Badil dan Blangkon Ajaib

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Badil dan Blangkon Ajaib
Badil & Blangkon Ajaib.jpg
Format Sinetron
Pembuat Screenplay Productions
Penulis Fiona Mahdalena
Sutradara Erlanda Gunawan
Pemeran Dimas Gabra
Hanggini Purinda Retto
Chandra Utha Saputra
Julian Liberty
Amanda Putri Julianti
Lagu pembuka Kolam Susu
Negara Indonesia
Jumlah episode 76
Produksi
Lokasi Jakarta
Durasi 1 Jam
Siaran
Saluran asli SCTV
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Periode siaran 21 April 201213 Juli 2012

Badil dan Blangkon Ajaib merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV. Pemainnya antara lain ialah Dimas Gabra, Hanggini Purinda Retto, Chandra Utha Saputra, Julian Liberty, Alfath, Alief Almafie, Amanda Putri Julianti, Yasamin Yasem, Michael Adam Rickard, Kris Anjar, Eko Mulyadi dan masih banyak lagi.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Badil, anak yang baik hati, polos dan berasal dari keluarga sederhana. Gito, ayahnya, seorang petani penggarap di sawah milik Eeng, lurah desa. Neneng, ibu Badil, membantu suaminya dengan berdagang peyek.

Suatu hari, dalam perjalanan menuju ke sekolah, Badil melihat seekor kucing yang terperosok ke dalam lubang.

Tak tega melihat kucing kesakitan, Badil menolongnya. Siapa sangka bahwa kucing itu adalah jelmaan Peri Sakura, peri yang sedang mencari pemilik baru untuk sebuah blangkon ajaib.

Peri Sakura senang karena merasa sudah menemukan pemilik yang tepat untuk blangkon ajaibnya. Sepulang sekolah, Peri Sakura muncul dan meletakkan blangkon di sisi Badil. Badil bingung melihat blangkon itu, karena tidak tahu siapa pemiliknya.

Badil meninggalkan blangkon di kamar, tapi blangkon itu malah masuk ke dalam tas Badil dan mengikutinya sampai ke sekolah. Saat Badil memakai blangkon itu, tanpa disadarinya, blangkon itu membuat Badil menghilang dari penglihatan manusia.

Sejak itu, Badil dan Blangkon mengalami banyak kejadian menarik. Gara-gara blangkon itu, teman Badil yang bernama Derby dan Jon Kribo tertukar badan. Selain itu juga, banyak petualangan yang Badil dapatkan setelah ia menemukan blangkon tersebut. Salah satu contohnya adalah bertemu langsung dengan Pitung.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]