Bandar Udara Silangit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Silangit Airport
Bandar Udara Silangit
IATA: DTBICAO: WIMN
SQT is located in Sumatra Topography
SQT
Lokasi bandara di Sumatra
Ikhtisar
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Siborong-borong
Lokasi Siborong-borong, Sumatera Utara, Indonesia
Ketinggian DPML 4,690 ft / 1,416 m
Koordinat 02°15′31,28″LU 98°59′36,64″BT / 2,25°LU 98,98333°BT / 2.25000; 98.98333
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
09/27 2,250 7,381 Aspal

Bandar Udara Silangit adalah bandar udara yang terletak di Siborong-borong, Sumatera Utara. Bandar udara ini memiliki ukuran landas pacu 2.400 m x 30 m. Jarak dari pusat kota sekitar 7 km.

Bandara Silangit dibangun pada masa penjajahan Jepang. Pembangunan kembali bandara ini mulai dilakukan sejak tahun 1995 dengan menambah landas pacu sepanjang 900 meter sehingga menjadi 1.400 meter. Pada tahun 2011, Bandara Silangit akhirnya memiliki landas pacu sepanjang 2.250 meter, sehingga bisa didarati pesawat jenis Fokker F-100 maupun Boeing 737-300. Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Silangit didatangi oleh Presiden RI beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500.

Luas Terminal = 100 m2 (Terminal A) & 500 m2 (Terminal B), Fasilitas Navigasi = NDB, AFIS, PAPI & DVOR/DME, Fasilitas Keamanan Penerbangan = X-Ray Baggage, X-Ray Cabin, Walk-through Metal Detector & Handheld Metal Detector, Fasilitas Keselamatan Penerbangan = PKP-PK Type III, Gunebo & Ambulance, Fasilitas Listrik = Generator Set 25 & 125 KVA, Airfield Lighting System (AFL), Apron Light & Apron Flood Light, Fasiitas Terminal = Conveyor Belt, Timbangan Digital, Running Text, LCD Information, Fasilitas Peralatan = Wheel Tractor Rotary Mower, Hand Mower, .

Dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan yang dimilikinya, saat ini Bandara Silangit adalah satu-satunya bandara kelas IV yang memiliki fasilitas dan kemampuan setara bandara kelas II di Indonesia. Pada 14 Desember 2012, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan operasional pengelolaan Bandara Silangit kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Dengan demikian, status bandara ini secara otomatis berubah dari bandara UPT menjadi bandara komersial.



Pranala luar[sunting | sunting sumber]