliki spesies paling banyak,lebih dari 500 buah. Ditemukan di sepanjang Amerika Selatan (dari Argentina hingga Venezuela dan Kolombia) dan di Amerika Tengah (dari Panama hingga Mexico) hampir semua tanaman Tillandsia bersifat epifit atau sebagai “tanaman udara” (hidup mengandalkan udara. Namun ada pula yang tumbuh d tanah.

AnekaTillandsia:

  • Tillandsia brachycaulos
  • Tillandsia bulbosa
  • Tillandsia chiapensis
  • Tillandsia cyanea
  • Tillandsia didisticha
  • Tillandsia funckiana
  • Tillandsia ehlersiana
  • Tillandsia ionantha
  • Tillandsia usenoides

7. VRIESEA

Nama Vriesea untuk mengabadikan nama seorang ahli botani dari Belanda, Williem Hendrik de Vriesea (1806-1862). Genus ini mempunyai lebih dari 200 spesies dan ratusan hibrida. Memiliki bunga yang indah yang menyerupai bentuk pedang.

Aneka Vriesea:

  • Vriesea saundersii
  • Vriesea ospinae var. gruberi
  • Vriesea ospinae var. ospinae
  • Vriesea poelmanii ‘Barbara’
  • Vriesea gigantea ‘Nova’
  • Vriesea ‘Favoriet’
  • Vriesea screi x Vriesea slendens var. formosa variegata

Memelihara Bromelia[sunting | sunting sumber]

Agar tanaman ini dapat tumbuh dengan baik maka diperlukan perlakuan yang sesuai. Secara prinsip,Bromelia mudah sekali untuk dijadikan tanaman hias. Hal ini karena asal-musual tanaman ini mempunyai kondisi yang sama dengan alam di negeri kita. Faktor-faktor yang diperhatikan, yaitu media, penyiraman, dan cahaya.

  • Media

Media yang tepat adalah yang dapat membuang air. Akar Bromelia tidak booleh tergenang air. Jika tidak,akar akan membusuk yang kemudian menyebabkan kematian . Potongan sabut berbentuk kotak, cacahan pakis, cocok dipakai,atau bahkan sekam pun dapat digunakan sebagai media pada pot. Serbuk sabut kelapa sebenarnya dapat dipakai, namun harus diupayakan agar jarang ada penyiraman. Perlu juga diketahui, banyak jenis Bromelia yang bisa ditanam pada batang pakis atau pohon dan diikar dengan tali ijuk. Bila ditanam di hamparan halaman, media tanah bisa digunakan. Namun, perlu diupayakan bahwa lokasi yang digunakan tidak becek.

  • Penyiraman

Jenis-jenis Bromelia mempunyai tandon air tidak memerlukan penyiraman rutin. Tanaman dapt bertahan hidup sepanjang tandon airnya berisi air. Jenis seperti Tillandsia usenoides sukup disemprot dengan butiran-butiran air yang halus sehari sekali. Jenis seperti Chyptanthus, Dykia, dan Orthophyllum yang tidak mempunyai tangkai air cukup disiram 2-3 hari sekali.

  • Cahaya

Secara prinsip semua jenis Bromelia dapat diletakan di tempat yang agak teduh misalnya dibawah net 50%, atau terkena sinar matahari pagi.

Mengatasi Hama dan Penyakit[sunting | sunting sumber]

Bromelia termasuk tanaman yang jarang terkena penyakit atau terserang hama. Namun, hama dan penyakit dapat menyerang kapan saja. Hal yang terpenting adalah bagaimana mengantisipasi dan menaganinya kalau terjadi.

  • Hama

Hama yang menyerang Bromelia adalah kutu putih, kutu sisik, dan belalang. Kutu putih atau kutu sisik dapat dihilangkan dengan menyeka daun menggunakan kain lembut yang telah dibasahi dengan air dan sediki ditergen. Daun yang sudah tidak bisa ditolong sebaiknya dipotong. Dalam keadaan terpaksa, gunakan insektisida untuk mengatasinya.

  • Penyakit

Penyakit yang menyerang Bromelia disebabkan oleh cendawan atau bakteri. Usahakan untuk menggunakan media yang steril untuk menangani Bromelia. Bila penyakit sudah menyerang potong daun-daunnya,karena bonggolnya mungkin masih bisa menumbuhkan daun. Untuk mengendalikan cendawan Bromelia bisa disemprot dengan larutan dithane,setiap bulan dengan konsentrasi. Hal ini perlu dilakukan pada musim hujan.

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. Ekowaty,Maudy;Menanam dan Memelihara Cryptanthus;Album Tanaman Hias No.15;Jakarta: Trubus.
  2. Graf,Alfred Byrd;1992;Hortica A Color Cyclopedia of Garden Flora; New Jersey: Roehrs Company - Publishers.
  3. Parkhust, Ronald W.;1999;The book of Bromelias and Hawaiian Tropical Flowers;Hawai; Pasific Isle Publishing Company.
  4. Williams,Barry E & Hodgson, Ian;1990;Growing Bromelias; Kent: Christopher Helm (Publisher) Ltd