Bidadari-Bidadari Surga (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bidadari-Bidadari Surga
OBB Bidadari.png
Genre Drama adaptasi novel
Format Sinetron
Pembuat Starvision
Sutradara Sony Gaokasak
Pemeran Ratu Tika Bravani
Meriam Bellina
Cok Simbara
Christ Laurent
Angelica Faustina
Kevin Julio
Kimberly Ryder
Rendy Kjaernett
Lagu pembuka Operah TUHAN, Cakra Khan
Lagu penutup Lumpuhkan Ingatanku, Geisha
Kau Anggap Apa, Ungu
Terlalu Sayang, Denda Band
Sampai Nanti, Email Band
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Indonesia
Produksi
Produser Chand Parwez Servia
Lokasi Jakarta
Siaran
Saluran asli SCTV
Periode siaran 7 Oktober 2013–sekarang

Bidadari-Bidadari Surga merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV. Sinetron ini diproduksi oleh Starvision. Pemainnya antara lain Ratu Tika Bravani, Meriam Bellina, Cok Simbara, Christ Laurent, Angelica Faustina, Kimberly Ryder, Kevin Julio, Rendy Kjaernett, dan lain-lain.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini berkisah tentang perempuan yang kelak akan jadi bidadari-bidadari surga. Perempuan yang tidak mendapat jodoh di dunia, tetapi menjalani hidup dengan kebaikan hati, seperti Laisa (Ratu Tika Bravani) yang menjalani hidup untuk membesarkan adik-adiknya, hingga kehidupan pribadinya terbengkalai. Di sebuah lembah yang damai, hiduplah Mamak Lainuri (Meriam Bellina) beserta putra-putrinya. Si sulung adalah Laisa, berkulit gelap serta berambut keriting. Empat adik Laisa yang memiliki wajah cantik dan rupawan adalah Dalimunte (Kevin Julio), Ikanuri (Syaiful Ahyar), Wibisana (Joshua Otay), dan Yashinta (Kimberly Ryder).

Setiap hari Mamak Lainuri dan Laisa harus bekerja keras di ladang lantaran kehidupan mereka yang sangat pas-pasan. Kehidupan tanpa sosok laki-laki dalam keluarga pasti cukup sulit. Beruntung ada Wak Burhan (Cok Simbara), saudara laki-laki Mamak Lainuri, yang sosoknya cukup menggantikan peran ayah bagi anak-anak itu. Laisa memutuskan untuk tidak sekolah, dan selalu membantu Mamak Lainuri menyiapkan sarapan, hingga memastikan tiga adik laki-lakinya berangkat ke sekolah, setelah itu baru berangkat ke ladang. Sebelum berangkat ke ladang, perempuan itu mempunyai kebiasaan mengintai Daffa, pemuda tampan, yang mengayuh sepeda menuju ke sekolah. Daffa (Christ Laurent) adalah cinta pertama Laisa yang memang menyimpan rapat-rapat perasaannya. Maklum, Laisa merasa tidak pantas bersanding dengan Daffa yang merupakan anak Sjafril (Ponco Buwono), pengusaha kaya di kampungnya. Terlebih Hanifah (Enna Pasaribu), istri Sjafril, sangat membenci Laisa.

Suatu hari Laisa melihat Daffa berangkat ke sekolah bersama Denay (Angelica Faustina), gadis cantik dan judes yang merupakan putri Nurimah (Deivy DC), rentenir di desa tersebut. Denay yang sempat melihat Laisa mengintai, lalu menimpuk Laisa sambil mengatakan bahwa gadis itu adalah gagak buruk rupa. Sementara itu Dalimunte, Ikanuri, dan Wibisana kerap berseteru dengan Afrizal (Stuart Collin), putra Bustomi (T. Edwin Bejo) yang menjabat sebagai kepala desa. Afrizal dan gengnya selalu membuat ulah. Selain bersaing dalam hal prestasi, Afrizal juga tidak suka lantaran Mutia (Pamela Bowie) yang merupakan adik Daffa selalu memberi perhatian pada Dali dan adik-adiknya.

Di sisi lain, Bustomi adalah tipikal kepala desa yang genit dan kurang tegas. Diam-diam ia kerap mendekati Mamak Lainuri yang memang masih cantik. Hal ini membuat Yusniar (Yurike Prastika), istri Bustomi, menjadi kesal dan semakin membenci keluarga Mamak Lainuri.

Suatu hari, Sjafril dan Hanifah mengadakan acara pesta panen. Mereka mengundang semua warga desa. Laisa pun sibuk mendandani ke empat adiknya agar kelihatan bersih dan terawat. Sedangkan Laisa sendiri tidak memperhatikan penampilannya. Di acara pesta panen, Hanifah malah menyuruh Laisa untuk ikut membantu membereskan piring kotor. Saat itulah Denay melihat Laisa diam-diam mencuri pandang ke arah Daffa. Di depan teman-temannya Denay langsung mengolok-olok dengan mengatakan bahwa Laisa naksir Daffa.

Kembali ke keluarga Mamak Lainuri. Tiga adik laki-laki Laisa memiliki karakter berbeda. Dalimunte merupakan sosok pendiam dan jenius yang nyaris tidak pernah membuat ulah. Sedangkan Ikanuri dan Wibisana ibarat kembar, karena jarak usia mereka yang tidak sampai setahun. Ikanuri digambarkan sebagai anak bengal yang kerap menyeret Wibisana dalam aksi bengalnya itu.

Laisa dan Mamak Lainuri mati-matian bekerja di ladang demi Dalimunte dan adik-adiknya. Mereka ingin masa depan Dalimunte dan adik-adiknya lebih baik. Karena itulah Laisa sangat marah kepada Ikanuri dan Wibisana yang disangka mencuri mangga. Padahal Afrizal-lah yang menjebak kedua anak itu. Dalam kemarahannya, Ikanuri menghardik Laisa dengan mengatakan agar perempuan itu tidak usah repot memarahi dan menghukumnya, karena Laisa bukan kakak kandungnya lantaran Laisa hitam, keriting, jelek, dan berbeda dengan mereka.

Setelah itu, Ikanuri dan Wibisana tidak pulang ke rumah. Mereka pergi ke hutan sehingga membuat warga kampung heboh. Laisa teringat pesan ayah tirinya yaitu ayah Dalimunte dan adik-adiknya agar dia senantiasa menjaga mereka. Dulu ayah Dalimunte kembali ke rumah dalam keadaan tidak bernyawa setelah diterkam harimau. Laisa tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terulang. Bersama Dalimunte, Laisa bergegas pergi ke hutan untuk menyelamatkan Ikanuri dan Wibisana.

Ketabahan Laisa dan adik-adiknya dalam menghadapi masalah, perpecahan serta kerukunan kakak beradik ini adalah sajian yang istimewa dalam sinetron ini. Bagaimana pun juga, tempat kita berpulang selalu keluarga.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Nama Pemain Peran Hubungan
Ratu Tika Bravani Laisa Anak Mak Lainuri
Menyukai Daffa
Disukai Daffa & Pandu
Kakak Dalimunthe, Ikanuri, Wibisana & Yashinta
Christ Laurent Daffa Anak Pak Sjafril
Menyukai Laisa
Disukai Denay
Abang Mutia
Angelica Faustina Denay Anak Bu Nurimah
Kaka Puput
Menyukai Daffa
Meriam Bellina Lainuri Ibunda Laisa, Dalimunthe, Ikanuri, Wibisana & Yashinta
Disukai Lurah Bustomi
Cok Simbara Burhan Abang Lainuri
Paman Laisa, Dalimunthe, Ikanuri, Wibisana & Yashinta
Justin
Kevin Julio
Dalimunthe Adik Laisa
Anak Mak Lainuri
Abang Ikanuri, Wibisana & Yashinta
Disukai Cihuy
Bianca El Hage
Kimberly Ryder
Yashinta Adik Laisa
Menyukai Hendra
Saddam Basamalah
Syaiful Ahyar
Wibisana Adik Laisa & Dalimunthe
Anak Mak Lainuri
Menyukai Mutia
Joshua Otay Ikanuri Anak Mak Lainuri
Adik Laisa, Dalimunthe & Wibisana
Menyukai Cihuy
Chantiq Schagerl
Pamela Bowie
Mutia Adik Daffa
Menyukai Dalimunthe
Sahila Hisyam Puput Adik Denay
Menyukai Hendra
Fandy Christian Pandu Menyukai Laisa
Disukai Tessa
Suami Tessa
Nadya Almira Tessa Menyukai Pandu
Istri Pandu
Andreas Utomo
Stuart Collin
Afrizal Musuh Dalimunthe, Ikanuri & Wibisana
Anak Lurah Bustomi
Menyukai Mutia & Cihuy
Eriska Reinisa Cihuy Sepupu Mutia
Menyukai Dalimunthe
Ponco Buwono Sjafril Papa Daffa & Mutia
Enna Pasaribu Hanifah Mama Daffa & Mutia
Deivy DC Nurimah Mama Denay & Puput
T. Edwin Bejo Bustomi Lurah
Bapak Afrizal
Meyukai Mak Lainuri
Yurike Prastika Hanifah Istri Lurah Bustomi

Soundtrack[sunting | sunting sumber]

No. Judul Artist Durasi
1. "Operah TUHAN" (Lagu Tema (Utama)) Cakra Khan  
2. "Lumpuhkan Ingatanku"   Geisha  
3. "Kau Anggap Apa"   Ungu  
4. "Terlalu Sayang"   Denda Band  
5. "Sampai Nanti"   Email Band  

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]