Abad Pertengahan Tinggi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Abad Pertengahan Tinggi
Daerah Eropa dan Mediterania

Peta besar
Eropa dan Mediterania, sek. 1190
Kepulauan Britania
     Irlandia
     Wales
     Kerajaan Inggris
     Kerajaan Skotlandia
Erpa Utara
     Kerajaan Norwegia
     Kerajaan Swedia
     Kerajaan Denmark
Eropa Timur
     Estonia
     Lithuania
     Prussia
     Kerajaan Polandia
     Kepangeranan Polotsk
     Wilayah Novgorod
     Kiev
     Viatka
     Kama-Bulgaria
Semenanjung Iberia
     Kerajaan Portugal
     Kerajaan León
     Kerajaan Castile
     Kerajaan Navarre
     Kerajaan Aragon
Eropa Tengah
     Kerajaan Perancis
     Kekaisaran Romawi Suci
     Kerajaan Jerman
Seenanjung Apennine
     Kerajaan Italia
     Korsika
     Sardinia
     Norman 2 Sisilia
Balkan
     Kerajaan Hongaria
     Servia
     Bulgaria
     Kekaisaran Bizantium
Asia Tengah
     Cumaus atau Polovsia
     Khazar
     Alan
     Kassog
     Georgia
Timur Tengah
     Seljuk Rum
     Armenia
     Dominion Shaharmen
     Atabek Ildijiz
     Kurdistan
     Kekuasaan Salahudin
     Kepangeranan Antiokia
     Kounti Tripoli
Afrika Utara
     Dominion Almohad


Perang Salib
     (Garis penuh) Perang Salib Kedua Louis VII dan Conrad III
     (Garis dan titik) Perang Salib Ketiga Richard I, Phillip II, dan Fredrick I

Peta Kecil
Eropa Tengah
Wilayah Guelf, Hohenstaufen, dan Ascanian di Jerman sekitar tahun 1176
         Kadipaten Saxony
         Margravate Brandenburg
         Kadipaten Franconia
         Kadipaten Swabia
         Kadipaten Bavaria

Abad Pertengahan Tinggi adalah periode dalam sejarah Eropa untuk masa sekitar abad ke-11, 12, dan 13 M (sek. tahun 1000–1300). Abad Pertengahan Tinggi didahului oleh Abad Pertengahan Awal dan dilanjutkan oleh Abad Pertengahan Akhir, yang berakhir sekitar tahun 1500-an.

Hal penting pada Abad Pertengahan Tinggi adalah peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat di Eropa, yang membawa perubahan sosial dan politik yang besar dari masa sebelumnya. Pada tahun 1250, peningkatan jumlah penduduk berdampak baik bagi ekonomi, mencapai suatu tingkat yang baru dapat dicapai di daerah tersebut sekitar abad ke-19. Hal ini diakhiri pada Abad Pertengahan Akhir oleh adanya serangkaian bencana, yang paling terkenal adalah Kematian Hitam namun selain itu juga oleh banyaknya perang dan tersendatnya ekonomi.

Sejak tahun 1000, Eropa Barat mengalami invasi barbar terakhir dan menjadi lebih terorganisir secara politik. Bangsa Viking bermukim di Kepulauan Britania, Prancis, dan banyak tempat lainnya, sedangkan kerajaan-kerajaan Kristen Nordik berkembang di tanah asal mereka di Skandinavia. Bangsa Magyar telah meghentikan perluasan mereka pada abad ke-10, dan pada tahun 1000, Kerajaan Kristen Hongaria didirikan di Eropa Tengah. Tidak ada serangan besar-besaran dari luar Eropa, kecuali invasi singkat oleh bangsa Mongol.

Pada abad ke-11, penduduk di sebelah utara Alpen mulai mencari tanah baru untuk bermukim, beberapa di antara mereka kembali ke hutan belantara setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi. Dalam peristiwa yang kini dikenal sebagai "pembukaan besar", hutan-hutan dan rawa luas di Eropa dibuka dan diolah. Pada saat yang sama pemukiman bergerak keluar dari perbatasan tradisional Kerajaan Frank menuju perbatasan baru di Eropa timur, di seberang Sungai Elbe, meningkatkan wilayah Jerman sampai tiga kali lipat dalam prosesnya. Gereja Katolik yang masih kuat memanggil pasukan-pasukan dari seluruh Eropa untuk melakukan serangkaian Perang Salib melawan Turki Seljuk, yang menduduki Tanah Suci, yang dalam prosesnya orang Eropa mendirikan negara-negara Salib di Levant. Peperangan lainnya berujung pada kolonisasi Baltik, sementara kerajaan-kerajaan Kristen merebut Semenanjung Iberia dari kekuasaan Moor, dan bangsa Norman mengolonisasi Italia selatan.

Abad Pertengahan Tinggi menghasilkan banyak karya intelektual, spiritual, dan seni. Masa ini ditandai dengan kebangkitan negara bangsa modern di Eropa Barat dan berkembangnya negara kota-negara kota di Italia. Penemuan kembali karya-karya Aristoteles membuat Thomas Aquinas dan para pemikir lainnya mengembangkan filsafat Skolastisisme. Dalam bidang arsitektur, banyak katedral Goth yang dibangun atau disselesaikan pada masa ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]