Bandar Udara Internasional Sepinggan
|
|
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. |
| Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya. |
| Bandara Sepinggan | |||
|---|---|---|---|
| IATA: BPN – ICAO: WALL
|
|||
| Ikhtisar | |||
| Jenis bandara | Sipil | ||
| Pengelola | PT Angkasa Pura I | ||
| Lokasi | Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia | ||
| Ketinggian DPML | 12 ft / 4 m | ||
| Koordinat | 1°16′5″LU 116°53′40″BT / 1,26806°LS 116,89444°BT | ||
| Situs web | |||
| Landas pacu | |||
| Arah | Panjang | Permukaan | |
| ft | m | ||
| 07/25 | 8.185 | 2.495 | Aspal |
| Statistik (2012) | |||
| Jumlah Penumpang | 6.594.460[1] | ||
| Total Kargo (ton) | 24.178 | ||
Bandara Sepinggan (IATA: BPN, ICAO: WALL) (Sepinggan International Airport) adalah bandara domestik dan internasional untuk Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara ini dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I dan dibuka pada tanggal 6 Agustus 1997. Bandara ini memiliki luas 300 hektare dan merupakan bandar udara ke-4 terbesar dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura I. Dengan posisi yang strategis di kawasan Indonesia Bagian Tengah, maka diharapkan bandara ini dapat menjadi penghubung kawasan Indonesia Bagian Barat dengan kawasan Indonesia Bagian Timur. Dengan posisi yang strategis dan didukung oleh potensi alam Kalimantan Timur sehingga menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keberadaan Bandar Udara Sepinggan diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur dan wilayah Kalimantan lainnya. Rencana pengembangan pada lahan-lahan yang tersedia di sekitar bandara ini terus dilaksanakan, antara lain hotel transit, business center, pusat informasi investasi, warehousing, meeting room, restoran dan mini market termasuk pengembangan terminal penumpang dan perpanjangan landasan pacu (Runway). Sedangkan pada lahan seluas 70.000 m2 di sekitar pantai di selatan Bandara Udara dapat pula dikembangkan menjadi lapangan golf, cotteges, pantai wisata dan lain-lain.
Daftar isi |
Sejarah [sunting]
Pembangunan Sepinggan telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Itu digunakan terutama untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda di daerah Balikpapan. Bandara ini menjadi bandara publik dan komersial setelah pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada tahun 1960. Sepinggan akhirnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I (sekarang PT Angkasa Pura I) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.1 pada tanggal 9 Januari 1987.
Bandara Sepinggan telah direnovasi dua kali selama 1991 sampai 1997. Fase pertama dimulai pada tahun 1991 dan berakhir pada tahun 1994, untuk merenovasi taxy way, terminal penumpang dan kargo dan juga memperpanjang landasan pacu. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia mengumumkan Sepinggan sebagai bandara kelima Indonesia embarkasi haji untuk kalimantan (Borneo) wilayah yang juga terdiri dari provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Fase kedua renovasi terjadi pada tahun 1996 untuk merenovasi hanggar, depot bahan bakar, dan gedung administrasi. Fase kedua selesai dan bandara akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan baru dan fasilitas pada tahun 1997.
Untuk mengantisipasi dan mengakomodasi pesawat yang lebih besar di masa depan, rencananya pemerintah akan memperpanjang landasan pacu menjadi 3100 meter. Saat ini di bandara ini sedang di bangun terminal baru dan dilengkapi oleh airbridge.
Maskapai dan tujuan [sunting]
Beberapa maskapai yang dilayani bandara ini adalah:
| Maskapai | Tujuan | Terminal |
|---|---|---|
| AirAsia | Kuala Lumpur | A |
| Airfast | Sangatta | A |
| Citilink | Denpasar, Jakarta-Soetta, Makassar, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta | A |
| Garuda Indonesia | Jakarta-Soetta, Makassar, Singapura, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta, Berau (Mulai 1 Agustus 2013), Banjarmasin (Mulai 1 Agustus 2013), Manado (Mulai 1 Agustus 2013) | A |
| Indonesia Air | Bontang (Carter) | A |
| Kalstar | Berau, Samarinda | A |
| Lion Air | Banjarmasin, Jakarta-Soetta, Makassar, Manado, Semarang, Surabaya, Bandung, Tarakan, Palu, Yogyakarta | B |
| MASwings | Kinabalu | A |
| Pelita Air | Bontang | A |
| Silk Air | Singapura | A |
| Sriwijaya Air | Banjarmasin, Berau, Jakarta-Soetta, Makassar, Surabaya, Tarakan, Palu, Yogyakarta | A |
| Susi Air | Data Dawai, Melak, Samarinda | A |
| Trigana Air | Banjarmasin, Berau | A |
