Aiko, Putri Toshi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aiko dari Jepang)
Langsung ke: navigasi, cari
Putri Aiko
敬宮愛子内親王
Lahir 1 Desember 2001 (umur 13)
Tokyo, Jepang
Agama Shinto
Kerabat Putra Mahkota Naruhito
Putri Mahkota Masako

Aiko, Putri Toshi (敬宮愛子内親王 Toshi-no-miya Aiko Naishinnnō?, lahir di Tokyo, 1 Desember 2001; umur 13 tahun) adalah putri tunggal pasangan Putra Mahkota Naruhito dan Putri Mahkota Masako. Dia adalah cucu ke-3 dari Kaisar Akihito.

Nama[sunting | sunting sumber]

Tidak seperti anak dari putra mahkota sebelumnya, untuk menobrak tradisi, pemilihan nama dilakukan oleh orang tuanya, bukan Kaisar Akihito. Nama Aiko sendiri berasal dari dua huruf (kanji): "cinta" (愛) dan "anak" (子). Artinya "seseorang yang selalu mencintai orang lain". Gelarnya adalah Putri Toshi (敬宮 Toshinomiya?), artinya "seseorang yang menghormati orang lain". Gelar resminya akan hilang saat menikahi rakyat biasa.[1] Sumber nama Aiko adalah kitab Li Lou buku 2 karya Mengzi. Dalam bukunya, Mengzi mengatakan: "Orang yang mencintai orang lain akan terus dicintai oleh mereka, Orang yang menghormati orang lain akan terus dihormati oleh mereka" (愛 人 者 人 恆 愛 之, 敬 人 者 人 恆 敬 之.)

Simbol resminya bunga Rhododendron quinquefolium (bahasa Jepang:goyōtsutsuji). Berdasarkan Hukum Rumah Tangga Kekaisaran, gelar kehormatannya adalah Yang Mulia (殿下 denka?). Media massa Jepang memanggilnya Aiko-sama (愛子さま?).

Biografi[sunting | sunting sumber]

Putri Aiko dilahirkan 1 Desember 2001 pukul 14.43 waktu setempat di Rumah Sakit Rumah Tangga Kekaisaran, distrik kota Chiyoda, Tokyo.[2].

Pendidikan dan Minat[sunting | sunting sumber]

Putri Aiko mulai masuk Taman Kanak-kanak Universitas Gakushuin pada bulan April 2006.[3] Pada tahun 2008, Putri Aiko lulus TK dan melanjutkan sekolah di Sekolah Dasar Gakushūin[4], dan lulus pada 18 Maret 2014.[5] Pada bulan April 2014, Putri Aiko menghadiri upacara pembukaan sekolah dan resmi masuk SMP Khusus Wanita Gakushūin.[6]

Putri Aiko sangat menggemari sumo. Pada 9 Oktober 2006, Aiko bersama kedua orang tua pergi menonton sumo di Ryōgoku Kokugikan. Selain itu, Putri Aiko berminat di kelas percakapan bahasa Inggris dan olahraga tarik tambang[7], berlatih cello karena dia masuk anggota klub orkestra di Gakushuin,[8] juga bermain piano, menulis karakter Kanji, kaligrafi Jepang, lompat tali, dan menulis puisi.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Maret 2010, Putri Aiko mengalami kekerasan karena diganggu oleh teman sekelasnya, dan memilih untuk tidak masuk sekolah karena trauma.[9]

Pada bulan November 2011, Putri Aiko masuk rumah sakit karena terserang pneumonia.[10][11]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi/Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://news.okezone.com/read/2010/09/08/18/371421/karut-marut-pewaris-tahta-kekaisaran-jepang
  2. ^ http://news.liputan6.com/read/24684/putri-masako-melahirkan-bayi-perempuan
  3. ^ http://www.antaranews.com/berita/31685/putri-aiko-mulai-masuk-tk
  4. ^ http://internasional.kompas.com/read/2008/04/10/1239330/Putri.AikoTersenyum.di.Hari.Pertama.Sekolah
  5. ^ http://beritadaerah.co.id/2014/03/19/putra-mahkota-naruhito-dan-putri-masako-hadiri-upacara-kelulusan-putri-aiko/
  6. ^ http://japanesestation.com/putri-aiko-resmi-masuk-smp-gakushuin-di-jepang/
  7. ^ https://news.liputan6.com/read/365435/putri-aiko-sudah-berusia-10-tahun
  8. ^ http://watashiwauchadesu.blogspot.com/2011/12/putri-aiko-berulang-tahun-yang-ke-10.html
  9. ^ http://news.okezone.com/read/2010/03/07/18/309914/putri-aiko-alami-kekerasan
  10. ^ http://www.tribunnews.com/internasional/2011/11/03/putri-jepang-aiko-terserang-pneumonia
  11. ^ http://www.centroone.com/news/2011/11/1v/sakit-putri-aiko-dilarikan-ke-rs/