Aire urbaine

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Aire urbaine (bahasa Perancis untuk "wilayah urban") merupakan sebuah daerah statistik yang dibuat oleh INSEE (biro statistik nasional Perancis) yang terdiri dari sebuah lingkaran komuter (couronne périurbaine) yang mengelilingi inti urban lanjutan (pôle urbain). Sebagaimana yang dijelaskan, aire urbaine sama (meski tak serupa) dengan sebutan yang lebih umum, "wilayah metropolitan", dalam bahasa Indonesia.

Aire urbaine merupakan sebuah satuan demografi yang didasarkan pada peta negara Perancis yang lengkap dengan commune (kotamadya). Berpusat di inti commune (pôle urbain) yang memiliki konurbasi berbeda dan bersatu, satu zona komunitas yang saling bergantung secara ekonomi dan sosial yang menampilkan pertumbuhan urban yang saling terhubung dan tak terpisahkan.

Pusat ini membentuk "inti atraksi" untuk "lingkaran periurban" atau "lingkaran komuter" (couronne périurbaine). Komune yang setidaknya 40% penduduknya pulang pergi ke pôle urbain, atau pergi ke commune lain yang mempunyai hubungan yang sama dengan pôle urbain, ditetapkan sebagai bagian dari lingkaran komuter aire urbaine. Hasilnya adalah peta demografi sempurna mengenai pertumbuhan urban dan pencapaian sosial-ekonominya di daerah sekitarnya.

Perlu diketahui bahwa ada sedikit perbedaan antara pôle urbain dan sebutan demografi yang umum, unité urbaine ("satuan urban"). Unité urbaine adalah sebuah wilayah urban lanjutan yang mendukung setidaknya lima ribu pekerjaan, dan pôle urbain adalah sebuah wilayah urban yang tidak masuk dalam couronne périurbaine (lingkaran komuter) di pôle urbain apapun.

Berikut adalah daftar 15 aire urbaine terbesar Perancis, menurut data populasi sensus 1999:


Classif. Insee number
(1999)
Wilayah urban Populasi
(2006)
Perubahan persen tahunan
(1999-2006)
1 001 Paris [1] 11,769,433 +0.7%
2 002 Lyon [2] 1,748,271 +0.8%
3 003 Marseille [3] 1,601,095 +0.8%
4 004 Lille [4]
(figures do not include the part of Lille's
metropolitan area which lies on Belgian territory)
1,164,716 +0.3%
5 005 Toulouse [5] 1,102,887 +1.9%
6 007 Bordeaux [6] 999,149 +1.1%
7 006 Nice [7] 991,903 +0.9%
8 008 Nantes [8] 763,118 +1.0%
9 009 Strasbourg [9]
(figures do not include the part of Strasbourg's
metropolitan area which lies on German territory, see Eurodistrict)
638,670 +0.6%
10 010 Toulon [10] 595,884 +0.8%
11 012 Rennes [11] 571,753 +1.3%
12 011 Douai-Lens [12] 546,723 –0.2%
13 014 Grenoble [13] 531,440 +0.5%
14 013 Rouen [14] 523,236 +0.1%
15 015 Montpellier [15] 510,391 +1.5%


Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Paris
  2. ^ Lyon
  3. ^ Marseille
  4. ^ Lille
  5. ^ Toulouse
  6. ^ Bordeaux
  7. ^ Nice
  8. ^ Nantes
  9. ^ Strasbourg
  10. ^ Toulon
  11. ^ Rennes
  12. ^ Douai-Lens
  13. ^ Grenoble
  14. ^ Rouen
  15. ^ Montpellier

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Perancis) Audio book (mp3) of the introduction and first chapter of Éric Maurin's book : Le ghetto français, enquête sur le séparatisme social