Brek
| ?Brek | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Puntius orphoides (Valenciennes, 1842)[1] |
||||||||||||||
| Sinonim | ||||||||||||||
|
Barbus rubripinna van Hasselt, 1823 (nomen nudum) |
Brek atau mata merah (Puntius orphoides) adalah adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan ini menyebar luas di Indocina dan kepulauan Sunda[3]. Nama-nama lainnya, di antaranya: maroca, marococa, wadonon (Btw.); brek, pekiseh, lunjar, wader (Jw); dan sisik milik, ampa (Sd.)[4]. Di Tasikmalaya, ikan ini juga dikenal dengan sebutan beureum panon (Sd.: mata merah).
Dalam bahasa Inggris, ikan brek dikenal dengan nama Javaen Barb.
Daftar isi |
Pengenalan [sunting]
Ikan yang bertubuh sedang, panjang total hingga 250 mm. Gurat sisi antara 31-34 buah. 5-5½ sisik di antara awal sirip dorsal dengan gurat sisi. Batang ekor dikelilingi 16 sisik. Jari-jari keras (duri) yang terakhir pada sirip dorsal bergerigi 30, halus. Sirip ekor dengan tepi atas dan bawah berwarna hitam; bintik hitam pada batang ekor. Ikan muda dengan beberapa deret bintik gelap sepanjang barisan sisiknya.[3]
Tinggi tubuh 2½ hingga hampir 3 kali berbanding panjang standar (tanpa sirip ekor). Panjang kepala 3,2 – 4 kali berbanding panjang standar. Mata 4-6 kali lebih pendek daripada panjang kepala. Rumus sirip dorsal IV (jari-jari keras).8 (jari-jari lunak); sirip dubur III.5; sirip dada I.14-16; dan sirip perut I.8. Sirip perut lebih pendek daripada sirip dada, tidak mencapai anus.[4]
Kebiasaan [sunting]
Mata merah dikenal sebagai ikan karnivora yang memangsa serangga, siput dan lain-lain[5]. Secara alami ikan brek acap didapati di sungai-sungai, waduk dan danau; namun biasa juga ditemukan liar di kolam-kolam ikan.
Selain menjadi ikan konsumsi, belakangan ini mata merah juga diperdagangkan sebagai ikan hias.
Jenis yang serupa [sunting]
Sebarau atau hampal (Hampala macrolepidota) memiliki pola pewarnaan yang mirip. Namun sebarau memiliki tubuh yang lebih memanjang, moncong yang lebih meruncing, sisik-sisik yang relatif lebih besar, serta mempunyai bercak atau belang hitam di sisi perutnya (brek memiliki bercak hitam di batang ekor).
Catatan kaki [sunting]
- ^ FishBase: Puntius orphoides (Valenciennes, 1842)
- ^ Cuvier, G. and A. Valenciennes. 1842. Histoire Naturelle des Poissons, XVI: 193. Paris (Levrault).
- ^ a b Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 59.
- ^ a b Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1916. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago III:194-195. E.J. Brill. Leiden.
- ^ Umar, C., S. Makmur, & DWH. Tjahjo. 2007. Kebiasaan makan beberapa jenis ikan dan relung ekologi di Danau Sentani, Papua. Torani 17 (2): 93-99, Juni 2007
Pranala luar [sunting]
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Brek |
- Seriously Fish: Puntius orphoides
- EoL: Puntius orphoides
- Derbang (Puntius orphoides)