Banyuputih, Situbondo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Banyuputih
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Situbondo
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Banyuputih adalah kecamatan yang berada di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Banyuputih merupakan wilayah administrasi dari Kabupaten Situbondo yang terletak sekitar 38 Km ke arah timur dari pusat pemerintahan. Wilayah kecamatan ini juga termasuk Taman Nasional Baluran.

Luas Kecamatan Banyuputih adalah 481.670Km2 atau 48.167 Ha. Terdiri atas 5 ( lima ) desa yang memiliki pantai dan sebagian besar wilayah Kecamatan Banyuputih merupakan tanah datar dengan ketinggian 0-10 m dari permukaan laut. Rata – rata curah hujan adalah 172 mm tahun 2010 dengan keadaan tanah datar dan sifat tanah legosol.

Perbatasan[sunting | sunting sumber]

Utara Selat Madura
Selatan Kabupaten Banyuwangi
Barat Kecamatan Asembagus
Timur Selat Bali

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Banyuputih
  2. Sumberejo
  3. Sumberanyar
  4. Sumberwaru
  5. Wonorejo

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kecamatan Banyuputih terdiri atas 5 ( lima ) desa 29 dusun, 56 Rw, dan 172 Rt dari semua desa yang ada. Dilihat dari pendidikan Kepala Desa , yang berpendidikan SMP 20%,SMA 40%, Sarjana 40% Sekretaris Desa berpendidikan SMP 25%,SMA 50% dan Sarjana 25% .

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Dari tahun ke tahun jumlah penduduk mengalami pertambahan, walaupun pertambahannya masih relatif kecil, karena keberhasilan KB sampai ke pelosok desa mampu menekan pertumbuhan jumlah penduduk. Menurut hasil rgistrasi penduduk jumlah penduduk Kecamatan Banyuputih sebanyak 54.097 jiwa yang terdiri atas laki – laki sebanyak 26.838 jiwa dan perempuan sebanyak 27.259 jiwa. Jumlah penduduk wanita tampak lebih banyak dari pada laki – laki,berikut data penduduk dari masing-masing desa se Kecamatan Banyuputih per 01 Maret 2011 :

Evaluasi dan perencanaan pembangunan sedikit banyak dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas penduduk suatu daerah. Untuk mengetahui perkembangan penduduk dapat dilakukan dengan melihat pertumbuhan dan kepadatan penduduk per Km². Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh 4 komponen yaitu : kelahiran ( natalitas ) , Kematian ( Mortalitas ), Migrasi masuk dan migrasi keluar.

Wilayah Kecamatan Banyuputih masih tergolong kecamatan yang tidak padat penduduknya. Hal ini dapat dilihat dari angka kepadatan penduduk yang masih berada dibawah 104 jiwa per Km². Namun agak berbeda jika ditinjau per desa, ternyata Desa Sumberejo mempunyai kepadatan penduduk terbesar yaitu 18.937 jiwa yang merupakan wilayah paling padat, sedangkan jumlah terkecil adalah Desa Banyuputih 4.826 jiwa

Di Kecamatan Banyuputih lapangan pekerjaan yang paling diminati adalah di bidang pertanian. Wilayah ini sangat memungkinkan pengembangan pertanian melihat lebih dari 50% penduduknya berusaha di bidang pertanian, baik sebagai petani tanaman pangan, petani nelayan, peternak maupun sebagai buruh tani.

Agama[sunting | sunting sumber]

Hampir seluruh penduduk di Kecamatan Banyuputih memeluk agama Islam ( 99% ) sedangkan sisanya memeluk agama Katholik, protestan, dan Hindu yang tersebar di 5 desa. Hal ini didukung adanya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan sarana ibadah bagi umat Islam, diantaranya masjid sebanyak 28 buah, mushalla sebanyak 114 buah, dan surau sebanyak 90 buah serta pondok pesantren sebanyak 9 buah yang digunakan sebagai tempat untuk menggali dan mamperdalam agama Islam.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Taman Kanak – Kanak di Kecamatan Banyuputih yang terdapat di 5 ( lima ) desa sebanyak 20 unit. Kecamatan Banyuputih tergolong kecamatan yang maju dan penduduknya memiliki antusias yang tinggi terhadap pendidikan. Hal ini didukung oleh sarana pendidikan yang cukup banyak. Sarana pendidikan SD sebanyak 29 unit, SMP/MTs 9 unit, SMA/SMK 5 unit, Diploma 3 unit dan perguruan tinggi sebanyak 1 unit.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pelayan kesehatan di Kecamatan Banyuputih meliputi puskesmas induk 1 unit, puskesmas pembantu 5 unit, Ponkesdes 2 unit, Poskesdes 1 unit, Dokter Umum 2 orang, Dokter Gigi 2 orang, Mantri / Perawat 25 orang, Bidan 13 orang, Laboratorium 1 unit, Klinik Sanitasi 1 unit dan puskesmas keliling 3 unit Sedangkan posyandu terdapat 55 buah yang tersebar di semua desa di Kecamatan Banyuputih.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Potensi sektor Pertanian Tanaman Pangan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian di Kecamatan Banyuputih. Produksi pertanian pangan diantaranya adalah padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan lain – lain.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Produksi sub seksi peternakan juga mampu meningkatkan perkembangan perkonomian di Kecamatan Bnayuputih yang meliputi ternak sapi, kambing dan domba sedang yang tergolong unggas antara lain ayam, itik dan mentok.

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Potensi strategis yang perlu dimanfaatkan secara optimal adalah kekayaan laut. Subsector perikanan memberikan kontribusi yang besar terhadap nilai tambah disektor pertanian. Sector perikanan laut ini mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak bagi masyarakat disepanjang pantai.

Perindustrian[sunting | sunting sumber]

Keberadaan sector industri terutama industri kecil dan kerajnan kecil cukup mendapat perhatian dan terus dikembangkan karena dapat menyerap tenaga kerja meliputi industri mebel, ukiran, batu bata dan lain-lain.Adapun jenis investasi lokal yang ada di Kecamatan Banyuputih meliputi : Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Perindustrian dan Pariwisata.

PNPM Mandiri Perdesaan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Banyuputih telah menerima dana Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan sejak 2007 hingga sekarang. Dana tersebut digunakan untuk membiayai prioritas usulan masyarakat dalam bidang pendidikan, sarana prasarana umum, dan simpan pinjam.

Fasilitator yang pernah bertugas di Kecamatan Banyuputih adalah:

Fasilitator Kecamatan (FK)

  1. Farida Z., S.P. (Tahun 2007-2009),
  2. Febrie G. Setiaputra (Tahun 2009-2012),

Fasilitator Teknik (FT)

  1. Pratama, S.T. (Tahun 2007-2012),
  2. Iwan Dwi Prihartanto Lastono, S.T. (Tahun 2012).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]