Akademi Kebudayaan Tegal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Akademi Kebudayaan Tegal (AKTA) adalah sebuah wahana pengkajian sumberdaya manusia dalam bidang seni-budaya bagi masyarakat Kota Tegal sekitarnya. Dideklarasikan pada tamggal 2 Februari 2008 oleh Joshua Igho BG (musisi dan penulis yang sekaligus sebagai pengagas), HM Enthieh Mudakir (penyair), Agus Wijanarko (wartawan), Atmo Tan Sidik (budayawan), dan Wijanarto (penulis, sejarawan), di Gedung Kesenian Kota Tegal, berbarengan dengan acara orasi budaya Bupati Tegal, Agus Riyanto S.Sos.

Jenis Kegiatan[sunting | sunting sumber]

  • Mendampingi persoalan horizontal antarseniman
  • Mendampingi kantong-kantong budaya dalam hal pengembangan seni
  • Penelitian dan pengembangan kesenian daerah
  • Menyelenggarakan diskusi, seminar, pelatihan, dan workshop seni-budaya
  • Menyelenggarakan pergelaran seni-budaya
  • Menyelenggarakan pekan seni-budaya
  • Mengutus delegasi seni-budaya
  • Memberikan support untuk pergelaran kantong-kantong budaya
  • Memberikan penghargaan kepada pribadi-pribadi teladan
  • Menerbitkan buku-buku seni-budaya
  • Menerbitkan jurnal seni-budaya online
  • Memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah

Personel[sunting | sunting sumber]

  • Joshua Igho BG (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 18 April 1968; umur 46 tahun), bekerja sebagai musisi di Karlita International Hotel, Kota Tegal. Aktif berkesenian (teater, menulis, dan bermain musik) sejak kuliah di IKIP Semarang. Bergabung dengan Teater SS, Teater Rass, Teater Dhome. Membidani sejumlah band antara lain: Kranji Rock Band, JavaHard Rock, Dast Band, Eldonan Band, dan pianis tetap pada Paduan Suara Bahana Sebayu, milik Pemerintah Kota Tegal. Tulisan-tulisannya termuad di Muara Post, Buana Post, Buana Post, Radar Tegal, Suara Merdeka, dan Kompas. Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi Lembayung Hati (SmartPro, 1992), Nyanyian Kemarau (SmartPro, 1996), dan Dian Sastro For President (antologi puisi bersama, AKY, 2005).
  • Wijanarto (lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 27 Agustus 1971; umur 43 tahun). Pria ini mudah dikenal dari sosoknya yang tambun dan kepala plontos. Menggeluti dunia tulis menulis dan jurnalistik. Beberapa tulisannya menyebar di Kompas, Republika, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat serta Jawa Pos Group. Sempat belajar membuat film pendek Nasib dan Pulang. Serta film dokumenter Menelusuri Jejak Sejarah Brebes.
  • Agus Wijanarko (lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 1 Agustus 1969; umur 45 tahun) hijrah ke Tegal tahun 1990 saat SKH Kedaulatan Rakyat menugaskan untuk liputan di Kota Bahari ini. Perjalanan jurnalistiknya naik turun bagaikan perputaran roda. Pernah menjadi kontributor Televisi Pendidikan Indonesia, Stringer Foto di Reuters dan kamerawan Reuters TV –media asing ini berbasis di Inggris. Saat bersamaan juga menjadi stringer foto di LKBN Antara. Pada awal tahun 2000 menjadi wartawan Republika hingga tahun 2006. ‘Selanjutnya dia bekerja sebagai kamerawan TV3 Malaysia Biro Jakarta. Karena cinta Tegal, pada awal Nopember 2006, ia meninggalkan Jakarta dengan menyetujui tawaran membidani terbitnya Nirmala Post sebagai menjadi Pemimpin Redaksi.
  • Atmo Tan Sidik, namanya mencerminkan pluralitas etnik Jawa, China, dan Arab. Konon agar dapat bergaul pada aras multikultural. Menulis kolom Tegalan dan Brebesan. Pemimpin Redaksi Berita Berhias, ini saat bujangan menjabat Kepala Desa Pakijangan (1989-1997). Pengamat budaya pantura, ini tahun 2006 dinobatkan sebagai nominator Pemuda Award Bidang Seni Budaya Jawa Tengah. Saat ini berkhidmat sebagai Kepala Seksi Media Cetak dan Elektronik di Kantor Informasi dan Humas Kabupaten Brebes.
  • Enthieh Mudakir (lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 24 April 1963; umur 51 tahun). Dinobatkan sebagai aktor terbaik pada festival teater RSPD tahun 1987. Malang- melintang di dunia jurnalis di Harian Umum; Jayakarta, Merdeka, Jawa Pos Group Jakarta. Keseriusannya menekuni jagat sastra sebagai penyair, melahirkan antologi puisi antara lain: Malam Begini Bening (1990), Negeri Poci 2 (1996), Koor Zaman (2002), Dian Sastro For President (2005), dan Cemas Belum Menyerah (2007). Karya-karyanya dimuat diberbagai media massa antara lain Horison, Republika, Pelita, Suara Karya, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Radar Tegal, Nirmala Post, dan lain-lain. Pernah menjabat sebagai News Manager dalam acara Sacimit News di TV Tegal. Selain aktif di Akademi Kebudayaan Tegal, saat ini menjabat sebagai redaktur pelaksana majalah bulanan DeLik terbitan GN-PK (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi).

Agenda[sunting | sunting sumber]

  • Orasi Budaya Agus Riyanto (2 Februari 2008)
  • Mengirim duta seni (musikalisasi puisi Joshua Igho BG) pada acara peluncuran antologi puisi milik Beno Siang Pamungkas dengan judul Ensiklopedia Kesedihan di Kota Semarang (Maret 2008)
  • Menerbitkan buku Kesan Pergaulan Bersama Adi Winarso (Maret-April 2008)
  • Mendukung Pergelaran baca puisi Timur Sinar Suprabana yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Tegal (4 Mei 2008)
  • Mendukung pergelaran pekan keroncong Dewan Kesenian Tegal (Maret 2008)
  • Bedah buku Mengutamakan Rakyat bersama Mayjend Saurip Kadi dan Liem Siok Lan, di Pendapa Kota Tegal (17 Februari2008)
  • Pidato budaya akhir tahun (31 Desember 2008)
  • Pameran lukisan Nino Moebi bertajuk AW Dalam Berbagai Ekspresi yang dipersembahkan bagi Adi Winarso, S.Sos, Walikota Tegal periode 1999-2004/2004-2009 (3 Maret 2009)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]