Assunniyyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pondok Pesantren Assunniyyah

Lambang Assunniyyah
Didirikan 1942
Jenis Pesantren Salafiyah
Afiliasi Islam
Pimpinan KH. Ahmad Sadid Jauhari
KH. A. Maddah Zawawi
KH. Rosiful Aqli
KH. A.Ghonim Jauhari
Pendiri KH. Djauhari Zawawi
Lokasi Kencong, Jember, , Indonesia

Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pondok Pesantren ini merupakan pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam setiap kegiatan belajar, dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning, dengan memisah antara santri putra dan santri putri dalam ruang yang berbeda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren Assunniyyah didirikan oleh KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1942 yang bermula dari pengajian biasa. Pada tahun 1945 pesantren ini dibubarkan menyusul serangan umum tentara Belanda di wilayah Kencong. Assunniyyah kembali dihidupkan setelah Indonesia berdaulat secara penuh pada tahun 1949.

Pada awalnya Pondok Pesantren Assunniyyah adalah berupa pengajian untuk masyarakat umum yang dikelola oleh KH. Djauhari Zawawi di ndalem. Lama-kelamaan pengajian ini dikenal masyarakat hingga ke luar kabupaten Jember, maka berdatanganlah santri-santri untuk mondok di pesantren ini.

Karena semakin banyaknya santri baru dan santri lama dirasa sudah mampu untuk mengajar, maka sistem sekolah mulai dilaksanakan di pondok pesantren Assunniyyah dengan dua tingkat, yaitu ibtidaiyah dan tsanawiyah. Sepulang KH. Ahmad Sadid Jauhari pada tahun 1980 dari tanah suci setelah berguru kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Assunniyyah mendirikan madrasah Aliyah.

Sepeninggal KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1994, kendali utama Assunniyyah dipegang oleh KH. Ahmad Sadid Jauhari, walaupun secara umum pengelolaannya dilakukan secara kolektif oleh keempat putra KH. Djauhari Zawawi dan adik beliau KH. Ahmad Maddah Zawawi.

Mengingat kebutuhan masyarakat akan legalitas ijazah formal, Assunniyyah sudah menyelenggarakan program wajar dikdas, program paket C, dan pembukaan kelas untuk jurusan tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Assunniyyah (STAIFAS).

Kini Assunniyyah meniru gaya pondok pesantren di Sarang, Rembang, dimana ada beberapa pesantren yang dikelola secara independen, namun tergabung dalam satu atap madrasah. Di Assunniyyah sekarang ada Pondok Pesantren Ali Ba'alawi yang dipimpin oleh KH. Sholahudin Munshif, Pondok Pesantren Assunniyyah Timur yang dipimpin oleh KH. A. Ghonim Jauhari, PP. Al Hikmah pimpinan Ky. M. Irsyad, dan PP Nurul Islam pimpinan Ky. Ali Rusydi disamping PP. Assunniyyah induk sendiri.

Sistem dan Unit Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Ada dua sistem pendidikan di Assunniyyah, yakni pendidikan madrosiyah dan pendidikan ma'hadiyah. Pendidikan madrosiyah ialah pendidikan klasikal dengan tiga tingkat; ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Pendidikan ma'hadiyah ialah pendidikan yang adakan tanpa berdasar kelas yang umumnya berupa pengajian kitab kuning, baik yang dibaca oleh para ustadz atau oleh pengasuh. Secara keseluruhan unit Pendidikan Assunniyyah adalah :

  • Madrasah Ibtidaiyah (6 tahun)
  • Madrasah Tsanawiyah (3 tahun)
  • Madrasah Aliyah (2 tahun)
  • Pendidikan Khusus (PK)
  • Pendidikan Takhashus
  • Badan Musyawarah Waqi'iyah (BMW)
  • Tahriri bahtsul Masa'ail
  • dan Pengajian-pengajian umum ala ahlussunnah wal jamaah.

Untuk bidang keterampilan di Assunniyyah disediakan kursus-kursus, seperti komputer, pertukangan, tata busana dan tata rias.

Pengiriman Guru Tugas[sunting | sunting sumber]

Untuk membantu masyarakat dan sebagai upaya dakwah, Assunniyyah secara rutin mengirim guru tugas terutama yang telah menjalani pendidikan di madrasah aliyah, ke tempat-tempat yang ditentukan. Saat ini guru tugas dari Assuniyyah terdapat di Samarinda, Balik Papan, Kutai, Tenggarong, Tambarangan, Riau, Cilacap, Kulon Progo, Sragen, Melaya, Singaraja dan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kompleks pondok pada umumnya terdiri dari musholla induk, aula, gedung dua lantai, dan gedung madrasah.

Terdapat juga:

Biaya dan sumber dana[sunting | sunting sumber]

  • Biaya pendidikan bagi siswa di Assunniyyah sebesar Rp. 225.000 per bulan, mencakup semua biaya pendidikan, biaya asrama, pembangunan, kesejahteraan dan biaya makan (3 kali sehari).
  • Ustadz dan pengasuh pondok tidak pernah digaji
  • Manajemen pesantren dilakukan secara swadana dan swakelola
  • Sumber pendanaan berasal dari santri dan pengembangannya dikelola dalam beberapa unit usaha untuk mendanai pendidikan, pengajaran, dan pengasuhan.
  • Seluruh pengelola adalah keluarga besar pondok yang terdiri dari para santri dan ustadz.

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Para santri dilarang menonton TV, mendengarkan Radio, membawa HP, merokok, keluar lokasi pesantren tanpa dan dan larangan-larangan lain sesuai dengan qanun yang berlaku.
  • Santri madrasah wajib hafal awamil, syabrowi, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah dan Jauharul Maknun.
  • Assunniiyyah juga memberikan kesempatan kepada santri untuk tahfidz al-Qur'an