Bagong Kussudiardja
| Bagong Kussudiardja | |
|---|---|
| Lahir | 9 Oktober 1928 |
| Meninggal | 15 Juni 2004 (umur 75) |
| Pekerjaan | koreografer pelukis |
| Pasangan | Sofiana (meninggal tahun 1997) Yuli Sri Hastuti |
| Anak | Ida Manutranggana Elia Gupita Rondang Ciptasari Otok Bima Sidharta Butet Kertaradjasa Purbasari Ayuwangi Djaduk Ferianto |
| Orang tua | RB Tjondro Sentono |
| Agama | Kristen |
Bagong Kussudiardja (lahir di Yogyakarta, 9 Oktober 1928 – meninggal di Yogyakarta, 15 Juni 2004 pada umur 75 tahun) adalah seorang Koreografer dan Pelukis Indonesia. Bagong memulai kariernya sebagai penari Jawa klasik di Yogyakarta pada 1954. Ia berkenalan dengan seni tersebut melalui Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang dipimpin oleh Pangeran Tedjokusumo, seniman tari ternama.
Bagong mendirikan Pusat Latihan Tari (PLT) pada 5 Maret 1958 dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978. Selama hidupnya, lebih dari 200 tari telah diciptakan, dalam bentuk tunggal atau massal, diantaranya; tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, dan Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), juga Bedaya Gendeng (1980-an).
Orangtua Bagong, RB Tjondro Sentono menikah dengan Siti Aminah, Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah Kus Sumarbirah, Bagong Kussudiardja, Handung Kussudyarsana, dan terakhir Lilut Kussudyarto. Kakeknya, Gusti Djuminah konon adalah putra mahkota Sultan HB VII yang karena membelot, terpaksa harus menjalani hukuman kurantil (pengasingan).
Pranala luar [sunting]
- (Indonesia) Bagong Kussudiardja @ tokohindonesia.com
