Banjaran, Banjaran, Majalengka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Banjaran
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Majalengka
Kecamatan Banjaran
Luas 176 H
Jumlah penduduk 2344
Kepadatan -

Secara administratif Desa Banjaran adalah merupakan bagian dari Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka dengan terbagi menjadi 5 Dusun, 6 RW dan 28 RT, yaitu :

1). Dusun Banjaran Girang, 1 RW dan 5 RT 2). Dusun Banjaran Desa, 1 RW dan 5 RT 3). Dusun Sukawangi, 1 RW dan 5 RT 4). Dusun Sukamanah, 2 RW dan 10 RT 5). Dusun Banjaran Hilir, 1 RW dan 3 RT

Batas – batas Desa Banjaran : Sebelah utara Desa Cimeong Sebelah timur Desa Sindangpala Sebelah barat Desa Kagok Sebelah selatan Desa Hegarmanah

Secara geografis Desa Banjaran terletak di perbukitan dengan ± 725 kaki dari permukaan laut dengan kemiringan 25-40 % dan luas wilayah desa 176 Ha dengan suhu rata-rata 24-34◦ yang terdiri dari Persawahan dan Perkebunan , dan di suplay oleh 4 mata air Untuk Air Bersih dan 1 Mata Air Untuk Irigasi dan 3 sungai yaitu :

1.Mata air Cicihuk (Air Bersih) 2.Mata air Ciliang (Air Bersih) 3.Mata air Cidepok (Air Bersih) 4.Mata air Tajur (Air Bersih) 5.Mata Air Situ Hideung (Irigasi) 6.Sungai Cipamarakan 7.Sungai Cipamintar 8.Sungai Cipager serta di dukung pula oleh mudahnya air bawah tanah yang cukup mudah untuk didapat.

Jarak dari Desa Banjaran ke Ibu Kota Kecamatan ± 0.5 km, ke Ibu Kota Kabupaten ± 23 km, dan ke Ibu Kota Provinsi ± 98 km.

Jumlah penduduk Desa Banjaran sampai dengan akhir tahun 2009 sebesar 2344 jiwa dengan kepadatan rata-rata 7576 jiwa / Kilometer persegi. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Desa Banjaran sebesar 1.7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan. Laki-laki (Jiwa): 1165 Perempuan (Jiwa): 1179 Jumlah KK : 796

Jumlah Penduduk Desa Banjaran menurut umur Tahun 2009 0-5 Tahun : 133 5-10 Tahun : 204 10-15 Tahun : 231 15-20 Tahun : 331 20-25 Tahun : 325 25-58 Tahun : 1061 ≤ 58 Tahun : 59 Jumlah Penduduk Desa Banjaran menurut Jenjang Pendidikan yang ditamatkan Tahun 2009 Belum sekolah : 193 = (5.93%) SD : 885 = (37.77%) SLTP : 689 = (29.39%) SLTA : 448 = (19.1%) D I – D 3 : 104 = (4.43%) S I : 57 = (2.43%) S II : 5 = (0.21) Jumlah Penduduk Desa Banjaran Menurut Kelompok Usia Sekolah Tahun 2009 7-12 tahun : 254 13-15 tahun : 198 16-18 tahun : 171 19-24 tahun : 355 Jumlah : 978

Peningkatan Pembangunan bidang pendidikan dilaksanakan dalam upaya pencapaian program Wajib Belajar 9 tahun melalui pendidikan formal maupun non formal, serta terus mendorong dan meningkatkan kesadaran warga masyarakat untuk terus melanjutkan sekolah baik ke SLTA atau ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi/ perguruan tinggi.

Berdasarkan Kelompok umur yang harus mendapatkan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Usia 7-12 tahun yaitu sebanyak 254 orang atau 10.8 %, yang diikuti oleh usia 13-15 tahun sebesar 191 orang atau 8.14% dan usia 16-18 tahun sebesar 163 orang atau 6.95%.

Sarana dan prasarana Pendidikan yang ada di Desa Banjaran adalah sebagai berikut :

a.Pendidikan Formal

TK PGRI Sejahtera IV Sekolah Dasar Madrasah Diniyah PUI SLTP I Banjaran Madrasah Tsanawiyah PUI Madrasah Aliyah PUI

b.Pendidikan Non Formal

Kober At-Taqwa Kober Al-Hidayah PKBM Nurul Hidayah TK RA Al-Hidayah Madrasah Tsanawiyah PUI Madrasah Aliyah PUI

c.Pendidikan Keagamaan anak-anak (TKQ, TPA & Pengajian)

Kesehatan adalah merupakan faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang handal, dimana kesehatan bukan hanya kesehatan jasmani saja akan tetapi harus didukung pula oleh kesehatan lingkungan. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh kesadaran dan akses atau pasilitas yang tersedia. Untuk memenuhi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, terdapat Fasilitas-fasilitas sebagai berikut : Posyandu: 5 Buah di Lima Dusun Puskesmas: 1 Buah di Blok Sukawangi Bagi yang memerlukan perawatan di Rumah sakit, yaitu tersedia rumah sakit daerah dengan jarak tempuh 23 km dari desa Banjaran Karena berada di Ibu Kota Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan data tahun 2009*), jumlah balita yang diperiksakan kesehatannya di Posyandu sebanyak 132 anak balita dari 134 balita yang ada atau 98.5 persen dan terdapat peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2008, dimana balita yang diperiksakan hanya 128 dari jumlah 140 atau 91.4 persen.

Untuk menjaga kesehatan lingkungan, masyarakat setiap jum’at selalu melaksanakan gerakan Jum’at Bersih (Jumsih) dengan dilengkapi 29 tong Sampah di Pinggir Jalan Raya, 5 bak sampah TPA.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal mandi, cuci dan buang air besar tersedia 14 MCK umum dengan fasilitas air Dari sumber mata air sedangkan bagi sebahagian besar masyarakat mereka memiliki MCK di rumah masing masing dengan menggunakan air bersih dari sumber mata air.

4.Pemuda dan Olah Raga

Pemuda sebagai tulang punggung bangsa dan merupakan generasi penerus perjuangan kearah yang lebih baik, maka kualitasnya perlu terus disiapkan dan dikembangkan melalui peningkatan aspek pendidikan, kesejahteraan hidup dan tingkat kesehatan.

Untuk mewadahi aktivitas dan kreativitas generasi muda yang lebih berkualitas dan mandiri, serta memiliki produktivitas, terdapat berbagai wahana yang dikembangkan oleh Pemerintah desa yaitu Karang Taruna Mekar Abadi sebagai Induk dari Karang Taruna Tingkat Dusun.

Sebagai wadah atau tempat pengembangan bakat dan kreatifitas pemuda di desa Banjaran terdapat beberapa perkumpulan olah raga, di antaranya perkumpulan Sepak Bola sebanyak 1 tim dilengkapi dengan saran Diklat Sepak bolanya , Bola Volley sebanyak 1 tim, Bulu tangkis, Tenis meja dan Olah raga Renang,

Sebagai tempat pengembangan olahraga, terdapat 1 lapang sepak bola, 2 buah lapang Voly Ball, 1 Aula Bulu tangkis , 1 buah kolam Renang dan 3.buah lapang tenis meja

5.Seni Dan Budaya

Untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan leluhur serta mengembangkan kreatifitas seni, maka dikembangkan melalui 3 kelompok seni yaitu seni Genjringan yang di kelola oleh TP. PKK Desa Banjaran, seni Qasidah yang di kelola oleh anak-anak KARISMA Dusun Sukawangi dan seni Beladiri di Dusun Banjaran Girang.

Sedangkan budaya yang masih terpelihara dengan baik dalam kehidupan masyarakat di Desa Banjaran yaitu di antaranya Rebokasan yang dilakukan setiap Bulan Maulud, Beras Perelek, dan budaya gotong royong dalam membangun sarana umum dan membangun rumah


6.Keagamaan

Penduduk desa Banjaran, mayoritas sebagai pemeluk dan pengamal agama Islam, hal itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari yang agamis.

Kehidupan agamis masyarakat bukan hanya tercermin dari kegiatan ibadah salat lima waktu, pelaksanaan puasa dan ibadah jakat saja, akan tetapi tercermin dari sikap saling tolong menolong di antara warga masyarakat dan terciptanya kerukunan dalam kehidupan sebagai bentuk kesalehan sosial.

7.Sosial

Kesejahteraan sosial masyarakat dapat diidentikan dengan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sampai dengan tahun 2009 jumlah PMKS di Desa Banjaran di antaranya meliputi : Keluarga fakir miskin : 178 KK Wanita rawan sosial ekonomi : 27 orang Lanjut usia terlantar : 2 orang, Penyandang cacat : 1 orang, Tuna Susila : 1 orang, Pengemis : 1 orang, Keluarga Rutilahu : 5 KK,

Di Dusun sukawangi ada satu lembaga dengan nama “ Paguyuban Welas Asih “ yang beranggotakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah berhasil Mengumpulkan dana untuk di berikan kepada Yatim Piatu dan Jompo setiap Tahunnya dengan rata rata Rp. 4.000.000,-/Tahun dan hal ini telah berjalan 8 Tahun.

Selain lembaga tersebut terdapat pula penyantun yang bersipat Pribadi yang setiap tahunnya selalu membagikan hartanya tak kurang dari 200 s/d 400 KK dengan rata-rata Rp. 50.000,-/KK.

Hal ini membuktikan bahwa tingkat sosial dari warga masyarakat Banjaran masih tinggi dan menjadi PR Bagi pemerintahan Desa untuk selalu menjaga dan mengembangkannya.

8.Ketenaga Kerjaan

Jumlah tenaga kerja sebanyak 1380 orang dan tenaga kerja produktif sebanyak 1352 yang tersebar dalam berbagai sektor, di antaranya : Sektor pertanian : 861 orang atau 63.6 persen Sektor perdagangan : 71 orang atau 5.25 persen, Industri Rumah Tangga : 89 Orang atau 6.58 Persen. Jasa : 42 Orang atau 1.79 Persen Secara kuantitatif apabila dibanding dengan tahun 2008, jumlah pengangguran menurun sebanyak 5 persen.

Untuk menurunkan jumlah pengangguran di antaranya beberapa kegiatan yang telah dilakukan melalui pembinaan berbagai keterampilan, di antaranya keterampilan budidaya ikan lele, Pengembangan Usaha Perbengkelan, peternakan dan pertanian.

9.Perumahan dan Pemukiman

Rumah dan fasilitasnya merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Karena itu aspek kesehatan dan kenyamanan sangat menentukan dalam pemilikan rumah tinggal terkait dengan kesejahteraan penghuninya. Secara umum, perumahan dan lingkungan cukup baik hal itu dapat dilihat dari data berikut ini :

Rumah Permanen : 704 rumah Rumah Semi Permanen : 59 rumah Rumah Kurang Layak Huni : 5 rumah

Sementara untuk fasilitas kehidupannya telah dibangun fasilitas di antaranya gang-gang telah terbangun dalam kondisi baik dan di plur, air bersih menggunakan air Sumber mata air sebanyak 745 KK, dan MCK tersedia 45 yang tersebar di 5 blok.

10.Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat

Secara umum ketentraman dan ketertiban di Desa Banjaran cukup kondusip dan dapat terkendali dengan baik, hal itu adalah merupakan buah dari kerjasama anatara aparat keamanan dan aparat desa serta kesadaran masyarakat.

Untuk menjaga keamanan, telah dibentuk 32 kelompok jaga ronda yang tersebar di 5 blok dengan fasilitas 6 pos ronda yang di koordinasi oleh 8 orang anggota Hansip.

Kehidupan masyarakat sampai saat ini dapat berjalan dengan harmonis, saling menghormati, saling menghargai dengan penuh kebersamaan dan gotong royong dan diharapkan kondisi ini dapat terus terpelihara dengan baik terutama dalam mengantisipasi pengaruh-pengaruh negatif dari luar :

11.Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi

Berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam peningkatan kehidupan masyarakat, telah banyak dilaksanakan diataranya dalam efektifitas dan efesiensi penggarapan lahan, masyarakat telah menggunakan traktor dan sampai dengan saat ini telah terdapat 2 traktor yang digunakan untuk menggarap 115 ha.

Demikian pula untuk pengelolaan fasca panen hanya menggunakan cara tradisional yaitu dengan istilah di Irik.

Sedangkan untuk mengembangkan pengetahuan masyarakat, bekerjasama dengan dinas pendidikan dan perpustakaan daerah melaksanakan perpustakaan keliling di desa setiap 1 Bulan sekali.

12.Perekonomian

Kondisi perekonomian masyarakat secara umum mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek di antaranya dari aspek pertanian,

Hasil panen padi dari luas lahan 115 ha meningkat dari 1.263.2 ton pada tahun 2008 menjadi 1.388.8 ton/tahun pada tahun 2009,

Hasil pananen palawija dari luas lahan 6.3 ha mengalami peningkatan dari 30.9 ton pada tahun 2008 menjadi 50.4 ton pada tahun 2009.

Demikian pula dalam pengelolaan lahan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2009 ini, mayoritas petani pengelolaannya sudah menggunakan traktor yang jumlahnya semakin meningkat dari 1traktor pada tahun 2007 menjadi 2 pada tahun 2009.

Peningkatan perekonomian masyarakat dapat pula dilihat dari pola hidup dan sarana penunjang kehidupan sehari-hari, dimana untuk menunjang aktifitas kehidupan sehari hari di Desa Banjaran terdapat peningkatan yang cukup signifikan pemilik kendaraan baik kendaran roda dua maupu kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua sampai saat ini tercatat 238 motor, dan mobil 40 buah.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi masa kekeringan yang dihawatirkan berdampak terhadap ketersediangan pangan, maka telah dikembangkan dua (2) kelompok Lumbung Pangan Masyarakat Desa yaitu Kelompok Tani Mukti dengan jumlah kelompok 68 orang serta jumlah modal yang dikelola 6.8 ton padi dan uang Rp. 4.789.520,- , kelompok Mekar jaya dengan jumlah kelompok 52 orang dan modal yang dikelola 5.8 ton padi dan Uang Rp. 2.357.400.-.

Selain ketersediaan pangan dilumbung Desa terdapat pula lembaga keuangan baik yang dikelola masyarakat maupun oleh Pemeritah Daerah yaitu :

Koperasi Amanah Koperasi ini merupakan koperasi masyarakat yang berkembang dari dana awal keuangan Raksa Desa pada tahun 2005 yang pada tahun 2009 ini telah memiliki asset 146.235.250,- berkedudukan di Blok Desa Banjaran

Koperasi Wanita ISTICH Koperasi Wanita ISTICH merupakan koperasi yang dimotori dan di jalankan oleh kaum wanita dengan no Badan Hukum 518/Kep.50/PAD/DisKop.UKM.PM tertanggal 29 September 2004 telah memiliki Aset 18.496.000.pada rekapitulasi akhir September 2009 dengan jumlah anggota 21 Orang dan Berkedudukan di Jalan Jambe Blok Sukamanah

Koperasi KARISMA Koperasi adalah koperasi yang beranggotakan pemuda pemudi di blok sukawangi Desa Banjaran . Aset yang dimilik per September 2009 adalah 6.758.000 ,- bersumber dari simpanan wajib dan pokok anggotanya dan lembaga ini dibentuk pada tanggal 16 Pebruari 2007 dengan jumlah anggota saat sekarang mencapai 67 orang

BRI Unit Banjaran

LPK Banjaran


Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, berbagai upaya telah dilakukan, baik melalui pemenuhan sarana infrastrukturnya seperti, irigasi maupun dalam pengembangan usaha lain seperti budidaya ikan lele

Pada saat ini melalui binaan Dinas pertanian, sedang dikembangkan budidaya ikan lele baik dalam bentuk pendederan bibit maupun dalam bentuk dalam bentuk pembesaran dengan jumlah kolam 9 kolam pembesaran dan 4 kolam pendederan /pembibitan dengan kapasitas produksi 5.2 ton sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.


Dalam bidang peternakan, pada saat ini di desa Banjaran terdapat 12 ekor Kerbau, 118 ekor domba, 5200 ekor ayam dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui bidang peternakan yang disesuaikan pada kebutuhan pasar, pada saat ini sedang dikembangkan budidaya entog dan kambing, dimana untuk budidaya entog sampai dengan saat ini terdapat baru satu kelompok yang beternak entog dengan jumlah 32 ekor entog. Sementara dalam bidang ternak domba, pada saat ini sedang dikembangkan oleh 2 kelompok dengan jumlah 118 ekor.

Disamping pemanfatan potensi yang sudah diolah, masih banyak potensi-potensi desa yang diharapkan manakala diolah dengan baik akan dapat mendorong percepatan peningkatan perekonomian masyarakat seperti di antaranya tegalan dengan luas 20 ha, yang kesemuanya manakala dikelola dengan baik diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat juga meningkatkan pendapatan desa.

Untuk pemasaran hasil perekonomian masyarakat, pada saat ini hasil produksi padi dijual di desa melalui Kelompok tani dan para tengkulak, produksi sayur mayur di jual ke pasar Talaga yang berjarak 3 KM dan pasar Maja yang berjarak 11 km, dan untuk penjualan produksi perikanan dan peternakan melalui bandar yang datang langsung kepada para peternak.

Sebagai penunjang perekonomian dan sosial budaya masyarakat tersedia jalan desa 4 km dengan kondisi kurang baik, jalan menuju wilayah pertanian 1.2 km dengan kondisi Baik serta jalan penghubung antar blok/dusun sepanjang 2.8 dengan kondisi rusak berat.

Secara umum luas lahan dan capaian hasil pertanian di Desa Banjaran Kecamatan Banjaran adalah sebagai berikut :


C.Sumber Daya Manusia

1.Aparatur Pemerintahan Desa

EFEN SUPRA'I, S.Pd. Kepala Desa EMAN SUHERMAN PLT Sek Des AEF SARIPUDIN Kaur Keuangan EMAN SUHERMAN Kaur Pemerintahan ABUL ROZAK Kaur Kesra MUMU SURYADI Kaur Umum TATAN SUMANTRI Penjaga E. MAKBUL Kadus Banjaran Girang ADE IRWAN HERMAWAN Kadus Blok Desa DIDI TURMUDI Kadus Sukawangi APANDI Kadus Banjaran Hilir BURHANUDIN Kadus RW.05 Sukamanah APIPUDIN Kadus RW.06 Sukamanah

D.Sumber Daya Alam

Kondisi Sumber Daya Alam memengaruhi terhadap kehidupan dan penghidupan serta kelangsungan kehidupan masyarakat di suatu wilayah. Sumber Daya Alam yang dimiliki Desa Banjaran adalah berbentuk hamparan persawahan yang sebagai lahan pertanian yang sangat baik dan subur ditanami berbagai jenis pertanian di antaranya padi, bawang merah, jagung dan sayur mayur.

Untuk mensupley kebutuhan pertanian, tersedia 4 buah sungai . Hanya untuk musim kemarau sungai tersebut debit airnya menyusut sehingga persawahan yang begitu luas hanya 50% yang ditanami 2 kali dalam setahun dan sisanya ditanami oleh sayuran dan palawija lainnya.