Al-Qa'im bin Amrillah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Profil Singkat

Nama aslinya adalah Hamzah bin Al Mutawakil. Seorang pemberani dan keras, tetapi berwatak sangat kejam.

[sunting] Menjadi Khalifah

Dibaiat menjadi Khalifah setelah wafatnya saudaranya.Dua tahun setelah menjadi Khalifah, Sultan az-Zahir Sayfudin Jaqmaq (1438-1453) wafat dan digantikan anaknya yang bernama al-Mansur Fakhrudin Usman (1453). Sebulan setengah kemudian ia dikudeta oleh Inal yang kemudian menjadi Sultan pada Rabiul Awal dengan gelar al-Ashraf Sayfudin Inal (1453-1461).

Sultan Al-Ashraf menjalin hubungan baik dengan Kesultanan Usmanuyah yang menaklukan Konstantinopel, menyebabkan kegembiraan besar di Mesir Adalah Sultan Muhammad II yang melakukannya. Dalam rangka penak-lukan ini dia memperkuat kekuatan militernya hingga mencapai 250.000 per-sonil. Selain itu ia juga memperkuat infrastruktur angkatan bersenjata dan modernisasi peralatan tempur, dengan membangun benteng Romali Hisyar di wilayah selatan Eropa di selat Bosphorus pada sebuah titik yang paling strategis yang berhadapan dengan benteng yang pernah dibangun pendahulunya yaitu Sulthan Bayazid di daratan Asia, beliau juga menyiapkan meriam-meriam yang berukuran sangat besar dalam penaklukan kali ini.

Sebelum serangan dilancarkan, Sultan Muhammad II telah mengadakan perjanjian dengan kerajaan yang berbatasan langsung dengan Konstantinopel agar tidak mengganggunya sehingga perhatiannya tidak terpecah sewaktu mela-kukan pengepungan. Selain itu, Sulthan juga memperkuat armada laut Utsmani hingga mencapai 400 unit. Meriam-meriam besar telah digerakkan dari Adrianopel menuju Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan.

Ternyata Kaisar Byzantium berusaha minta bantuan dari negara-negara Eropa dan Paus di Roma, meski gereja di Costantinopel menjadi beraliran Orthodoks yang berselisih dengan geraja Katolik Roma. Demi mendapatkan bantuan, Constantine XI Paleologus setuju untuk menukar aliran di Costan-tinople dengan Katolik Roma. Hal ini menimbulkan kemarahan penduduk yang beraliran Orthodoks. Situasi ini telah mencetuskan pemberontakan rakyat terhadap keputusan Constantine XI yang dianggap telah berkhianat.

Akhirnya pasukan yang dipimpin langsung sultan Muhammad II sampai didekat Konstantinople pada hari Kamis tanggal 26 Rabiul Awwal 857 H.(6 April 1453 M). bersama gurunya, Saikh Aaq Syamsudin, dan tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha. Mereka mengepung kota Konstantinopel dari berbagai penjuru dengan berbekal 150.000 ribu pasukan, meriam dan 400 kapal perang. Sulthan Muhammad II juga mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam, menyerahkan kota secara damai atau memilih perang. Ternyata Kaisar Constantine Paleologus memilih mempertahankan kota. Ia dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.

Oleh karena itu, Sultan Muhammad II memerintahkan pengepungan kota baik dari laut maupun daratan. Didarat serangan Meriam diarahkan keberbagai sudut kota. Sedangkan dilaut, kapal-kapal Usmaniyah ternyata tidak bisa melewati Tanduk Emas karena rantai raksasa yang menghalanginya.Armada laut Utsmani mencoba beberapa kali untuk melepas rantai itu, sekaligus, menyerang kapal-kapal Byzantine dan Eropa yang mempertahankan perairan Namun usaha ini tidak berhasil.

Menghadapi kesulitan ini, Sultan Muhammad memerintahkan memin-dahkan kapal-kapal perangnya melalui darat untuk menghindari rantai peng-halang. Akhirnya dalam semalam 70-an kapal bisa memasuki perairan Tanduk Emas melalui jalur darat. Akibatnya, pada subuh pagi tanggal 22 April, penduduk kota terkejut melihat Armada laut Usmaniyah telah ada diperairan mereka. Dengan posisi ten-tara islam yang semakin kuat, Sultan Muhammad II melancarkan serangan be-sar-besaran ke benteng Konstantinopel. Tembakan meriam yang telah mengka-ramkan sebuah kapal dagang di Tanjung Emas, menyebabkan tentara Eropa yang lain lari ketakutan dan meninggalkan pertempuran melalui kota Galata.

Sultan Muhammad II yang yakin bahwa kemenangan semakin tiba, menyurati Kaisar Constantine XI Paleologus agar menyerah kalah tanpa terus membiarkan kota itu musnah akibat gempuran meriam. Akan tetapi Kaisar. Costantine, setelah berunding dengan para menterinya, memilih bertahan.

Tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jamadil Awal 857H / 29 Mei 1453 M, serangan umum dilancarkan. Diiringi hujan panah, tentara Usmaniyah maju dan akhirnya berhasil menembus kota Kostantinopel melalui Pintu Edirne dan berhasil mengibarkan bendera Daulah Usmani di puncak kota. Constantine XI Paleologus yang melihat kejadian itu melepas baju perang kerajaannya dan maju bertempur bersama pasukannya hingga terbunuh. Giustiniani sendiri melarikan diri meninggalkan kota dengan pasukan Genoanya. Sedangkan Kardinal Isidor meloloskan diri dengan menyamar sebagai budak melalui Galata. Adapun Pa-ngeran Orkhan gugur di peperangan.

Berita kematian Costantine, menaikkan semangat tentara Islam dan menurunkan semangat pasukan Konstantinopel. Akhirnya Kota Konstantinopel berhasil ditaklukan. Nama Kostantinople kemudian diganti "Islam Bol/Islam-bul", yang berarti "Kota Islam" dan kemudian dijadikan sebagai ibu kota Usma-niyah. Sultan Muhammad II kemudian diberi gelar Al-Fatih (penakluk). Pertempuran ini berlangsung dari tanggal 6 april s/d 29 mei 1453, atau hampir 2 bulan lamanya. Kemudian Sultan mengirimkan surat keberbagai Sultan di Timur seperti di India, Mesir, Hejaj dan daerah lainnya, untuk memberitahu jatuhnya Kota Konstantinopel ketangan kaum Muslimin. Di Mesir surat itu diterima sultan Al Ashraf. Utusan yang mengantarkan surat itu disertai dengan tawanan dari Bizantium. Penduduk mesir gembira mendengar kabar itu.

Dua tahun setelah kejadian itu, terjadi perselisihan antara Khalifah dengan Sultan Al Asyraf, sehingga beliau diturunkan dari kursi kekhalifahan pada bulan Jumadil Akhir 859 H / Juni 1455 dan diungsikan ke Alexandria dan dipenjara-kan disana hingga wafatnya pada tahun 863 H /1459 M dan dimakamkan berdampingan dengan makam Al Musta’in

[sunting] Sumber =

Akun
Ruang nama

Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan