Ari Wibowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ari Wibowo
Ari Wibowo
Latar belakang
Nama lahir Arianto Wibowo
Lahir 26 Desember 1970 (umur 43)
Bendera Jerman Berlin, Jerman
Jenis Musik Pop
Pekerjaan aktor, penyanyi, model
Tahun aktif 1987 - sekarang
Perusahaan rekaman HP Record
Terkait dengan Cool Colours
Hubungan Ira Wibowo (kakak)
Pasangan Inge Anugrah
Anak Kenzo Wibowo
Marco Wibowo
Orang tua Wibowo Wirjodiprojo dan Sibylle Ollmann
Agama Kristen Protestan

Arianto Wibowo atau lebih dikenal dengan Ari Wibowo (lahir di Berlin, Jerman, 26 Desember 1970; umur 43 tahun) adalah aktor yang mengawali kariernya sebagai peragawan dan foto model yang beragama Protestan. Adik Ira Wibowo dan paman dari Richard Kevin ini juga pernah bergabung dengan kelompok vokal Cool Colours yang anggotanya terdiri dari Ari Sihasale, Surya Saputra, dan Johandy Yahya, sekaligus menggantikan posisi Teuku Ryan dalam grup tersebut. Ia sempat menyandang sabuk merah taekwondo yang membawanya untuk membintangi sinetron laga seperti Deru Debu dan Jacky.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Bungsu dua bersaudara pasangan Wibowo Wirjodiprojo dan Sibylle Ollmann ini lahir di Jerman dan baru tinggal di Indonesia sejak umur 10 tahun.

Ari menikah dengan Inge Anugrah pada tanggal 7 Juli 2006 di hotel Four Season Jakarta.[1] Dari perkawinan tersebut, keduanya dikaruniai 2 orang anak, Kenzo Wibowo[2] dan Marco Wibowo.

Karier[sunting | sunting sumber]

Awal karier[sunting | sunting sumber]

Perkenalan pertama Ari dengan dunia hiburan adalah pada usia 17 tahun saat ditawari untuk memperagakan karya perancang dunia tersohor dari Prancis, Pierre Cardin, di Hotel Hilton Jakarta. Setelah itu, berbagai tawaran untuk pemotretan mengalir deras. Ari laris jadi peragawan, model foto, dan bintang iklan majalah. Tak lama kemudian datang tawaran untuk membintangi sebuah film layar lebar.

Layar lebar[sunting | sunting sumber]

Dalam debut layar lebarnya, Ari langsung mendapat peran utama sebagai Valen dalam film karya Bobby Sandy berjudul Valentine (1989) dan dipasangkan dengan pemain-pemain yang sudah mendapat tempat di hati remaja saat itu, seperti Sophia Latjuba, Dian Nitami, Karina Suwandi, dan Thomas Djorghi. Empat tahun berikutnya, Ari membintangi empat film lagi, yaitu Pengantin (1990), Aku Rindu (1991), Pesta (1992), dan Si Manis Jembatan Ancol (1993).

Layar kaca[sunting | sunting sumber]

Saat industri film nasional 'pingsan', Ari beralih ke produksi layar kaca. Sinetron pertamanya adalah Keluarga van Danoe Wiryo (1993). Tak puas dengan perannya sebagai anak manja dari orang tua Indo-Belanda yang kaya raya, Ari menerima tawaran bermain dalam sinetron laga Deru Debu. Baru sepuluh episode, Ari beralih ke sinetron laga Jacky sebagai Jacky. Beberapa sinetron laga yang kemudian dibintanginya seperti Perjalanan serta Darah dan Cinta menahbiskan Ari sebagai aktor laga. Ari yang tak puas dengan image-nya sebagai aktor laga kemudian bermain dalam berbagai sinetron drama seperti Cinta Berkalang Noda, Tersanjung, Terlanjur Sayang, dan Badai Pasti Berlalu.

Dunia tarik suara[sunting | sunting sumber]

Tak puas di jalur akting, Ari pun merambah dunia tarik suara dengan bergabung di kelompok vokal Cool Colours bersama dengan Ari Sihasale, Surya Saputra, dan Johandy Yahya. Album yang pernah dirilis bersama Cool Colours adalah Satu Yang Pasti (1999).

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Cowok Cool dan Maniak Seks di Radio Prambors
  • Bintang Artis Terfavorit pilihan Pemirsa dan Pembaca C & R (2000)
  • Drama Televisi, Pria favorite Panasonic Awards (1998)
  • Bintang Drama Televisi Pria Favorit Panasonic Award (2000)

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Album[sunting | sunting sumber]

  • Satu Yang Pasti (1999) bersama Cool Colours

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Minak Djinggo International
  • Ovale Maskulin
  • Fatigon

Bela diri[sunting | sunting sumber]

Ari mulai menekuni karate sejak usia 7 tahun dan setelah beberapa tahun tinggal di Indonesia, Ari beralih menekuni taekwondo. Ia sempat meraih juara 3 pada Kejuaraan Tae Kwon Do se-Jakarta, Padahal saat itu ia yang masih mengenakan sabuk putih, sedangkan lawnnya adalah pemegang sabuk merah.

Kasus[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juni 2013, Ari Wibowo menabrak seorang kakek berusia 80 tahun hingga meninggal dunia dan ia telah dijadikan tersangka dengan pengenaan pasal 310 ayat 3 dan pasal 106 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]