Bandungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bandungan merupakan sebuah obyek wisata pegunungan yang terdapat di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Obyek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan selama 1 jam di sebelah selatan Semarang atau sekitar 20 menit dari Ungaran, atau sekitar 15 menit dari Ambarawa melalui jalur pegunungan. Bandungan memiliki udara yang sejuk dan segar sehingga banyak sekali terdapat hotel dan motel. Adapun obyek wisatanya yang terkenal yaitu Candi Gedongsongo. Di Bandungan terdapat banyak objek wisata yang menarik seperti di daerah Sidomukti, di sana terdapat arena outbond yang menantang dan pemandangannya indah. Komplek perumahan Hollywood juga ada letaknya di daerah susan spa.

Asal-usul nama Bandungan[sunting | sunting sumber]

Dikisahkan dari Pasutri K. Sanggem yang memperoleh wangsit untuk mencari sumur di lereng Gunung Ungaran, yaitu sumur yang airnya mengalir seperti sungai agar dia dapat memiliki anak. Setelah sumur ditemukan dan dia memiliki banyak anak, lalu dia mendapatkan wangsit lagi untuk menutup (membendung) sumur tersebut agar tidak menyebabkan malapetaka bagi kampong dibawahnya, dengan konsekuensi di desanya tidak akan ada sumber mata air dan akhirnya sumur tersebut di tutup dengan gong. Desa tersebut akhirnya di kenal dengan Bandungan (bendungan). Makam Kyai Sanggem berada di belakang Kantor Kecamatan Bandungan.?


Desa bandungan yang mempunyai 7 RW dan 39 rt, mempunyai topografi desa di dataran tinggi, karena Desa ini termasuk di kaki Gunung Sumbing dan kaki gunung Ungaran. Tanah vukanik dan suhu pegunungan menjadikan Desa ini menjadi desa pertanian baik tanaman bunga maupun sayuran. Desa yang berada di Kecamatan Bandungan, Kabupaten semarang ini menjadi obyek wisata yang cukup dinikmati oleh masyarakat, baik dari dalam kota maupun luar kota. “Kelengkeng bandungan”, itu yang terlintas dibenak masyarakat luar kota ketika mendengar Desa Bandungan. Pada sekitar tahun 1970 pemerintah menyediakan bibit maupun penyuluhan tentang potensi pohon kelengkeng, disamping itu suhu dan cuaca di Desa Bandungan ini cocok untuk tumbuhan pohon kelengkeng. Desa Bandungan memiliki luas wilayah 434,335 Km¬2, batas wilayah desa dari sebelah timur berbatasan dengan desa jetis. Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan 300 m,dari ibukota kabupaten24 km,dan jarak dari ibu kota provinsi 45 km, itu menjadikan desa ini kurang begitu ramai dari padatnya lalu lintas, maupun bangunan-bangunan berukuran besar. Mayoritas penduduk desa bandungan sendiri merupakan petani, dilihat dari topografi desanya, serta tanah pegunungan vulkanik serta suhu pegunungan mendukung untuk bercocok tanam.Penduduk desa sendiri bercocok tanaman bunga, dan sayur-sayuran. Tingkat pendidkan masyarakat paling banyak adalah tamatan SLTP. Upah Minimum Regional (UMR) sebesar Rp.982.000,- .Jumlah penduduk desa Bandungan 6,999 jiwa terdiri dari 2,061 KK. Usia produktif di desa bandungan. Jumlah penduduk kurang mampu 284 jiwa atau 114 KK. Sarana prasarana kesehatan di desa Bandungan sangat minimum sekali karena hanya terdapat 7 posyandu, dan untuk prasarana pendidikan cukup banyak yaitu: PAUD 1 buah, TK 3 buah, SD 4 buah, SMP dan SMA masing-masing 1 buah. Mayoritas penduduk desa Bandungan emeluk agama Islam, itu bisa dilihat dari banyaknya bangunan Masjid-masjid 6 buah, Mushala 27 buah, dan Gereja 4 buah.

Yang paling dicari wisatawan[sunting | sunting sumber]

  • Tahu Serasi
  • Susu kedelai
  • Jagung rebus
  • Tanaman hias
  • Sayur mayur
  • Buah-buahan
  • Tomat rasa kurma
  • Klengkeng Bandungan
  • Aglonema
  • Tinggal di hotel sembari menikmati pemandangan
  • Lesehan Singosari Pasar Bandungan
  • Mi Ayam Lek Satiman
  • Jagung Bakar
  • Gemblong goreng
  • Wisatanya yang eksotik
  • Mie Ayam Bakso Pak Yuli
  • Restaurant Andheng-Andheng

Pranala luar[sunting | sunting sumber]