Kota Banjarmasin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandjarmasin)
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Banjarmasin
—  Kalimantan Nuvola single chevron right.svg Kalimantan Selatan  —
Pasar Terapung Banjarmasin
Lambang Kota Banjarmasin
Lambang
Slogan: Kayuh Baimbai
Banjar: Mendayung Bersama-sama
Kota Banjarmasin is located in Indonesia
Kota Banjarmasin
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Koordinat: 3°18′51,78″LU 114°35′33,05″BT / 3,3°LS 114,58333°BT / -3.30000; 114.58333
Negara  Indonesia
Hari jadi 24 September 1526
Pemerintahan
 • Wali kota Muhidin
Populasi (2010)
 • Total 625.481 jiwa
 • Kepadatan 8.687/km2 (22,500/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa Banjar (79,12%)
Jawa (10,72%)
Madura (2,42%)
Bugis (0,54%)
Sunda (0,44%)
Lain-lain (6,76%) [1]
 • Agama Islam (95,54%)
Kristen (2,41%)
Katolik (1,04%)
Buddha (0,68%)
Lain-lain (0,33%) [2]
 • Bahasa Banjar, Indonesia
Zona waktu WITA
Kode telepon +62 511
Kecamatan 5
Desa/kelurahan 52
Flora resmi Kasturi (Mangifera Casturi)
Fauna resmi Bekantan (Nasalis Larvatus)
Situs web http://banjarmasinkota.go.id
Kantor wali kota (balai kota) Banjarmasin.
Pusat Kota Banjarmasin (Resident de Haanweg)

Kota Banjarmasin (Latin: Bandiermasinensis) adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarmasin merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), sebagai Kota Pusat Pemerintahan (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan) serta sebagai pintu gerbang nasional dan kota-kota pusat kegiatan ekonomi nasional. Juga merupakan kota penting di wilayah Kalimantan Selatan yang saat ini memiliki posisi yang sangat strategis secara geografis. Sudah selayaknya Kota Banjarmasin ditingkatkan statusnya menjadi Pusat Kegiatan Nasional di masa mendatang.[3]

Kota yang terpadat di Kalimantan ini termasuk salah satu kota besar di Indonesia, walau luasnya yang terkecil di Kalimantan, yakni luasnya lebih kecil daripada Jakarta Barat. Kota yang dijuluki kota seribu sungai ini merupakan sebuah kota delta atau kota kepulauan sebab terdiri dari sedikitnya 25 buah pulau kecil (delta) yang merupakan bagian-bagian kota yang dipisahkan oleh sungai-sungai diantaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain.[4]

Banjarmasin sebagai Kota Pusaka dan Kota Hijau[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai salah satu dari 10 ikon kota pusaka di Indonesia.[5][6][7][8][9][10][11]

Banjarmasin sebagai Kota Niaga dan Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

Sejak zaman dulu hingga sekarang Banjarmasin masih menjadi kota niaga dan bandar pelabuhan terpenting di pulau Kalimantan.[12][13][14][15][16][17] Pelabuhan kota Banjarmasin adalah pelabuhan Trisakti yang terletak 12,5 mil dari muara sungai Barito.[18][19]Pelabuhan Trisakti memiliki Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) yang termasuk 10 besar terminal petikemas di Indonesia.[20] Kota Banjarmasin beserta kota Pekalongan dan Solo ditetapkan sebagai Kota Teladan oleh UN Habitat.[21][22][23][24][25][26]

Secara de jure Banjarmasin masih sebagai ibukota Kalimantan Selatan, namun kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2011 yang bertepatan dengan Hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-61, telah dipindahkan ke kawasan Gunung Upih di kecamatan Cempaka (Banjarbaru) yang berdiri pada lokasi dengan ketinggian 44 meter di atas permukaan laut serta berjarak sekitar 60 km dari kantor lama (pada titik 0 km Banjarmasin di tepi sungai Martapura).[27][28][29][30][31] Kementerian Pekerjaan Umum menempatkan Banjarmasin sebagai salah satu kota penting dan mempersiapkan Banjarmasin beserta 4 daerah kabupaten/kota yang menjadi satelitnya sebagai salah satu Kawasan Strategis Provinsi yaitu Kawasan Perkotaan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut sebagai calon kota "metropolitan" generasi ketiga[32][33][34][35][36] yang dinamakan Banjar Bakula.[37][38][39][40] [41][42][43]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Jawa, Banjarmasin berarti taman asin[44][45], sedangkan sejarah Jawa Barat mencatat nama Banjarmasin berasal dari keluarga keraton Kerajaan Mahasin di Singapura yang mengungsi ke daerah Banjar karena serangan Sriwijaya kemudian berdirilah Kerajaan Banjar Mahasin[46], namun nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih[47], pada tahun 1664 orang Belanda masih menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch.[48] Kota yang secara historis menjadi ibukota provinsi Kalimantan sampai tahun 1957 ini memiliki Indeks persepsi kenyamanan 52.61 (th. 2009)[49] meningkat menjadi 53.16 (th. 2011) walau masih di bawah rata-rata[50][51]. Tahun 1942 Jepang menduduki kota ini, sebelumnya kolonial Belanda, menjadikan Banjarmasin sebagai ibukota Dutch-Borneo dan di bawah kekuasaan Inggris (Alexander Hare) dikenal sebagai British-Borneo.[52][53]

Penyebutan Banjarmasin yang pernah digunakan:

  • Benjar[54]
  • Benjarsen atau Benjar-mausen[55]
  • Bandjermassing[56]
  • Bandjer Massing[57]
  • Banjer-massinsch[58]
  • Banjarmassing[59]
  • Bandjarmassingh[60][61]
  • Bandjermasin[62][63]
  • Bandjermassin[64]
  • Banjer Massin[65]
  • Banjermassin[66][67]
  • Banjermasin[68]
  • Banjermasing[69]
  • Banyermasin
  • Banjermassing[70]
  • Banjir Massin[71]
  • Banjirmasin[72]
  • Banjar Massen[73]
  • Benjar-Maffen[74][75]
  • Banjar Maffeen[76][77][78][79]
  • Banjermaffing[80][81][82]
  • Benjar-Massing[83]
  • Banjar Massin[84]
  • Banjarmassin[85]
  • Banjarmassim[86]
  • BAGNAR MESSIN[87]
  • Bandgermasin (Spanyol)
  • Bandjermasinsche[88]
  • Bandjarmassin[89][90]
  • Bandjarmasin[91]
  • Bandjar Masin[92]
  • Bandermachri
  • Bengermarssin
  • Bendamarfin[93]
  • Bender Massin/Bandermassin[94][95]
  • Beniar atau Bendermassin[96][97]
  • Benjermasin
  • Bendermassing[98]
  • Tathalmasin[99]
  • Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas karena pusat kota ini berdiri di atas pulau Tatas, yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda.[100]

Dalam penuturan sehari-hari, Kota Banjarmasin sering hanya disebut sebagai "Banjar", meskipun hal ini dapat pula dikelirukan dengan Kabupaten Banjar bagi orang luar Kalimantan Selatan. Akan tetapi, bagi orang Kalsel sendiri, nama "Banjar" hampir selalu bermakna Banjarmasin, sementara untuk menyebut Kab. Banjar, orang Kalsel menyebut nama-nama daerah di kabupaten tersebut secara spesifik, seperti Kertak Hanyar, Martapura, Pengaron, Astambul, dan lain sebagainya.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Letak[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur Sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.

Kota ini terletak di tepian timur sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus. Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.

Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 98,46 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:

Utara Sungai Alalak (seberangnya kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala)
Selatan Kabupaten Banjar (kecamatan Tatah Makmur)
Barat Sungai Barito (seberangnya kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala)
Timur Kabupaten Banjar (kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar)

Fungsi dan penggunaan tanah[sunting | sunting sumber]

Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.

Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.[101]Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota,[102] sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.[103]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Busur Sirkumhorizontal yang muncul di atas langit Banjarmasin

Kota Banjarmasin beriklim tropis dimana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau.

Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C.

Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C - 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

Data iklim Banjarmasin
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Presipitasi mm (inci) 350 300 310 210 200 120 120 110 130 120 230 290 2570
Sumber: http://www.weatherbase.com/weather/weather.php3?s=58669&refer=&units=metric

Sungai[sunting | sunting sumber]

Siring tepian sungai Martapura di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin (bekas Benteng Tatas) merupakan waterfront Banjarmasin

Sungai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Sungai-sungai yang membelah kota ini, diupayakan sebagai magnet ekonomi, khususnya pariwisata.[104] Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.[105][106] Penataan kota Banjarmasin semestinya penataan daratan harus mengikuti penataan sungai, artinya penataan sungai yang didahulukan baru penataan daratan.[107]

Berikut adalah beberapa nama sungai yang mengaliri Kota Banjarmasin.
Catatan: Tabel di bawah belumlah lengkap.

No Nama sungai[108] Panjang (km) Daerah yang dialiri No Nama sungai Panjang (km) Daerah yang dialiri[109]
1 Barito 11,50 Banjarmasin bagian barat 25 Pengambangan 1,10 Banua Anyar dan Pengambangan
2 Martapura 17,00 Sepanjang kota Banjarmasin 26 Kerokan 0,63
3 Anjir Mulawarman 2,90 27 Guring  ??
4 Kuin 3,10 Kuin Utara, Kuin Selatan, Pangeran, Pasar Lama 28 Jingah  ?? Sungai Jingah
5 Pangeran 3,30 Pangeran 29 Tapekong  ?? Sepanjang Jl. Veteran
6 Pelambuan 1,38 Pelambuan 30 Pulantan  ?? Pemurus Dalam
7 Alalak 11,90 Kawasan Alalak 31 Banguntan  ?? Basirih
8 Basirih 1,50 Basirih Selatan 32 Saka Mangkok  ?? Mantuil
9 Andai 2,10 Sungai Andai 33 Halinau  ?? Mantuil
10 Teluk Dalam 2,20 Teluk Dalam 34 Gardu  ?? Sungai Lulut
11 Duyung 2,02 35 Gudang  ?? Pemurus Dalam
12 Banyiur SP 2,00 36 Bengao  ?? Kelayan Timur dan Kelayan Selatan
13 Pekapuran 2,54 Kawasan Pekapuran 37 Simpang Jalar  ?? Basirih Selatan
14 Pemurus 0,30 Kawasan Pemurus 38 Banyun  ??
15 Miai 1,25 39 Jarak  ?? Kuin Utara
16 Awang 1,60 40 Skip  ?? Kelayan Selatan
17 Tatah Belayung 2,60 Tanjung Pagar 41 Jeruju  ?? Alalak Tengah
18 Kelayan 4,40 Kawasan Kelayan 42 Bayuan  ?? Alalak Tengah
19 Simpang Jelai 2,30 43 Siuding  ?? Kuin Utara
20 Liang Anggang 1,50 44 Pandai  ?? Kuin Utara
21 Pekauman  ?? 45 Beruntung  ??
22 Mawar  ?? Mawar 46 Belitung  ??
23 Keramat  ?? 47 Kuripan  ?? Kuripan
24 Tatas  ?? 48 Sungai Andai 1,68 sungai andai

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pasar tradisional di Banjarmasin pada zaman Belanda.

Kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:

  1. Banjarmasin Barat: 13,37km²
  2. Banjarmasin Selatan: 20,18 km²
  3. Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
  4. Banjarmasin Timur: 11,54 km²
  5. Banjarmasin Utara: 15,25 km²

Jumlah penduduk di wilayah ini dapat diperincikan sebagai berikut:

Tabel Jumlah Penduduk Banjarmasin tahun 2008[110]

Nomor Kecamatan Luas (km²) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan (jiwa/km²)
1 Banjarmasin Selatan 20,18 150.221 7.444
2 Banjarmasin Timur 11,54 118.278 10.249
3 Banjarmasin Barat 13,37 149.753 11.201
4 Banjarmasin Tengah 11,66 114.584 9.827
5 Banjarmasin Utara 15,25 94.409 6.209


Perkembangan populasi penduduk Banjarmasin.

No. Tahun Populasi
1 1780 [111] 2.300 jiwa
2 1900 52.685 jiwa[91]
3 1930[112][113] 57.822 jiwa
4 1990[114] 481.371 jiwa
5 2000[115][116] 527.724 jiwa
6 2005[114] 589.115 jiwa
7 2010[117] 625.395 jiwa

Penguasa[sunting | sunting sumber]

Ronggo (kepala pribumi) Banjarmasin Raden Tumenggung Suria Kasuma dan panakawannya (foto oleh Hendrik Veen, 1913)

Penguasa Kota Banjarmasin:[118]

  1. Patih Masih, kepala kampung Banjarmasih (Kuin Utara)
  2. Sultan Suriansyah, berkedudukan di Kuin
  3. Sultan Hidayatullah, berkedudukan di Kuin
  4. Sultan Rahmatullah, berkedudukan di Kuin
  5. Sultan Mustainbillah, berkedudukan di Kuin
  6. Sultan Agung, berkedudukan di Sungai Pangeran
  7. Pangeran Abdullah bin Sultan Muhammadillah, Putra Mahkota
  8. Pangeran Dupa, Putra Mahkota[119]
  9. Jan van Suchtelen (1747-1752), residen Belanda di Tatas
  10. Bernard te Lintelo (1752-1757), residen Belanda di Tatas
  11. R. Ringholm (1757-1764), residen Belanda di Tatas
  12. Lodewijk Willem de Lile (1760-1764), residen Belanda di Tatas[120]
  13. Willem Adriaan Palm (1764-1777), residen Belanda di Tatas
  14. Piter Waalbek (1777-1784), residen Belanda di Tatas
  15. Barend van der Worm (1784-1787), residen Belanda di Tatas
  16. Alexander Hare (1812), Resident-Comissioner Inggris di Tatas[121][122]
  17. C. L. Hartmann[123]
  18. I.N. Nieuwen Huyzen (1860), residen Belanda di Tatas
  19. C.C. Tromp. (mulai 11 November 1870).[124]
    1. Ronggo: Pangeran Toemenggoeng Tanoe Karsa
    2. Ronggo: Raden Toemenggoeng Soeria Kasoema
  20. C.A. Kroesen (1898), residen Belanda di Tatas
  21. C.J. Van Kempen (1924), residen Belanda di Tatas. Mulai tahun 1919 Banjarmasin memiliki Burgemester (Walikota)
  22. J. De Haan (1924-1929), residen Belanda di Tatas
  23. R. Koppenel (1929-1931), residen Belanda di Tatas
  24. W.G. Morggeustrom (1933-1937), residen Belanda di Tatas

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli kota Banjarmasin adalah Suku Banjar yang merupakan mayoritas dari total penduduk. Suku pendatang yang signifikan jumlahnya di kota Banjarmasin yaitu Suku Jawa dan Suku Madura. [125]

Komposisi Suku bangsa di kota Banjarmasin antara lain:[126]

Nomor Suku Bangsa Jumlah
1 Suku Banjar 417.309
2 Suku Jawa 56.513
3 Suku Madura 12.759
4 Suku Bukit 7.836
5 Suku Bugis 2.861
6 Suku Sunda 2.319
7 Suku Bakumpai 1.048
8 Suku Mandar 105
9 Suku-suku lainnya 26.500

Suku-suku lainnya adalah:

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi yang ada di Kota Banjarmasin antara lain:

  • ( Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi )STIE Panca setia Banjarmasin.

Media[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

  • RRI Banjarmasin [128]
  • Radio Jaringan Nirwana Group Banjarmasin [129]
  • Radio Abdi Persada[130]
  • Radio SmartFM[131]
  • J Radio Banjarmasin [91,7 Fm][132]
  • Radio Gema FM [105, 9 Fm]
  • SANGKAKALA BANJAR [92,1 Fm] donnie
  • Radio DBS FM 101,9 FM
  • Radio SKY (Swara Kayutangi) 89,3 FM
  • Kuin Radio 103.3 FM
  • Radio Music Channel 96.00 FM
  • Radio Khana 98,4 FM
  • Radio Chandra 88,5 FM
  • Radio Nusantara Antik 102,7 FM
  • Radio Madinatussalam 90,9 FM
  • RRI Pro 3 92.5 Fm
  • Ashbone 96.8 Fm
  • SUN FM 103.5 Fm
  • GNB FM 105.5 Fm
  • Radio Dangdut TPI Banjarmasin 104.3 Fm
  • Pelangi FM 94.4 Fm
  • Radio “D” 93.3 Fm
  • Kanal FM 88.1 Fm

Surat Kabar Harian[sunting | sunting sumber]

Televisi Lokal[sunting | sunting sumber]

Gedung TVRI Stasiun Kalimantan Selatan

Tabloid Lokal[sunting | sunting sumber]

Tabloid URBANA

Rumah Ibadah[sunting | sunting sumber]

Sekitar tahun 1870-an hanya terdapat 3 rumah ibadah/masjid di Banjarmasin yaitu Masjid Kuin, Masjid Basirih dan Masjid Besar (cikal bakal Masjid Jami Banjarmasin), kemudian hari jumlahnya terus bertambah. Jumlah rumah ibadah yang ada di kota ini adalah:

  • Masjid 141 buah
  • Musholla 155 buah
  • Langgar 717 buah
  • Gereja Protestan 19 buah
  • Balai Jemaat 1 buah
  • Gereja Katolik 3 buah
  • Kapel 1 buah
  • Pura 1 buah
  • Vihara 8 buah

Arah Kiblat untuk Banjarmasin = 292° 52' 27"[135] Rumah ibadah yang cukup terkenal di Banjarmasin, diantaranya:

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Pasar Lima di Banjarmasin

Kota Banjarmasin memiliki berbagai objek wisata, baik wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata pendidikan.[137][138][139]

Plaza Posindo Banjarmasin

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan pecinan di Banjarmasin pada tahun 1862
Pintu gerbang dengan tulisan 1606 (tahun ketika VOC pertama kali datang di Banjarmasin) dibangun untuk menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock pada tahun 1924

Kawasan Banjarmasin awalnya sebuah perkampungan bernama "Banjarmasih" (terletak di Bagian utara Banjarmasin). Tahun 1606 pertama kali VOC-Belanda mengunjungi Banjarmasin, saat itu masih terletak di muara sungai Kuin. Kota-kota yang terkenal di pulau Kalimantan pada awal abad ke-18 adalah Borneo (Brunei City), Ноrmata (Karimata), Marudo, Bendamarfin (Banjarmasin), dan Lava (Lawai).[93] Tahun 1747, VOC-Belanda memperoleh Pulau Tatas (Banjarmasin bagian Barat) yang menjadi pusat Banjarmasin semenjak saat itu hingga ditinggalkan Belanda tahun 1809. Tahun 1810 Inggris menduduki Banjarmasin[141] dan menyerahkannya kembali kepada Belanda tahun 1817. Daerah Banjar Lama (Kuin) dan Banjarmasin bagian Timur masih tetap menjadi daerah pemerintahan pribumi di bawah Sultan Banjar dengan pusat pemerintahan di keraton Martapura (istana kenegaraan) hingga diserahkan pada tanggal 14 Mei 1826. Tahun 1835, misionaris mulai beroperasi di Banjarmasin.[142] Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibukota Divisi Selatan dan Timur Borneo.[143] Saat itu rumah Residen terletak di Kampung Amerong berhadap-hadapan dengan Istana pribadi Sultan di Kampung Sungai Mesa yang dipisahkan oleh sungai Martapura. Pulau Tatas yang menjadi daerah hunian orang Belanda dinamakan kotta-blanda. Ditetapkan dalam Staatblaad tahun 1898 no. 178[144], kota ini merupakan Onderafdeeling Banjarmasin en Ommelanden (1898-1902), yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya).[145] Tahun 1918, Banjarmasin, ibukota Residentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat Gemeente-Raad. Pada 1 Juli 1919, Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orang Eropa, 4 Bumiputra dan 2 Timur Asing. Pada tahun 1936 ditetapkan Ordonantie pembentukan Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost (Stbld. 1936/68). Borneo Barat dan Borneo Selatan-Timur menjadi daerah Karesidenan dan sebagai Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost yang pusat pemerintahannya adalah Banjarmasin.[146] Tahun 1937, otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin karena Banjarmasin sebagai ibukota Gouvernement Borneo.[147] Tanggal 16 Februari 1942, Jepang menduduki Banjarmasin.[148], kemudian dibentuk pemerintahan pendudukan bagi Borneo & kawasan Timur di bawah Angkatan Laut Jepang.[149] Tanggal 17 September 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu (tentara Australia) yang memasuki Banjarmasin.[150][151] Tanggal 1 Juli 1946 H. J. van Mook menerima daerah Borneo en de Groote-Oost dari tentara pendudukan Sekutu dan menyusun rencana pemerintahan federal melalui Konferensi Malino (16-22 Juli 1966) dan Konferensi Denpasar (7-24 Desember 1946) yang memutuskan pembentukan 4 negara bagian yaitu Jawa, Sumatera, Borneo (Netherlands Borneo) dan Timur Besar (Negara Indonesia Timur), namun pembentukan negara Borneo terhalang karena ditentang rakyat Banjarmasin[152][153][154][155] Tahun 1946 Banjarmasin sebagai ibukota Daerah Banjar satuan kenegaraan sebagai daerah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kotapradja Banjarmasin termasuk ke dalam Daerah Banjar, meskipun demikian Daerah Banjar tidak boleh mencampuri hak-hak dan kewajiban rumah-tangga Kotapradja Banjarmasin dalam daerahnya sendiri. [156]

Lagu Daerah[sunting | sunting sumber]

  1. Kampung Batuah
  2. Talambat Badatang
  3. Pangeran Suriansyah
  4. Banua Banjar
  5. Pambatangan

Wakil Rakyat di DPRD Banjarmasin 2009-2014[sunting | sunting sumber]

DPRD Banjarmasin terdiri atas 5 Daerah Pemilihan, yaitu:[157]

Daerah Pemilihan Banjarmasin I/Banjarmasin Tengah (8 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Muhammad Fauzan -
PAN H.M. Faisal Hariyadi -
Golkar Matnor Ali F. -
PPP Hj. Jumiati, SH -
PDIP Suyato, SE, MM -
PBR Hj. Rinda Herliani, SE -
Demokrat M. Firmansyah -
Demokrat Sri Nurmaningsih -

Daerah Pemilihan Banjarmasin II/Banjarmasin Barat (11 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Mathari, S.Ag. -
PAN Drs. H. Sastra H. -
PKB Yuriawati Zai Rose -
Golkar Ananda, S.Ked. -
PPP Arufah -
PDIP Hj. Mahrita, SE -
PBR Chandra Bayu -
PBR Mursyid -
Demokrat Totok Hariyanto, S.Pd. -
Demokrat Ruslan -
Demokrat Edhy Susantyo -

Daerah Pemilihan Banjarmasin III/Banjarmasin Utara (7 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
Hanura Noval -
PKS Mushaffa Zakir, Lc -
PAN M. Dafik As'ad, SE, MM -
Golkar H. Iwan Rusmali, SH -
PBR M. Isnaini, SE -
Demokrat Bambang Yanto Permono -
Demokrat Dewi Sanjaya -

Daerah Pemilihan Banjarmasin IV/Banjarmasin Timur (8 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Awan Subarkah, STP -
PAN Hj. Ismina Mawarni -
Golkar H. Abadi Noor Supit -
PPP Drs. Johansyah -
PDIP H. Rudi Naparin, ST -
PBR H. Zainal A. Husni -
Demokrat Abdul Gais -
Demokrat Hj. Ratna Juwita, RD -

Daerah Pemilihan Banjarmasin V/Banjarmasin Selatan (11 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKPB Agus Arya Sandy -
Gerindra Muhammad Fahmi -
PKS Aliansyah -
PAN H. Abdul Muis -
Golkar H.A. Rudiani, SE -
PPP Khairul Saleh, SE, MM -
PBB M. Ismail Ibrahim, SE -
PDIP Noorsiana Budiarsih -
PBR Andi Effendi, S.Pd. -
Demokrat Edy Yusuf -
Demokrat Emma Chandra H. -

Tokoh kelahiran Banjarmasin[sunting | sunting sumber]

Jarak Banjarmasin (0 km Jalan Nasional) dengan kota-kota lain[161][sunting | sunting sumber]

Tugu 0 km di Kota Banjarmasin
Kota-kota lainnya Darat (km)/Laut (mil) Keterangan
Pelabuhan Trisakti 5 km -
Terminal Banjarmasin 6 km -
Terminal Regional Type A Banjar Bakula Pura[162] 17 km -
Bandara Syamsudinoor 26 km 30 menit
Banjarbaru[163] 35 km 45 menit
Martapura 40 km 1 jam
Cempaka (Kantor Sekda Kalsel/Gubernuran) 60 km -
Pelaihari 65 km 40 km dari Banjarbaru
Batulicin 265 km 250 km dari Tanah Grogot
Kotabaru 305 km 8 jam
Batas timurlaut Kalsel-Kaltim (Sengayam) - -
Rantau 113 km 64 km dari Martapura
Kandangan 135 km 23 km dari Rantau
Negara 165 km 30 km dari Kandangan
Amuntai 190 km 42 km dari Tanjung
Kelua 204 km -
Batas barat laut Kalsel-Kalteng (Pasar Panas) 221 km 17 km dari Pulau
Tamiang Layang 229 25 km dari Kelua
Ampah 276 km 47 km dari Tamiang Layang
Buntok 318 km 192 km dari Palangka Raya
Muara Teweh 414 km 605 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Puruk Cahu 511 km 702 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Terminal Pantai Hambawang 155 km 9 km dari Barabai
Barabai 165 km 28 km dari Kandangan
Paringin 202 km 39 km dari Barabai
Terminal Mabuun 224 km 5 km dari Tanjung
Tanjung 232 km 25 km dari Paringin
Batas utara Kalsel-Kaltim (Gunung Halat) 288 km 92 km dari Tanjung, 184 dari Tanah Grogot
Penajam 472 km 135 km dari Samarinda
Balikpapan 500 km 115 km dari Samarinda
Samarinda[164][165] 615 km (196 mil)[166] 15 jam
Tenggarong 660 km 45 km dari Samarinda
Sendawar 992 km 377 km dari Samarinda
Bontang 760 km 110 km dari Samarinda
Tanjung Redeb 1.190 km 575 km dari Samarinda
Malinau - 1.273 km dari Samarinda
Nunukan 1.423 km 808 km dari Samarinda
Marabahan 48 km -
Jembatan Barito 16,10 km
Batas barat Kalsel-Kalteng (Anjir Serapat) 30,20 km 16,10 km dari Bjm + jemb 1,082 km + 12,8 km sampai Batas Kalteng
Kuala Kapuas[167] 46 km 152 km dari Palangka Raya, 16 km dari batas Kalsel
Palangka Raya[168] 191 km 5 jam
Sampit[169] 418 km 227 km dari Palangka Raya
Nanga Bulik 650 km 559 km dari Palangka Raya
Batas Kalbar-Kalteng (Kudangan) 850,40 km 820,2 Km dari Batas Kalsel[170]
Nangatayap 912,90 km 62,5 km dari Batas Kalteng[171]
Balai Berkuak 1.069,79 km Nangatayap-Balai Berkuak 156,89 km
Tayan 1.150,59 km Balai Berkuak-Tayan 80,80 km
Pontianak 1.249,65 km Tayan-Teraju-Pontianak 99,06 km
Batas Kalbar-Sarawak (Entikong) 1.599,65 km 350 km dari Pontianak
Kuching 1.691,65 km Pontianak-Kuching (via Serian) 442 Km[172]
Serian 1.627,65 km Kuching-Serian 64 km[173]
Sibu 1.977,65 km Serian-Sibu 350 Km[174]
Bintulu 2.167,65 km Sibu-Bintulu 190 Km
Miri 2.357,65 km Bintulu-Miri 190 Km
Kota Kinabalu 2.767,65 km Miri-Beufort-Kinabalu 410 Km
Sandakan 3.057,65 km Kinabalu-Sandakan 290 Km
Tawau 3.307,65 km Sandakan-Tawau 250 Km
Surabaya 268 mil -
Semarang 624 km via udara[175]
Jakarta 923 km[176] ditarik garis lurus
Makassar 150-200 nautical miles 25 menit waktu penerbangan dgn kecepatan rata-rata 50 nautical miles per menit.
Makkah 8.587 km[177] 5327.19 mil[178]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
  2. ^ http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321&wid=6300000000
  3. ^ http://www.kalselprov.go.id/transparansi/RPJMD/2005-2025/3-3-2%20wilayah(54-59).pdf
  4. ^ (Indonesia) naz (16 Januari 2011). "Banjarmasin Ternyata Kepulauan". Radar Banjarmasin. Diakses 8 August 2011. 
  5. ^ Kota Pusaka Langkah Indonesia Membuka Mata Dunia
  6. ^ Banjarmasin Dijadikan Kota Pusaka di Indonesia
  7. ^ Kota-kota Pusaka Dijaga Kelestariannya
  8. ^ Pembukaan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Kota Pusaka Banjarmasin
  9. ^ Banjarmasin Bakal jadi Kota Pusaka
  10. ^ Pemerintah Belanda Dukung Program Kota Pusaka
  11. ^ Kementerian PU Tetapkan Kesepakatan Kota Hijau dan Kota Pusaka
  12. ^ (Indonesia) Susilowati, Endang. PERANAN JARINGAN SUNGAI SEBAGAI JALUR PERDAGANGAN DI KALIMANTAN SELATAN PADA PERTENGAHAN KEDUA ABAD XIX (PDF). Diakses 8 August 2011. 
  13. ^ (Inggris) Guthrie, William; John Knox, James Ferguson (1801). A new geographical, historical, and commercial grammar: and present state of the several kingdoms of the world, to which are added, I. A geographical index, with the names and places alphabetically arranged. II. A table of the coins of all nations, and their value in English money. III. A .... Printed for G. G. and J. Robinson and J. Mawman. hlm. 785. 
  14. ^ VOC territories and trading posts in Asia, 1650
  15. ^ VOC civil administration in Indonesia, 1792
  16. ^ Towns with population greater than 10,000, rest of the Netherlands Indies, 1920
  17. ^ Representative councils in the Netherlands Indies, 1937
  18. ^ http://www.banjarmasinport.co.id/
  19. ^ (Inggris) National Geospatial-intelligence Agency, ed. (2005). Prostar Sailing Directions 2005 Borneo, Jawa, Sulawesi and Nusa Tenggara Enro (ed. 9). ProStar Publications. hlm. 244. ISBN 1577856546.  Unknown parameter |utauthor= ignored (help)ISBN 978-1-57785-654-2
  20. ^ PELABUHAN BANJARMASIN TERUS LAKUKAN PENATAAN
  21. ^ 3 Kota Teladan Di Indonesia
  22. ^ Tiga Kota Teladan
  23. ^ Terpilih Sebagai Kota Teladan dari UN Habitat
  24. ^ PD PAL Kota Banjarmasin Dikunjungi UN-HABITAT
  25. ^ Klothok, Rumah, Toilet dan Sampah di Banjarmasin
  26. ^ akses air bersih dan sanitasi
  27. ^ BANJARBARU MENUJU IBUKOTA PROVINSI KALSEL
  28. ^ Dewan: Jangan Jual Kantor Gubernur
  29. ^ Sore Ini Gedung Pemprov Diresmikan
  30. ^ DPRD Kalsel Tetap Berkantor Di Banjarmasin
  31. ^ Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dilihat dari udara
  32. ^ RTR BANJARMASIN, BANJARBARU DAN MARTAPURA HARUS BERSINERGI DENGAN RTRW DAERAH SEKITARNYA
  33. ^ Banjarmasin Kota Metropolitan Sinergis Dengan Kota Lainnya
  34. ^ 10 Kota Besar Di INDONESIA
  35. ^ Peringkat Kota Besar di Indonesia
  36. ^ Beranjak Jadi Kota Metropolitan, Banjarmasin Perlu Jalan Layang dan Jalur KA
  37. ^ Ditjen Penataan Ruang Dukung Perwujudan Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura
  38. ^ Departemen Pekerjaan Umum
  39. ^ "Konsep Metropolitan Banjar Bakula Akhirnya Diakui Pusat". Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 4 Februari 2011
  40. ^ Eksen Bermulanya Proyek Banjarmasin Metropolitan Tinggal Menunggu RTRWP
  41. ^ kelima daerah Banjar Bakula tersebut total luasnya 12.073,11 km² atau 2 x luas Brunei Darussalam atau 16,3 x luas Jakarta.
  42. ^ Banjarbakula, Metropolitan Ala Urang Banua
  43. ^ Menuju Kota Metropolitan Agamis
  44. ^ (Inggris) Royal Geographical Society (Great Britain), Norton Shaw, Hume Greenfield, Henry Walter Bates (1853). The Journal of the Royal Geographical Society ... 23. J. Murray. hlm. 83. 
  45. ^ (Inggris) Crawfurd, John (1856). A descriptive dictionary of the Indian islands & adjacent countries. Bradbury & Evans. hlm. 62. 
  46. ^ (Indonesia) Iskandar, Yoseph (1997). Sejarah Jawa Barat: yuganing rajakawasa. Geger Sunten. 
  47. ^ (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh (dalam bahasa Bahasa Malaysia). Selangor, Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 983-62-1240-X. ISBN 978-983-62-1240-5
  48. ^ (Indonesia) Kesultanan Banjar (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860. Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. 
  49. ^ Dua Belas Kota Tak Nyaman
  50. ^ “Kondisi Kota Besar di Indonesia Mengkhawatirkan”
  51. ^ INDONESIA MOST LIVABLE CITY INDEX 2011
  52. ^ (Inggris) Rottman, Gordon L. (2002). World War 2 Pacific island guide. Greenwood Publishing Group. hlm. 204. ISBN 0313313954.  9780313313950
  53. ^ Administrative subdivisions in Dutch Borneo and Sarawak, 1930
  54. ^ (Inggris) (1752)The True Briton. hlm. 63. 
  55. ^ (Inggris) (1816)Encyclopaedia Perthensis; or, Universal dictionary of Knowledge (ed. 2). hlm. 545. 
  56. ^ (Inggris)Davis, Joseph Barnard (1867). Thesaurus craniorum: Catalogue of the skulls of the various races of man, in the collection of Joseph Barnard Davis. Printed for the subscribers. 
  57. ^ (Perancis)Malte-Brun, Conrad Malte-Brun (1837). Précis de la géographie universelle: ou, Description de toutes, les parties du monde sur un plan nouveau d'après les grandes divisions naturelles du globe; précédée de l'histoire de la géographie chez les peuples anciens et modernes 12. A. André.  Text "Conrad" ignored (help)
  58. ^ (Belanda)van Dijk, Ludovicus Carolus Desiderius; George Willem Vreede (1862). Neêrlands vroegste betrekkingen met Borneo, den Solo-Archipel, Cambodja, Siam en Cochin-China: een nagelaten werk. J. H. Scheltema. hlm. 23. 
  59. ^ (Inggris)J. H., Moor (1837). Notices of the Indian archipelago & adjacent countries: being a collection of papers relating to Borneo, Celebes, Bali, Java, Sumatra, Nias, the Philippine islands .... Singapore: F.Cass & co. 
  60. ^ (Belanda) (1855)Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde 3. Inst. hlm. 275. 
  61. ^ (Belanda) Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Netherlands), Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië, Jilid 87, Penerbit M. Nijhoff, 1931
  62. ^ (Inggris) Tsuneo Yano, United States. Army. Forces in the Far East. Military History Section, Bandjermasin invasion operations record, Distributed by Office of the Chief of Military History, Dept. of the Army, 1953
  63. ^ (Inggris) Joseph Norbert Frans Marie à Campo, Engines of Empire: steamshipping and state formation in colonial Indonesia, Uitgeverij Verloren, 2002 ISBN 90-6550-738-8, 9789065507389
  64. ^ (Belanda)Verblijf te Bandjermassin en tocht naar de afdeeling Amoentai. 1880.  Unknown parameter |lat= ignored (help)
  65. ^ (Inggris)The Monthly repository of theology and general literature 17. Longman, Hurst, Rees and Orme. hlm. 98. 1822
  66. ^ (Belanda) L. C. van Dijk, Ne©erland's vroegste betrekkingen met Borneo, den Solo-Archipel, Camobdja, Siam en Cochin-China, Scheltema, 1862
  67. ^ (Belanda) Steven Adriaan Buddingh, Neêrlands-Oost-Indië: Reizen over Java, Madura, Makasser, Saleijer, Bima, Menado, Sangier-eilanden, Talau-eilanden, Ternate, Batjan, Gilolo en omliggende eilanden, Banda-eilanden, Amboina, Haroekoe, Saparoea, Noussalaut, Zuidkust van Ceram, Boeroe, Boano, Banka, Palembang, Riouw, Benkoelen, Sumatra's West-Kust, Floris, Timor, Rotty, Borneo's West-Kust, en Borneo's Zuid- en Oost-Kust; gedaan gedurende het tijdvak van 1852-1857, M. Wijt, 1861
  68. ^ (Inggris) E. M. Jacobs, Merchant in Asia: the trade of the Dutch East India Company during the eighteenth century, CNWS Publications, 2006 ISBN 90-5789-109-3, 9789057891090
  69. ^ (Belanda) van der Aa, Abraham Jacob (1839). Aardrijkskundig woordenboek der Nederlanden 3. J. Noorduyn. hlm. 89. 
  70. ^ (Belanda) Nederlandsch-Indië (1838). Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië 1–2. Lands-drukk. hlm. 1. 
  71. ^ (Inggris) The Oriental herald (1825). The Oriental herald 6. s.n. hlm. 240. 
  72. ^ (Inggris) (1837)Foreign missionary chronicle 5. Board of Foreign Missions and of the Board of Missions of the Presbyterian Church. hlm. 87. 
  73. ^ (Perancis) Saigey, Jacques Frédéric (1834). Traité de métrologie ancienne et moderne: suivi d'un précis de chronologie et des signes numériques. Hachette. hlm. 194. 
  74. ^ (Perancis) de Voyer Argenson (marquis de Paulmy d'), Marc Antoine René; André Guillaume Contant d'Orville (1787). Mélanges tirés d'une grade bibliothèque ...: De la lecture des livren françois. Moutard. hlm. 221. 
  75. ^ (Perancis) D'Orville, André-Guillaume Contant (1770). Histoire des différens peuples du monde: contenant les cérémonies religieuses et civiles, l'origine des religions, leurs sectes & superstitions, & les moeurs & usages de chaque nation. Hérissant. hlm. 323. 
  76. ^ (Inggris) Hamilton, Alexander (1727). A new account of the East Indies: Being the observations and remarks of Capt. Alexander Hamilton, who spent his time there from the year 1688 to 1723, trading and travelling, by sea and land, to most of the countries and islands of commerce and navigation, between the cape of Good-hope, and the island of Japon: volume I. printed by John Mosman. hlm. 145. 
  77. ^ (Inggris) Cook, James (1790). A collection of voyages round the world: performed by royal authrity. Containing a complete historical account of Captain Cook's first, second, third and last voyages, undertaken for making new discoveries, &c. .... Printed for A. Millar, W. Law, and R. Cater. hlm. 1095. 
  78. ^ (Inggris) Pinkerton, John (1812). A general collection of the best and most interesting voyages and travels in all parts of the world: many of which are now first translated into English : digested on a new plan ; illustrated with plates 11. Longman. hlm. 107. 
  79. ^ (Inggris) Beeckman, Daniel (1973). A voyage to and from the Island of Borneo. Dawsons of Pall Mall. hlm. 2. ISBN 0712905669. ISBN 978-0-7129-0566-4
  80. ^ (Belanda) Montanus, Daniel (1585). Almanach ofte oprechten Nederlantschen hemel-meter, voor het schrikkel-jaer ons heeren Jesu Christi ... Ghemaeckt ende gecalculeert op den meridiaen der vermaerde stadt Ghendt, ende d'omligghende steden ende landen. by Michiel Maes [Boekdrukker]. 
  81. ^ (Inggris) De Maandelykse Nederlandische Mercurius (1766). De Maandelykse Nederlandische Mercurius. 20-23. B. Mourik. hlm. 163. 
  82. ^ (Inggris) Philosophical magazine (1799). Philosophical magazine. Taylor & Francis. hlm. 195. 
  83. ^ (Italia) Falconetti, A. Francisco (1838). Oceania; o, Quinta parte del mondo: Revista geografica ed etnografica della Malesia, della Micronesia, della Polinesia e della Melanesia, sui resultati dei viaggi e delle scoperte dell'autore e de' suoi predecessori e colle nuove classificazioni e divisioni di quelle contrade 1–2. G. Antonelli. hlm. 243. 
  84. ^ (Inggris)parker, john w. (1837). the journal of the royal asiatic society of great britain and ireland. 
  85. ^ (Inggris)The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge 2. D. Appleton. 1865. 
  86. ^ (Inggris)McCulloch, John Ramsay (1841). A dictionary, geographical, statistical, and historical: of the various countries, places and principal natural objects in the world 1. Green and Longmans.  Text " Longman, Orme, Brown" ignored (help)
  87. ^ (Inggris) Curtis, Thomas (1829). The London encyclopaedia: or, Universal dictionary of science, art, literature, and practical mechanics, comprising a popular view of the present state of knowledge. Illustrated by numerous engravings, a general atlas, and appropriate diagrams 3. Printed for T. Tegg. hlm. 461. 
  88. ^ (Belanda)Perhimpunan Ilmu Alam Indonesia, Madjalah ilmu alam untuk Indonesia (1866). Indonesian journal for natural science. 29-30. 
  89. ^ (Inggris)Bauer, Max (1968). Precious Stones. Courier Dover Publications. ISBN 0-486-21910-0. ISBN 978-0-486-21910-3
  90. ^ (Inggris)the fiftieth report. 1854. 
  91. ^ a b (Inggris) Houtsma, M. Th (1993). First Encyclopaedia of Islam 1913-1936:. E.J.Brill,s,BRILL. hlm. 647. ISBN 9004097961.  ISBN 9789004097964
  92. ^ (Belanda)Valentijn, François (1858). François Valentijn's oud en nieuw Oost-Indien 3. H. C. Susan. 
  93. ^ a b (Italia) Grandi, Vittore S. (1716). Sistema Del Mondo Terraqueo Geograficamente Descritto: Colle Provincie, Siti, e Qualità de' Popoli in esso contenuti Ed epilogato in oltre negl' Indici per Alfabeto disposti alle sue Tavole : Aggiontavi un' Annotazion Cronologica de' Paesi Scoperti sine a questi Ultimi Tempi. Del L'Asia, Africa, E America. Groppo. hlm. 87. 
  94. ^ (Inggris) M'Culloch, John Ramsay (1866). A dictionary, geographical, statistical, and historical, of the various countries, places, and principal natural objects in the world. Longmans, Green. hlm. 352. 
  95. ^ (Perancis) (1839)Dictionnaire géographique universel, contenant la description de tous les lieux du globe .... A. Lacrosse. hlm. 172. 
  96. ^ (Inggris) Landmann, George Thomas (1840). A universal gazetteer; or, Geographical dictionary of the world. 
  97. ^ (Inggris) Morse, Jedidiah; Elijah Parish (1808). A new gazetteer of the Eastern continent: or, A geographical dictionary: containing, in alphabetical order, a description of all the countries, kingdoms, states, cities, towns, principal rivers, lakes, harbors, mountains, &c., &c. in Europe, Asia, and Africa, with their adjacent islands (ed. 2). Printed by J. T. Buckingham for Thomas & Andrews. 
  98. ^ (Inggris) Brookes, Richard (1838). The London general gazetteer; or, compendious geographical dictionary.... T. Tegg and Son. hlm. 61. 
  99. ^ (Inggris) Kerr, Robert (2004). General History and Collection of Voyages and Travels Arranged in Systematic Order: Forming A Complete History of the Origin and Progress of Navigation, Discovery and Commerce, by Sea and Land from the Earliest Ages to the Present Time. Kessinger Publishing. hlm. 392. ISBN 1419101315. ISBN 978-1-4191-0131-1
  100. ^ (Inggris)The Scots magazine, The Scots magazine (1816). The Scots magazine and Edinburgh literary miscellany 78. Printed by Archibald Constable. 
  101. ^ Situs Resmi Pemko Banjarmasin - Profil Kota Banjarmasin: Sumber Daya Alam
  102. ^ Perkembangan dan pembangunan RTH Kota
  103. ^ Berita Anak Indonesia - Selamat Ulang Tahun, Banjarmasin!.Diakses 1 September 2010
  104. ^ Banjarmasin diarahkan jadi kota berbasis sungai
  105. ^ Barito Post edisi 15 Maret 2008
  106. ^ Menyelamatkan Sungai, Bukan Cuma Pasar Terapung
  107. ^ Banjarmasin Kesulitan Kelola Sungai
  108. ^ BPS - Banjarmasin Dalam Angka: Keadaan Geografis Tabel 1.2.1. – Nama dan Panjang Sungai di Kota Banjarmasin
  109. ^ Peta Kota Banjarmasin - Terbitan PT. Karya Pembina Swajaya Surabaya
  110. ^ Jumlah Penduduk Banjarmasin
  111. ^ laporan Radermacher: kota Tatas (di barat) 2.000 jiwa; Kuin (di utara) 100 jiwa; Kampung Kelayan (di timur) 200 jiwa
  112. ^ Hasil Sensus Penduduk 1930
  113. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama populasi_bjm
  114. ^ a b "Indonesia: Provinces, Cities & Municipalities". City Population. Diakses 2010-04-28. 
  115. ^ Hasil Sensus Penduduk BPS 2000
  116. ^ World Gazetteer
  117. ^ Hasil Sensus Penduduk BPS 2010
  118. ^ http://eprints.lib.ui.ac.id/12976/1/82338-T6811-Politik%20dan-TOC.pdf
  119. ^ (Inggris)Verhandelingen. Deel 1,2, 3e druk; 3,4, 2e druk; 5-.. 1814
  120. ^ http://databases.tanap.net/vocrecords/pdf/files/3C3DAF148D0C9FC5DEC709F70DD5C841.pdf
  121. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1. Lands Drukkery. hlm. 192. 
  122. ^ (Indonesia) Anwar, Rosihan (2004). Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia 2. Penerbit Buku Kompas. hlm. 137. ISBN 979-709-141-4. ISBN 978-979-709-141-5
  123. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 8. Lands Drukkery. hlm. 680. 
  124. ^ (Belanda) Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 44. Lands Drukkery. 1871. hlm. 195. 
  125. ^ Masyarakat Kota Banjarmasin - Website Pemerintah Kota Banjarmasin. Diakses 27 Januari 2014.
  126. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
  127. ^ [ http://www.stieindonesia-bjm.ac.id/ STIE Indonesia]
  128. ^ LPP RRI Banjarmasin
  129. ^ [1]
  130. ^ Situs Resmi Radio Abdi Persada
  131. ^ Situs Resmi Radio SmartFM
  132. ^ [2]
  133. ^ TVRI Kal Sel
  134. ^ produksi-tvrikalsel.blogspot.com
  135. ^ http://dunia-islam.com/_i.php?_d=jadwal-imsyak-2012&negara=Indonesia&kota=Banjarmasin
  136. ^ JADWAL MISA KEUSKUPAN BANJARMASIN
  137. ^ Kuliner Ramadan di Tepi Sungai Martapura
  138. ^ Pasar Wadai, Surga Makanan Tradisional
  139. ^ Wisata Air "Kota Seribu Sungai" Kian Menggeliat
  140. ^ Berkeliling di Kota Seribu Sungai, Banjarmasin
  141. ^ (Inggris) (2007)"British possessions in Indonesia, 1810-1817". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses 11 August 2011. 
  142. ^ (Inggris) (1836)Evangelical magazine and missionary chronicle 14. s.n. hlm. 578. 
  143. ^ (Inggris) Ooi, Keat Gin (2004). Southeast Asia: a historical encyclopedia, from Angkor Wat to East ... 3. ABC-CLIO. hlm. 211. ISBN 9781576077702. ISBN 1-57607-770-5
  144. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  145. ^ Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902
  146. ^ Historical dictionary of Indonesia Oleh R. B. Cribb,Audrey Kahin
  147. ^ (Inggris) (2007)"Representative councils in the Netherlands Indies, 1937". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses 11 August 2011. 
  148. ^ Japanese conquest of the Netherlands Indies, 1941-1942
  149. ^ Japanese administrative divisions in the Indonesian archipelago
  150. ^ Allied re-occupation, August 1945-March 1946
  151. ^ (Inggris) Johnston, Mark (2000). Fighting the enemy: Australian soldiers and their adversaries in World War II. Cambridge University Press. ISBN 0521782228. ISBN 978-0-521-78222-7
  152. ^ (Indonesia) Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia. Jurnal sejarah: pemikiran, rekonstruksi, persepsi. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 34. ISBN 1858-2117 Check |isbn= value (help). 
  153. ^ (Indonesia) Abdul Gafar Pringgodigdo, Hassan Shadily (ed.). Ensiklopedi umum. Kanisius. hlm. 588. ISBN 9794135224.  Text "year1973" ignored (help)ISBN 978-979-413-522-8
  154. ^ (Indonesia) The Idea of Indonesia. Penerbit Serambi. ISBN 9790241054. ISBN 978-979-024-105-3
  155. ^ (Indonesia) Hoesein, Rushdy (2010). Terobosan Sukarno dalam perundingan Linggarjati. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797094898. ISBN 978-979-709-489-8
  156. ^ Pangeran Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliluddin. "Masa Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS)". Diakses 12 april 2011. 
  157. ^ http://www.kpu.go.id/dmdocuments/6371_Kota%20Banjarmasin.pdf
  158. ^ (Indonesia)Setyautama, Sam; Suma Mihardja (2008). Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9789799101259. ISBN 9799101255
  159. ^ (Indonesia)Suryadinata, Leo (1995). Prominent Indonesian Chinese: biographical sketches. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789813055049.  ISBN 981-3055-04-9
  160. ^ a b (Indonesia) Santoso, F. Harianto (2010). Wajah DPR & DPD 2009-2014: latar belakang pendidikan dan karier. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797094715. ISBN 978-979-709-471-3
  161. ^ Peta Ruas Jalan Kalsel
  162. ^ Terminal Penumpang Antar Provinsi Pal 17 Gambut Kalsel
  163. ^ Profil Daerah Kalimantan Selatan - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  164. ^ Profil Daerah Kalimantan Timur - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  165. ^ Peta Ruas Jalan Kaltim
  166. ^ JARAK SAMARINDA DENGAN KOTA-KOTA LAINNYA
  167. ^ Kuala Kapuas
  168. ^ Profil Daerah Kalimantan Tengah - Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
  169. ^ ACROSS KALIMANTAN TO SAMPIT
  170. ^ Jalan lintas selatan Kalsel dialokasikan Rp 364,67 miliar
  171. ^ Trans Kalimantan Butuh Rp 1,17 Triliun Lagi
  172. ^ DAMRI PONTIANAK - KUCHING PERLU LEBIH MENDENGAR
  173. ^ Serian Healthy City
  174. ^ Dewan Dukung Kereta Api Kalimantan
  175. ^ Mandala Air tak Naikan Tarif
  176. ^ Current local times and distance from Banjarmasin
  177. ^ Qiblat locator
  178. ^ islamicfinder.org

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.989.550 Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.813.847 8 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
3 Bandung Jawa Barat 2.536.649 9 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
4 Bekasi Jawa Barat 2.098.805 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860

Koordinat: 3°18′52″LS 114°35′33″BT / 3,31438333333°LS 114,592513889°BT / -3.31438333333; 114.592513889