Autobot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Autobots logo

Autobots adalah grup robot protagonis dalam serial Transformers. Mereka berasal dari planet Cybertron. Musuh utama mereka adalah Decepticons. Baik Autobots maupun Decepticons adalah robot berbentuk seperti manusia yang bisa berubah menjadi benda lain seperti mobil, pesawat terbang, hewan, dan juga kaset. Khusus untuk Autobots, mereka kebanyakkan bisa berubah menjadi mobil, binatang purba (dinosaurus), dan sebagian kecil bisa berubah menjadi pesawat dan roket (seperti Omega Supreme, Skyfire, Cosmos, Powerglide, dan tim Aerialbots).

Autobots dipimpin oleh Optimus Prime. Selain Optimus Prime, Autobots juga pernah dipimpin oleh Rodimus Prime dan Ultra Magnus. Warna mata para anggota Autobots adalah biru (sedangkan warna mata Decepticons adalah merah).

Autobots mempunyai beberapa sekutu, yaitu Dinobots, Aerialbots, Technobots, dan Protectobots. Selain itu mereka juga punya teman manusia, yaitu Sparkplug Witwicky, Spike Witwicky, Carly, Daniel Witwicky, dan Chip Chase.

Transformers G1[sunting | sunting sumber]

Optimus Prime sang pemimpin Autobots.

Dalam serial Transformers asli era 1980-an, Autobots adalah sebuah grup robot komersial yang diciptakan oleh Quintessons di Cybertron.[1] Tubuh mereka diciptakan oleh Plasma Energy Chamber, sementara kecerdasan mereka diberikan oleh super mega computer Vector Sigma.[2]

Namun karena terjadi suatu masalah antara A-3 (pemimpin produksi robot) dan Quintessons, maka Cybertron yang tadinya sangat kaya akan sumber daya tiba-tiba berubah menjadi sebuah planet mati. Akhirnya Autobots yang merupakan robot komersil, ingin menyamai Decepticons yang tadinya adalah robot untuk kalangan militer. Sehingga terjadilah perang besar, dan mengakibatkan Cybertron memasuki masa suram. Sementara itu Quintessons melarikan diri ke planet Quintessa dan sebagian lagi ada yang lari ke planet Junkion.

Ditengah perang besar antara Decepticons dan Autobots, pihak Decepticons memiliki satu keuntungan yaitu pemimpin (dalam hal ini Megatron). Sementara pihak Autobots tidak memiliki pemimpin, hingga akhirnya A-3 yang kemudian berubah nama menjadi Alpha Trion menjadi pelindung sementara Autobots sekaligus Cybertron.

Lima juta tahun berlalu, perang antara Autobots dan Decepticons malah mengakibatkan Cybertron kehabisan energi. Untuk itu Autobots dibawah pimpinan Optimus Prime memutuskan untuk mencari sumber energi baru. Namun Decepticons ternyata juga mengetahui niat Autobots tersebut dan mengikuti mereka. Terjadilah perang antar pesawat antara pesawat Ark milik Autobots dengan pesawat Nemesis milik Decepticons, hingga akhirnya gaya gravitasi Bumi menarik pesawat Autobots dan akhirnya jatuh menabrak sebuah gunung berapi.

Empat juta tahun kemudian, tepatnya di 1984, gunung berapi tersebut mengalami erupsi dan mengakibatkan komputer Teletraan I hidup kembali. Dengan menggunakan satelit mini, Teletraan menghidupkan kembali semua anggota Transformers. Yang lebih dulu dihidupkan adalah Decepticons, baru kemudian Autobots. Autobots akhirnya mendapat teman manusia selama berada di Bumi.

Memasuki abad 21, Autobots menciptakan Autobot City sebagai markas utama mereka selain The Ark, dimana ketika itu Decepticons mengontrol penuh Cybertron. Pada 2005 Decepticons menyerang Autobot City dan menyebabkan Optimus Prime meninggal. Sebelum meninggal, Optimus kemudian menyerahkan Matrix of Leadership kepada Ultra Magnus. Namun dilain tempat, Decepticons ternyata berkerjasama dengan Quintessons dan juga Unicron. Setelah serangan bertubi-tubi Decepticons, Para anggota Autobots terpaksa harus menyebar ke beberapa planet selain Bumi seperti Junkion dan Quintessa. Namun seorang Autobot muda bernama Hot Rod memberanikan diri menantang Galvatron (reinkarnasi dari Megatron) dan ia akhirnya berhasil merebut Matrix of Leadership dari tangan Galvatron. Selain itu Hot Rod juga berhasil mengalahkan Unicron dan akhirnya ia menabsihkan diri menjadi Rodimus Prime. Dengan kemenangan tersebut, Autobots berhasil merebut kembali Cybertron dari tangan Decepticons.

Tahun 2006 setelah perang besar Autobots vs. Decepticons usai, kini muncul lagi masalah lain, yaitu spora matahari (Hate Plague) yang menyerang semua manusia, juga Transformers. Rodimus Prime juga terkena infeksi. Sebelum terkena, Rodimus sempat memerintahkan Sky Lynx untuk mencari Quintessons guna membangkitkan kembali Optimus Prime. Satu anggota Quintesson berhasil ditemukan dan akhirnya Optimus kembali hidup. Optimus lantas merebut Matrix dari tangan Rodimus yang terinfeksi dan kemudian menyembuhkan seluruh makhluk hidup termasuk para Transformers dengan menggunakan Matrix tersebut.

Setelah satu tahun perdamaian tercipta antara Autobots dan Decepticons, pada 2007 Galvatron mencoba mengakses Plasma Energy Chamber. Ia berencana memindahkan Cybertron ke Bumi dan menggunakan energinya untuk menghisap energi matahari. Namun semua rencana tersebut ternyata sudah direncanakan oleh Vector Sigma untuk mengembalikan masa emas Cybertron. Dengan pertolongan Spike Witwicky dan para Nebulans, Autobots berhasil menghentikan usaha Decepticons dan akhirnya Autobots bisa mewujudkan kembali masa keemasan Cybertron, juga menyelamatkan Bumi dan matahari.

Transformers film[sunting | sunting sumber]

Film 2007[sunting | sunting sumber]

Dalam film Transformers karya sutradara Michael Bay ini, Autobots datang ke Bumi untuk mencari Allspark yang bisa memperbaiki Cybertron yang dirusak oleh Decepticons. Optimus Prime menyebutkan jantung dari kehidupan Cybertron adalah dalam kubus Allspark tersebut.

Sementara Megatron berpendapat, Allspark bisa digunakan untuk menguasai dunia. Akhirnya pihak Autobots dan Decepticons kembali berperang untuk mendapatkan Allspark. Dengan bantuan dari pihak militer Amerika Serikat, Autobots bisa mengalahkan Decepticons. Sementara itu Sam Witwicky akhirnya menembakkan Allspark ke dada Megatron sehingga Megatron tewas.

Dengan hancurnya Allspark, maka Autobots tidak bisa kembali lagi ke Cybertron, dan akhirnya Optimus Prime memutuskan untuk menjadikan Bumi sebagai rumah baru bagi Autobots.

Revenge of the Fallen[sunting | sunting sumber]

Dalam sekuel film Transformers ini, Autobots masih dipimpin oleh Optimus Prime, namun kali ini ia bersama rekan-rekan Autobot-nya harus menghadapi gempuran kekuatan baru Decepticons yang kali ini dipimpin oleh The Fallen.

Dark of the Moon[sunting | sunting sumber]

Dalam sekuel film Transformers ini, diceritakan kembali dari awal ketika terjadi peperangan di Cybertron, antara kubu Autobots dan Decepticons. Karena merasa lemah, pesawat Autobots yang bernama Ark dibawah pimpinan Sentinel Prime kabur dari Cybertron. Namun naas, pesawat tersebut terkena misil Decepticons yang mengejar mereka. Akhirnya pesawat tersebut tidak terkendali dan jatuh di bulan. Pada saat itu pula, di Bumi manusia mendeteksi ada sesuatu yang jatuh di bulan. Hal inilah yang mendominasi perjalanan manusia ke bulan oleh Amerika Serikat, dimana salah satu pilotnya adalah Neil Armstrong, yang ditugaskan secara rahasia untuk menyelidiki benda atau Ark itu.

Transformers: Animated[sunting | sunting sumber]

Petualangan Autobots di Transformers: Animated dimulai ketika Optimus Prime menonton video yang menceritakan masa lalu dari Autobots dan Decepticons, dimana Megatron dimasa silam (yang gambarnya merupakan kilas balik Transformers G1) dengan kejam berperang melawan Autobots.

Optimus bersama Bulkhead, Bumblebee, dan Ratchet merupakan lulusan dari akademi Autobots dibawah pimpinan Ultra Magnus. Ketika mereka menemukan Allspark, tanpa diduga mereka dikuntit oleh Decepticons. Dan kemudian Decepticons menyerang mereka hingga akhirnya mereka sampai di Bumi dan jatuh disekitar Detroit.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, barulah mereka semua ditemukan oleh Sari Sumdac. Sebelumnya kepala Megatron ditemukan oleh ayah Sari, Isaac Sumdac, dan menjadi salah satu barang rahasia miliknya di Sumdac Tower.

Selanjutnya Autobots kembali berperang melawan Decepticons untuk melindungi manusia dan Allspark yang mereka temukan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Marvel US issue #76, page 9-19
  2. ^ Marvel US issue #1, page 1, panel 2: "No rock or soil or sand contributed to its bizarre geography." "Its content was entirely mechanical."

Pranala luar[sunting | sunting sumber]