Bahasa Isyarat Nikaragua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bahasa Isyarat Nikaragua
Idioma de Señas de Nicaragua, ISN
Dituturkan di Nikaragua
Wilayah Wilayah Managua, tapi menyebar ke seluruh negara.
Jumlah penutur Diperkirakan 3.000  (tidak ada tanggal)
Rumpun bahasa
Bahasa isyarat komunitas-tuli: dikembangkan sebagai bahasa kreol dari rumah dan isyarat idioglossic, dengan tambahan influensi dari alfabet manual BIA.
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 ncs

Bahasa Isyarat Nikaragua adalah suatu bahasa isyarat yang sebagian besar secara spontan terbentuk oleh anak tuli di sejumlah sekolah di bagian barat Nikaragua pada tahun 1970-an dan 1980-an. Hal ini menjadi ketertarikan tersendiri bagi para ahli linguistik yang mempelajarinya, karena ia memberikan kesempatan unik untuk mempelajari apa yang mereka percayai sebagai lahirnya bahasa baru.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum 1970-an, tidak ada komunitas tuli di Nikaragua. Orang tuli kebanyakan dipisahkan dengan yang lain, dan umumnya menggunakan sistem isyarat rumah sederhana dan gestur ('mimik') untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman, walaupun ada beberapa kasus idioglossia di antara saudara kandung si tuli. [1] Kondisi yang memerlukan untuk suatu bahasa muncul terjadi pada tahun 1977, saat pusat untuk pendidikan khusus menyelenggarakan sebuah program yang awalnya dihadiri oleh 50 anak muda tuli. Jumlah murid di sekolah tersebut (di daerah Managua di San Judas) berkembang jadi 100 pada tahun 1979, tahun terjadinya revolusi Sandinista.

Pada tahun 1980, sekolah kejuruan untuk anak tuli dibuka di area Managua yang dinamakan Villa Libertad. Tahun 1983 ada lebih dari 400 murid tuli mengikuti di dua sekolah tersebut. Awalnya, program bahasa menekankan pada bahasa Spanyol dan pembacaan-lidah, dan penggunaan isyarat oleh pengajar hanya terbatas pada pengejaan-jari (menggunakan isyarat sederhana untuk mengisyaratkan alfabet). Program tersebut tidak begitu suskes, dengan kebanyakan murid gagal menerima konsep dari kata-kata bahasa Spanyol. Namun, saat anak-anak terputus secara bahasa dengan para pengajarnya, taman sekolah, jalanan, dan di dalam bus saat pergi dan pulang sekolah menyediakan lahan subur bagi mereka untuk berkomunikasi satu sama lain, dan dengan mengembangkan gestur dan elemen-elemen dari sistem isyarat rumah mereka, bentuk mirip-pidgin, dan kemudian suatu bahasa mirip-creole secara cepat berkembang. Mereka membuat bahasa mereka sendiri. "Tingkat-pertama" pidgin ini dikenal dengan Lenguaje de Signos Nicaragüense (LSN), dan masih digunakan oleh kebanyakan murid yang mengikuti sekolah pada saat sekarang.

Staf di sekolah, tidak menyadari perkembangan dari bahasa baru ini, melihat anak-anak melakukan gestur sebagai hanya tiru-tiruan, dan sebagai kegagalan menguasai bahasa Spanyol. Tidak mampu memahami apa yang anak-anak katakan satu dengan yang lainnya, mereka meminta pertolongan pada pihak luar, dan pada Juni 1986, Mentri Pendidikan Nikaragua memanggil Judy Kegl, ahli bahasa Bahasa Isyarat Amerika (BIA, atau American Sign Language - ASL) dari MIT. Saat Kegl dan peneliti lain mulai menganalisa bahasa, mereka menemukan bahwa anak-anak yang lebih muda telah menggunakan bentuk mirip-pidgin dari anak yang lebih tua dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, dengan Kata kerja#kesepakatan dan konvensi-konvensi tata-bahasa lainnya. Bahasa isyarat yang lebih kompleks ini sekarang dikenal dengan Idioma de Señas de Nicaragua (ISN).

ISN dan linguistik[sunting | sunting sumber]

ISN memberikan kesempatan yang langka untuk mempelajari timbulnya sebuah bahasa baru. Sebelum ISN, penelitian mengenai perkembangan awal bahasa berfokus pada bahasa Kreol, yang berkembang dari gabungan dua (atau lebih) komunitas pembicara fasih yang berbeda. Perbedaannya, ISN berkembang dari suatu kelompok anak muda dengan sistem isyarat rumah dan gestur yang tidak-konvensional.

Beberapa bahasawan melihat apa yang terjadi di Managua sebagai bukti bahwa akuisisi bahasa adalah sesuatu yang terprogram di dalam otak manusia. "Kasus Nikaragua adalah yang paling unik dalam sejarah," Steven Pinker, penulis dari The Language Instinct, berpendapat. "Kami telah mampu melihat bagaimana anak - bukan orang dewasa - menghasilkan bahasa, dan kita telah mampu merekam kejadiannya dengan rincian yang sangat ilmiah. Dan ini hanya pertama kalinya kami benar-benar melihat sebuah bahasa tercipta begitu saja dari langit."

Sejak 1990, beberapa peneliti lainnya telah memulai mempelajari dan melaporkan perkembangan dari bahasa unik tersebut dan komunitasnya (termasuk Ann Senghas, Marie Coppola, Richard Senghas, Laura Polich, dan Jennie Pyers). Walau setiap dari mereka memiliki interpretasi terhadap kejadian yang menyangkut bahasa tersebut dan perkembangannya, semua setuju bahwa fenomena yang diteliti adalah satu dari sumber data terkaya dalam munculnya bahasa yang ditemukan sampai sekarang.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kapan disebut bahasa?[sunting | sunting sumber]

Para peneliti berbeda pendapat mengenai tingkat perkembangan apa pada ISN yang dapat dianggap sebagai bahasa yang sepenuhnya matang. Coppola berargumen bahwa sistem isyarat-keluarga terisolasi di Nikaragua telah memiliki komponen yang dapat disebut dengan linguistik (walau ini bukan berarti dia menyamakan isyarat-rumah dengan bahasa). Kegl berargumen bahwa mengikuti tingkat perpindahan dimana gestur kontak orang tuli berkumpul dan mengembangkan suatu komunikasi kontak cukup membuat anak mudah berpikir bahwa input dari mereka adalah suatu bahasa yang perlu dipelajari, generasi pertama dari anak-anak muda mempelajari suatu bahasa yang komplit dan kaya sebagai mana bahasa manusia yang diketahui pada masa sekarang dan perubahan selanjutnya membentuk suatu proses yang diharapkan dari perubahan historis. Senghas berargumen bahwa saat ISN terbentuk dan digunakan ia menjadi lebih dan lebih kompleks karena bantuan penggunaan dari pengguna yang lebih muda.

Imperialisme Linguistik[sunting | sunting sumber]

Sejak awal penelitiannya di Nikaragua tahun 1986 sampai Bahasa Isyarat Nikaragua telah mapan, Kegl berhati-hati menghindari memperkenalkan bahasa isyarat yang dia telah ketahui, khususnya Bahasa Isyarat Amerika, kepada komunitas tuli di Nikaragua. Sebuah bentuk imperialisme linguistik telah terjadi secara internasional selama beberapa dekade di mana beberapa individu akan memperkenalkan BIA ke populasi masyarakat di negara lain, terkadang menggantikan bahasa isyarat lokal yang telah ada. Aturan dari Kegl adalah untuk mendokumentasikan dan meneliti bukan untuk memperkenalkan atau mengganti bahasa atau komunitasnya. Walau dia tidak ikut campur dengan bahasa tuli Nikaragua yang terbuka dengan bahasa isyarat lainnya, dia tidak memberikan kesempatan itu berasal dari dirinya. Dia telah mendokumentasikan kontak dan pengaruh dari bahasa isyarat lainnya sejak awal 1990-an dan terus mempengaruhi ISN sebagaimana bahasa lain dalam kontak mempengaruhi satu sama lain.

Beberapa ahli Templat:Which? telah mempelajari isu ini, namun, dengan etika yang mengisolasi anak Nikaragua. Organisasinya Kegl, Nicaraguan Sign Language Project, membantu mendirikan sekolah tuli yang dikelola seluruhnya oleh pengajar-pengajar tuli Nikaragua, dan telah mendukung penderita tuli Nikaragua dalam menghadiri dan mempresentasikannya di konferensi internasional.[rujukan?]

Bukti untuk kapasitas bahasa lahiriah[sunting | sunting sumber]

William Stokoe, dikenal sebagai bapak dari Bahasa Isyarat Amerika, tidak setuju dengan munculnya ISN sebagai bukti dari suatu perangkat akuisisi bahasa. Stokoe juga mempertanyakan pernyataan bahwa bahasa telah muncul sepenuhnya tanpa influensi luar, dari (sebagai contohnya), bahasa Spanyol atau BIA. [2] Saat sekarang, tidak ada bukti akhir untuk menjawab kontroversi sekitar nativisme vs. pembelajaran kultural, dan perselisihan mencapai lebih jauh ke linguistik secara teoritis, dimana pendekatan yang berbeda dapat mengkonsepkan tata-bahasa dengan cara berbeda dan tidak-kompatibel. Walaupun bukti yang dikumpulkan sejauh ini tampak mengindikasikan tidak adanya akses ke bahasa Spanyol atau BIA dalam proses kemunculan awal, masih ada suatu kemungkinan bahwa perkembangan ISN difasilitasi oleh keterbukaan pembicara terhadap strategi komunikatif yang umum saat masa pertumbuhan awal. Alternatif terhadap teori perangkat akuisisi bahasa telah dipaparkan oleh Michael Tomasello (di antara yang lainnya).[rujukan?] Tomasello berargumen bahwa proses mendapatkan bahasa pertama dipicu oleh komunikasi selain-linguistik, seperti pembentukan kerangka gabungan yang disengaja dan dengan maksud pemahaman komunikatif. Bagaimanapun juga, sekali ISN digunakan, seperti halnya semua bahasa lainnya ia secara aktif berhubungan kontak dengan bahasa lain dalam lingkungannya.

Bahasa Isyarat Nikaragua sebagai "tak-tertuliskan"[sunting | sunting sumber]

R. Senghas (1997) menggunakan kalimat bahasa "tak-terucapkan, tak-tertuliskan" pada judul disertasinya untuk menyoroti kesalahpahaman umum bahwa bahasa tanpa bentuk penulisan tidak sama dengan "asli"-nya (suatu pandangan yang terkadang dipegang oleh orang yang tidak mempelajari bahasa pribumi). Dalam model yang sama, bahasa isyarat sering tidak mendapatkan pengakuan karena mereka tidak diucapkan atau ditulis. (Senghas tidak pernah mengklaim bahwa Bahasa Isyarat Nikaragua adalah tak-tertulis, hanya ia sering dianggap seperti itu oleh orang yang tidak mempelajari bahasa isyarat.)

Umumnya, pengaruh literasi yang ada pada status dari suatu bahasa juga diperkenalkan dalam debat yang disebut "paradigma bahasa tertulis," dimana ia diketahui bahwa keadaan dari bahasa tertulis pada suatu tingkat harus dipertimbangkan sebagai suatu fenomena yang bergantung kepada kultural dan sejarah. Tim Ingold, antropologis dari Inggris, mendiskusikan hal ini secara panjang lebar dalam Perception of the Environment (2000), walau ia secara khusus tidak berkaitan dengan ISN. Sejak 1996, bagaimanapun juga, masyarakat Nikaragua telah menuliskan bahasa mereka dengan tangan dan di komputer menggunakan SignWriting (lihat http://www.signwriting.org untuk contoh tertulis dari ISN). Pada saat sekarang, Bahasa Isyarat Nikaragua memiliki perpustakaan teks terbesar[rujukan?] ditulis dalam bahasa isyarat apapun, termasuk tiga jilid tentang cara membaca dalam ISN, bahasa Spanyol I dan II (dua bagian teks, buku latihan dan pegangan), Cuentos Espanoles (suatu kumpulan cerita dalam bahasa Spanyol dengan daftar kata dalam ISN), teks geografi, dan banyak lainnya.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Meir, Sandler, Padden, & Aronoff, (to appear). "Emerging sign languages." In Marschark & Spencer, eds., Oxford Handbook of Deaf Studies, Language, and Education.
  2. ^ Stokoe, William. "Letter to the Editor, Magazine". Diakses 25 February 2013. 

Tautan luar[sunting | sunting sumber]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Coppola, M. 2002. The emergence of grammatical categories in home sign: Evidence from family-based gesture systems in Nicaragua. Ph.D. Dissertation, Dept. of Brain and Cognitive Sciences, University of Rochester, Rochester, NY.
  • Coppola, M. and E. L. Newport. 2005. Grammatical Subjects in home sign: Abstract linguistic structure in adult primary gesture systems without linguistic input. Proceedings of the National Academy of Sciences 102(52): 19249-19253.
  • Coppola, M. and A. Senghas. 2010. Deixis in an emerging sign language. In Brentari, Diane, (ed) Sign Languages: A Cambridge Language Survey. Cambridge, UK: Cambridge University Press, pp. 543–569.
  • Kegl, J. 1994. Conference Report: Linguistic Society of America Meeting, January 6–9, 1994. Signpost. vol.7, no. 1, Spring, pp. 62–66.
  • Kegl, J. 1994. The Nicaraguan Sign Language Project: An Overview. Signpost. vol.7, no. 1, Spring, pp. 24–31.
  • Senghas, R., and J. Kegl. 1994a. Social Considerations in the Emergence of Idioma de Signos Nicaragüense (Nicaraguan Sign Language). Signpost. vol.7, no. 1, Spring, pp. 40–46.
  • Senghas, R., and J. Kegl. 1994b. Soziale Gesichtspunkte bei der Herausbildung der Nicaraguanishen Gebärdensprache. Das Zeichen, no. 29, September, pp. 288–293. [German translation of Senghas and Kegl (1994a)]
  • Kegl, J. 2000. Is it soup yet? Or, When is it Language? In the Proceedings of the Child Language Seminar 1999. City University, London.
  • Kegl, J. 2002. Language Emergence in a Language-Ready Brain: Acquisition Issues. In Morgan, G. and Woll, B., Language Acquisition in Signed Languages. Cambridge University Press, pp. 207–254.
  • Kegl, J. 2004. Language Emergence in a Language-Ready Brain: Acquisition Issues. In Jenkins, Lyle, (ed), Biolinguistics and the Evolution of Language. John Benjamins.
  • Kegl, J. (2008). The Case of Signed Languages in the Context of Pidgin and Creole Studies. In Singler, J. and Kouwenberg, S. (eds.), The Handbook of Pidgin and Creole Studies. London: Blackwell's Publishers. pp. 491–511.
  • Kegl, J. and G. Iwata. 1989. Lenguaje de Signos Nicaragüense: A Pidgin Sheds Light on the “Creole?” ASL. In Carlson, R., S. DeLancey, S. Gildea, D. Payne, and A. Saxena, (eds.). Proceedings of the Fourth Meetings of the Pacific Linguistics Conference. Eugene, Oregon: Department of Linguistics, University of Oregon, pp. 266–294.
  • Morford, J. P. & Kegl, J. 2000. Gestural precursors of linguistic constructs: How input shapes the form of language. In D. McNeill (Ed.), Language and Gesture. Cambridge: Cambridge University Press, pp. 358–387.
  • Kegl J., Senghas A., Coppola M 1999. Creation through contact: Sign language emergence and sign language change in Nicaragua. In M. DeGraff (ed), Comparative Grammatical Change: The Intersection of Language Acquisistion, Creole Genesis, and Diachronic Syntax, pp. 179–237. Cambridge, MA: MIT Press.
  • Polich, L. 1998. Social agency and deaf communities: A Nicaraguan case study. University of Texas at Austin Ph. D. dissertation
  • Polich, L. 2005. The Emergence of the deaf community in Nicaragua: "With sign language you can learn so much." Washington, DC: Gallaudet University Press.
  • Pyers, J. E., and A. Senghas (2006). Referential shift in Nicaraguan Sign Language: A comparison with American Sign Language. In P. Perniss, R. Pfau, and M. Steinbach, (Eds.), Visible variation: Comparative studies on sign language structure. Berlin: Mouton de Gruyter.
  • Saffran, J. R., A. Senghas, and J. C. Trueswell. (2001). The acquisition of language by children. Proceedings of the National Academy of Sciences, 98: 23, 12874-12875.
  • Senghas, A. (1994). Nicaragua’s lessons for language acquisition. Signpost: The Journal of the International Sign Linguistics Association, 7:1, spring 1994.
  • Senghas, A. (1995). Children's contribution to the birth of Nicaraguan Sign Language. Ph. D. dissertation, Massachusetts Institute of Technology. Distributed by MIT Working Papers in Linguistics.
  • Senghas, A. (1995). Conventionalization in the first generation: a community acquires a language. USD Journal of Contemporary Legal Issues, 6, Spring, 1995.
  • Senghas, A. (2003). Intergenerational influence and ontogenetic development in the emergence of spatial grammar in Nicaraguan Sign Language. Cognitive Development, 18, 511-531.
  • Senghas, A. (2005). Language emergence: Clues from a new Bedouin sign language. Current Biology, 15:12, 463-465.
  • Senghas, A., A. Özyürek, and S. Kita (2005). Language emergence in vitro or in vivo? Response to comment on “Children creating core properties of language: evidence from an emerging sign language in Nicaragua” Science, 309: 5731, 56.
  • Senghas, A., A. Özyürek, and S. Kita. (2002). Encoding motion events in an emerging sign language: From Nicaraguan gestures to Nicaraguan signs. In A. Baker, B. van den Bogaerde & O. Crasborn (Eds.) Cross-linguistic perspectives in sign language research. Selected papers from TISLR 2000. Hamburg: Signum Press.
  • Senghas, A., and M. Coppola. (2001). Children creating language: How Nicaraguan Sign Language acquired a spatial grammar. Psychological Science, 12, 4: 323-328.
  • Senghas, A., D. Roman, and S. Mavillapalli (2006). Simplemente Unico: Lo que la Comunidad Sorda de Nicaragua le Puede Enseñar al Mundo [Simply Unique: What the Nicaraguan Deaf Community Can Teach the World]. London/Managua: Leonard Cheshire International.
  • Senghas, A., S. Kita, and A. Özyürek (2004). Children creating core properties of language: evidence from an emerging sign language in Nicaragua. Science, 305: 5691, 1779-1782.
  • Senghas, R. J 1997. An 'unspeakable, unwriteable' language: Deaf identity, language & personhood among the first cohorts of Nicaraguan signers. University of Rochester, NY Ph. D. dissertation
  • Senghas, R. J. 2003. New ways to be Deaf in Nicaragua: Changes in language, personhood, and community. In Monaghan, L., Nakamura, K., Schmaling, C., and Turner, G. H. (eds.), Many ways to be Deaf: International, linguistic, and sociocultural variation. Washington, DC. Gallaudet University Press, pp. 260–282.
  • Senghas, R. J., Senghas, A., Pyers, J. E. 2005. The emergence of Nicaraguan Sign Language: Questions of development, acquisition, and evolution. In Parker, S. T., Langer, J., and Milbrath, C. (eds.), Biology and Knowledge revisited: From neurogenesis to psychogenesis. London: Lawrence Erlbaum Associates, pp. 287–306.
  • Shepard-Kegl, J. A. 1997. Prólogo. In Lopez Gomez, J.J., Peréz Castellon, A. M., Rivera Rostrán, J. M., and Baltodano Baltodano, J.F., (eds.), Diccionario del Idioma de Señas de Nicaragua. Managua: Asociación Nacional se Sordos de Nicaragua (ANSNIC), pp. ix-xi.
  • Shepard-Kegl, J.M. 2002. Teaching Literacy to Deaf Students in Nicaragua: A Common Sense Two-Step Approach. Yarmouth, ME: NSLP, Inc. (downloadable at http://www.nslpinc.org/Download.html)
  • Michael Tomasello 2005, Constructing a Language: A Usage-Based Theory of Language Acquisition. Harvard University Press