Azmatkhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Azmatkhan atau Azmatkhan Al-Husaini adalah salah satu marga komunitas Hadramaut di Asia Tenggara. Nama Azmatkhan berasal dari penggabungan dua kata dalam bahasa Urdu Azmat yang berarti mulia, terhormat; dan Khan yang memiliki arti komandan, pemimpin, atau penguasa. Nama ini disandangkan kepada Sayyid Abdul Malik bin Alawi Ammul-Faqih setelah ia menjadi menantu bangsawan Nasirabad. Gelar “Khan” diberikan sebagaimana kepada keluarga bangsawan atau penguasa setempat lainnya.[1][butuh rujukan] Namun karena Sayyid Abdul Malik dari bangsa “syarif” (mulia) keturunan keturunan Al-Husain putra Fatimah binti Rasulillah SAW, maka mereka menambah kalimat “Azmat” sehingga menjadi “Azmatkhan”.[butuh rujukan] Dengan huruf Arab, mereka menulis عظمت خان bukan عظمة خان, dengan huruf Latin mereka menulis “Azmatkhan”, bukan “Adhomatu Khon” atau “Adhimat Khon” seperti yang ditulis sebagian orang.[butuh rujukan]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Sayyid Abdul Malik lahir di kota Qasam, sebuah kota di Hadhramaut, sekitar tahun 574 Hijriah. Ia juga dikenal dengan gelar “Al-Muhajir Ilallah”, karena beliau hijrah dari Hadhramaut ke Gujarat untuk berdakwah sebagaimana kakeknya, Sayyid Ahmad bin Isa, digelari seperti itu karena ia hijrah dari Iraq ke Hadhramaut untuk berda’wah. Menurut Sayyid Salim bin Abdullah Asy-Syathiri Al-Husaini (Ulama' asli Tarim, Hadramaut, Yaman), keluarga Azmatkhan yang merupakan leluhur Walisongo di nusantara adalah dari Qabilah Ba'Alawi atau Alawiyyin asal Hadramaut, Yaman, dari gelombang pertama yang masuk di nusantara dalam rangka penyebaran Islam.[butuh rujukan]

Silsilah[sunting | sunting sumber]

Sayyid Abdul Malik bin Alawi (Ammul Faqih Muqaddam) bin Muhammd Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Keturunan[sunting | sunting sumber]

Di antara dari keturunan Sayyid Abdul Malik Azmatkhan yang tersebar di Nusantara ialah seperti yang dituliskan dibawah ini : Al-Muhajir Ilallah Al-Imam As-Sayyid As-Syarif Abdul Malik Azmatkhan, berputra : Al-Amir Al-Mu’azhzham As-Sayyid As-Syarif Abdullah, berputra : Al-Amir Al-Mu’azhzham As-Sayyid As-Syarif Ahmad Syah Jalaluddin, berputra : Ad-Da'i Ilallah As-Sayyid As-Syarif Maulana Jamaludiin Akbar, berputra : (diantaranya) Ibrahim Zainuddin Akbar, Ali Nuril Alam, Barakat Zainal Alam. dari sinilah yang kemudian menjadi cikal bakal ulama yang dikenal dengan Walisongo[butuh rujukan]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hal ini persis dengan apa yang dialami Sayyid Ahmad Rahmatullah ketika diberi gelar “Raden Rahmat” setelah menjadi menantu bangsawan Majapahit. Lihat: Sunan Ampel

Pranala luar[sunting | sunting sumber]