Alasdair MacIntyre
| Alasdair MacIntyre filsuf Barat |
|
|---|---|
|
(Photo Credit: Sean O'Connor)
|
|
| Nama: | Alasdair Chalmers MacIntyre |
| Lahir: | 12 Januari 1929 (umur 83) |
| Meninggal: | |
| Aliran/tradisi: | Analytic Philosophy |
| Minat utama: | Ethics, Metaethics, History of Ethics, Political Philosophy |
| Gagasan penting: | Revival of Virtue ethics |
| Dipengaruhi: | Aristotle · Augustine · Thomas Aquinas · Kierkegaard · Marx · Nietzsche · Hegel · G. E. M. Anscombe · R. G. Collingwood · Imre Lakatos · Thomas Kuhn · John Henry Newman · |
| Memengaruhi: | Postliberal theology, Alistair McGrath |
Alasdair MacIntyre adalah seorang filsuf kontemporer yang terkenal dengan pandangan etika Aristoteles.[1] Ia dilahirkan pada tahun 1929 di Irlandia.[2] Semula ia mengajar di Universitas Oxford, namun kemudian pindah ke Amerika Serikat dan mengajar di Universitas Vanderbilt di Tennessee.[2] Dua buku MacIntyre yang terkenal adalah "After Virtue" yang ditulis pada tahun 1981, dan "Whose Justice? Which Rationality?" yang ditulis pada tahun 1988.[2]
Ketika buku After Virtue diterbitkan, segera buku itu mendapat perhatian luas.[2] Isinya merupakan analisis dan kritik terhadap pandangan-pandangan etika modern dari sudut pandang etika Aristoteles.[1] Menurutnya, usaha dalam bidang etika sejak David Hume, baik itu Kant, Hegel, Mill, semuanya keliru.[2] Etika hanya dapat diselamatkan dari kekeliruan elama ini bila kembali ke pandangan etika tradisional, yakni Aristoteles.[2] Buku keduanya berisi cara pandang MacIntyre yang melatarbelakangi kritiknya dalam buku pertama.[2]
