Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II)
Langsung ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II

بنداراينتيرنسيونال سلطان سيرف قاسيم ٢

Logo AngkasaPuraII 2014.png
Sultan Syarif Kasim II International Airport Riau.JPG
IATA: PKUICAO: WIBB
PKU is located in Sumatra Topography
PKU
Lokasi bandara di Sumatra
Ikhtisar
Jenis bandara Publik/Militer
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Pekanbaru
Lokasi Pekanbaru, Riau, Indonesia
Penghubung untuk
Ketinggian 31 m (101 f)
Koordinat 0°27′40″LU 101°26′40″BT / 0,46111°LU 101,44444°BT / 0.46111; 101.44444
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
18/36 7.053 2.600 Aspal

Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (IATA: PKUICAO: WIBB) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Pekanbaru dan sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga. Bandara ini memiliki luas 321,21 ha. Dalam rangka menyambut PON XVII pada tahun 2012, bandara ini diperluas sehingga nantinya dapat menampung pesawat yang lebih besar. Bandara ini juga menjadi home-base bagi Skuadron Udara 12 TNI AU. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Syarif Kasim II, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Riau.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar udara Sultan Syarif Kasim II (SSK. II) Pekanbaru adalah bandara peninggalan Sejarah dari zaman kemerdekaan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Saat itu di sebut “Landasan Udara” dimana landasan tersebut masih terdiri dari tanah yang di keraskan dan di gunakan sebagai Pangkalan Militer. Awalnya Landasan pacunya adalah dari Timur menuju Barat dengan nomor runway 14 dan 32. Pada awal kemerdekaan di bangun landasan pacu baru yang terbentang dari arah utara menuju selatan dengan nomor runway 18 dan 36. Panjang landasan lebih kurang 800 meter dengan permukaan landasan berupa kerikil yang di padatkan. Pada tahun 1950 landasan pacu di perpanjang menjadi 1.500 meter, dan pada tahun 1967 landasan di mulai proses pengaspalan Runway, Taxi, dan Apron setebal 7 cm serta pertambahan panjang landasan sepanjang 500 meter.

Pada tahun 1960 Pemerintah mengoperasikan bandara ini menjadi bandara Perintis dan mengubah nama dari Landasan Udara menjadi “Pelabuhan Udara Simpang Tiga”. Nama Simpang Tiga diambil karena lokasinya berada tiga jalan persimpangan yaitu jalan menuju Kota Madya Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu. Berdasarkan Rapat Kepala Kantor Perwakilan Departemen Perhubungan tanggal 23 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga diganti menjadi Bandar Udara Simpang Tiga terhitung tanggal 1 September 1985.

Pada 1 April 1994 Bandar Udara Simpang Tiga bergabung dengan Manejemen yang di kelolah oleh PT. Angkasa Pura II (Persero). Dan di sebut dengan Kantor Cabang Bandar Udara Simpang Tiga Yang kelak berubah nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang di tetapkan melalui keputusan Presiden No.Kep.473/OM.00/1988-AP II tgl. 4 April 1998 dan di resmikan oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid tgl 29 April 2000.[2]

Pada tahun 2009 lalu, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II telah dimulai peluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh pihak Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi Riau. Peluasan ini direncanakan akan diselesaikan pada akhir 2011 dan dibangun sebagai persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012. Peluasan ini dilakukan karena dinilai tidak lagi dapat menampung jumlah penumpang melalui menggunakan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Maskapai Penerbangan dan penumpang[sunting | sunting sumber]

Ini adalah daftar penerbangan yang terbang ke bandar udara ini (data per Juli 2014) :

Maskapai Tujuan Terminal
AirAsia Kuala Lumpur-KLIA Internasional
Batik Air Jakarta Domestik
Citilink Batam, Jakarta Domestik
Firefly Kuala Lumpur-Subang Internasional
Garuda Indonesia Jakarta-Soekarno Hatta Domestik
Indonesia AirAsia Bandung Domestik
Lion Air Batam, Jakarta-Soekarno Hatta, Medan Domestik
Pelita Air Service Dumai, Jakarta-Halim Perdanakusuma Domestik
SilkAir Singapura International
Susi Air Jambi, Dabo-Singkep Domestik

Statistik[sunting | sunting sumber]

Penerbangan tersibuk keluar dari Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II berdasarkan frekuensi[butuh rujukan] [3][4]
Peringkat Tujuan Frekuensi
(Mingguan)
Maskapai penerbangan
1 Jakarta COA.svg Jakarta 133 Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink,
Tigerair Mandala, Batik Air
2 Lambang Riau Kepulauan.jpeg Batam 35 Lion Air, Citilink
3 North Sumatra coa.png Medan 14 Lion Air
4 Flag of Malaysia.svg Kuala Lumpur-KLIA 10 AirAsia
5 Riau COA.svg Dumai 14 Pelita Air Service
6 Flag of Singapore.svg Singapore 3 SilkAir
7 West Java coa.svg Bandung 7 Indonesia Air Asia
8 Flag of Malaysia.svg Kuala Lumpur-Subang 5 Firefly

Kecelakaan dan insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 April 1981, Douglas C-47A PK-OBK milik Airfast Indonesia jatuh pada saat melakukan pendekatan merupakan penerbangan penumpang tidak berjadwal. Sembilan dari 17 orang dalam pesawat tewas.[5] Pada tanggal 14 Januari 2002, Lion Air Penerbangan 386 jatuh di hutan riau Pada 14 Februari 2011, penerbangan Lion Air 392 keluar landasan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Tidak ada korban jiwa atau cedera.[6][7] Pesawat itu mencoba mendarat tiga kali namun gagal.[8] Pada 15 Februari 2011 pesawat Lion Air yang lain keluar landasan.

Mengenai dua insiden diatas, kemhub telah melarang semua pesawat Boeing 737-900 ER mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II ketika landasan pacu yang basah. Lion air akan menaati larangan tersebut dan akan menggantinya dengan pesawat Boeing 737-400 yang lebih kecil.[9]

Pada tanggal 17 Juli 2012 pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 174, tergelincir keluar landasan.[10]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]