Basuki Rahmat
| Basuki Rahmat | |
|---|---|
| Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-16 | |
| Masa jabatan 24 Februari 1966 – 17 Oktober 1967 |
|
| Presiden | Soekarno |
| Didahului oleh | Sumarno |
| Masa jabatan 17 Oktober 1967 – 8 Januari 1969 |
|
| Presiden | Soeharto |
| Digantikan oleh | Amir Machmud |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 24 November 1923 |
| Meninggal | 9 Januari 1969 (umur 45) |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Agama | Islam |
Jenderal Basuki Rahmat (lahir di Tuban, Jawa Timur, 4 November 1921 – meninggal di Jakarta, 8 Januari 1969 pada umur 47 tahun) adalah seorang jenderal dan politikus Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.
Daftar isi |
Karier militer [sunting]
Sebelum menjadi militer, sebenarnya Basuki muda ingin menjadi guru hingga meneruskan pendidikannya di Sekolah guru Muhammadiyah, Yogyakarta. Akan tetapi jalan hidup membuatnya megikuti pendidikan Pembela Tanah Air. Selepas pendidikan Basuki ditempatkan di Pacitan dengan pangkat shodancho (Komandan Pelopor).
Memasuki era perjuangan kemerdekaan, ia juga turut dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat Maospati, Jawa Timur. Bakat kepemimpinannya yang menonjol membuat ia ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 2 Resimen 31 Divisi IV Ronggolawe dan kemudian ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 16 Brigade 5 Divisi I Jawa Timur.
Orde baru [sunting]
Dalam posisi pemerintahan beliau pernah menjabat sebagai Menteri Veteran Letnan dalam Kabinet Dwikora pimpinan Soekarno pada periode 1964-1966.
Supersemar [sunting]
Ia juga merupakan salah satu saksi kunci perisitiwa Supersemar beserta Jenderal Amirmachmud dan Jenderal M. Jusuf.
Meninggal dunia [sunting]
Ia wafat pada 8 Januari 1969 akibat serangan jantung dan dimakamkan keesokan harinya di TMP Kalibata, Jakarta.
| Didahului oleh: Sumarno |
Menteri Dalam Negeri Indonesia 1966–1969 |
Digantikan oleh: Amir Machmud |
