Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat
| Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat | |
|---|---|
|
(2,4-dichlorophenoxy)acetic acid
|
|
|
Nama lain
2,4-D
hedonal trinoxol |
|
| Identifikasi | |
| Nomor CAS | [94-75-7] |
| PubChem | |
| SMILES | Clc1cc(Cl)ccc1OCC(=O)O |
| InChI | 1/C8H6Cl2O3/c9-5-1-2-7(6(10)3-5)13-4-8(11)12/h1-3H,4H2,(H,11,12) |
| Sifat | |
| Rumus kimia | C8H6Cl2O3 |
| Massa molar | 221.04 g mol−1 |
| Penampilan | bubuk putih hingga kuning |
| Titik lebur |
140.5 °C (413.5 K) |
| Titik didih |
160 °C (0.4 mm Hg) |
| Kelarutan dalam air | 900 mg/L (25 °C) |
| Senyawa terkait | |
| Senyawa terkait | 2,4,5-T, Dichlorprop |
| Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa) |
|
Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat (2,4-D) adalah senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai herbisida (pembunuh tanaman pengganggu atau gulma).[1] Herbisida berbahan 2,4 D pertama kali digunakan pada tahun 1940 di Amerika Serikat. Mekanisme kerja 2,4-D adalah menyebabkan pembelahan sel yang tidak terkendali di dalam jaringan pembuluh (vaskuler).[1] Paparan senyawa 2,4-D pada jaringan tumbuhan akan menyebabkan produksi etilen meningkat dan perkembangan dinding sel tumbuhan menjadi abnormal.[1] Beberapa kelebihan dari herbisida ini adalah harganya murah dan efektif untuk mengontrol gulma.[2] Selain berguna untuk membunuh gulma di lahan pertanian, hutan, dan jalan darat, senyawa 2,4-D juga dapat membunuh gulam di lingkungan perairan.[2] Contoh lingkungan perairan tersebut adalah kanal, sungai, danau, kolam, dan waduk.[2]
Referensi [sunting]
- ^ a b c (Inggris) National Pesticide Information Center. "2,4-D TECHNICAL FACT SHEET".
- ^ a b c (Inggris) www.24d.org. "Industry Task Force Ii On 2,4-D Research Data". Diakses 10 Juni 2010.
