Asam lisergat dietilamida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Asam lisergat dietilamida
Nama sistematis (IUPAC)
(6aR,9R)- N,N- dietil- 7-metil- 4,6,6a,7,8,9- heksahidroindolo- [4,3-fg] kuinolina- 9-karboksamida
Data klinis
Kat. kehamilan X(AU) X(US)
Status hukum Prohibited (S9) (AU) Schedule III (CA) ? (UK) Schedule I (US)
Rute Oral, Intravena
Pharmacokinetic data
Metabolisme Hepar
Waktu paruh 3-5 jam[1][2]
Ekskresi Ginjal
Pengenal
Nomor CAS 50-37-3
Kode ATC  ?
PubChem CID 5761
ChemSpider 5558
Sinonim LSD, LSD-25,
lisergida,
D-asam lisergat dietilamida,
N,N- dietil- D- lisergamida
Data kimia
Formula C20H25N3O 
Massa mol. 323,43 g/mol
SMILES eMolecules & PubChem
Data fisik
Titik lebur 80 °C (176 °F)

Asam lisergat dietilamida (LSD) merupakan suatu narkotika halusinogen. Obat ini bersifat psikedelik dari keluarga ergolina.

Diperkenalkan oleh Sandoz Laboratories (kini Novartis), dengan nama dagang Delysid, sebagai obat dengan berbagai penggunaan psikiatrik pada tahun 1947, LSD segera menjadi agen terapi yang nampak menimbulkan harapan besar.

LSD bersifat adiktif (ketergantungan) dan toksik (keracunan) dan banyak dikenal atas efek psikologisnya yang menyebabkan tertutup/terbukanya mata, perasaan distorsi waktu, kematian ego dan pergeseran kognitif yang dalam, serta berperan penting dalam kontrabudaya tahun 1960.

Dosis tunggal asam lisergat dietilamida berkisar antara 100-500 mikrogram. Jumlah tersebut hampir setara dengan 1/10 massa sebutir pasir.

Reaksi fisik pada LSD bervariasi dan tak spesifik. Gejala berikut telah dilaporkan: konstraksi rahim, hipotermia, demam, kenaikan kadar gula darah, tegaknya bulu roma, peningkatan curah jantung, cengkeraman rahang, perspirasi, midriasis (dilatasi pupil), produksi air liur dan lendir, suhad (rasa tak dapat tidur), hiperefleksia, dan tremor. Terdapat beberapa indikasi bahwa LSD dapat menimbulkan keadaan fuga disosiatif pada orang-orang yang mengonsumsi beberapa jenis antidepresan tertentu seperti garam litium dan trisiklik.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Aghajanian, George K.; Bing, Oscar H. L. (1964). "Persistence of lysergic acid diethylamide in the plasma of human subjects" (PDF). Clinical Pharmacology and Therapeutics 5: 611–614. PMID 14209776. Diakses 2009-09-17. 
  2. ^ Papac, DI; Foltz, RL (May/June 1990). "Measurement of lysergic acid diethylamide (LSD) in human plasma by gas chromatography/negative ion chemical ionization mass spectrometry" (PDF). Journal of Analytical Toxicology 14 (3): 189–190. PMID 2374410. Diakses 2009-09-17.