Abdullah Gymnastiar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aa Gym)
Langsung ke: navigasi, cari
KH. Abdullah Gymnastiar
Lahir 29 Januari 1962 (umur 52)
Bendera Indonesia Bandung
Kewarganegaraan Indonesia
Nama lain Aa Gym
Pekerjaan Pimpinan Pesantren
Penceramah
Agama Islam
Pasangan Hj. Ninih Muthma'innah
Elfarini Eridani

Yan Gymnastiar (lahir di Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962; umur 52 tahun) atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung.[1] Aa Gym menjadi populer karena mengenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis dan umum diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan dakwahnya berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi dan keteguhan iman.[2] Aa Gym digemari oleh ibu-ibu rumah tangga karena ia membangun citra sebagai sosok pemuka agama yang berbeda dengan ulama lainnya. Ketika para ulama “konvensional” berdakwah tentang keutamaan salat, puasa, dan kemegahan surga, Aa Gym memilih untuk bercerita tentang pentingnya hati yang tulus, keluarga yang sakinah dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan menyenangkan. Topik pembahasannya seputar keluarga dan pemirsanya terkonsentrasi pada ibu-ibu rumah tangga, citranya pun didaulat menjadi “ustad keluarga bahagia.” Hal ini menjadi kontroversial ketika media mengumumkan Aa Gym berpoligami dan menikah lagi dengan Alfarini Eridani atau dikenal juga dengan sebutan "Teh Rini" pada bulan Desember 2006, saat itu istri pertamanya adalah Hj Ninih Muthmainnah atau dikenal juga dengan sebutan "Teh Ninih", yang telah menjadi istrinya sejak tahun 1988 dan selama menikah dengannya telah dikaruniai tujuh anak. Banyak penggemarnya kecewa dan mengirim SMS berantai, menulis di blog dan Surat Pembaca, menelepon ke stasiun TV, berhenti berkunjung ke Daarut Tauhid, hingga ikut turun jalan dan berdemo menentang poligami.[3] Hal ini berdampak pada kepopulerannya dan bisnisnya.[4]

Perjalanan karier, dakwah, bisnis dan popularitas[sunting | sunting sumber]

  • Lahir sebagai salah satu anak dari empat bersaudara Aa Gym telah menekuni banyak hal mulai dari menjual koran hingga menyetir angkutan umum[5] untuk membiayai dirinya saat dan setelah bersekolah di teknik elektro sebelum berubah haluan menjadi wirausahwan. Kemampuannya tampil di depan publik juga diasah saat menjadi pendebat di universitasnya.[2]
  • Pada tahun 1980'an, di bawah bimbingan ajengan Junaedi di Garut, Jawa Barat mendalami pemahaman spiritual ilmu laduni (ilmu tanpa melalui proses belajar).
  • Pada 1982, ia menjadi Komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani.
  • Pada tahun 1987, ia bersama teman-temannya melalui lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) merintis usaha wiraswasta pada bidang usaha kecil seperti pembuatan stiker, kaos, gantungan kunci, dan peralatan tulis kantor dengan slogan-slogan religius.[1]
  • Pada tahun 1990, KMIW mendirikan Pondok Pesantren Darut Tauhid (DT) di rumah orang tua Aa Gym yang kemudian pindah lokasi ke Jalan Gegerkalong Girang 38 yang awalnya berupa rumah pondokan dengan 20 kamar yang akhirnya dibeli angsung dari pemiliknya dengan harga Rp 100 juta. Ide pembentukan DT terilhami oleh keberhasilan gerakan Al-Arqom dari Malaysia yang sukses mengembangkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara Islami. Dengan perbedaannya DT tidak bersifat eksklusif seperti Al-Arqom tetapi terbuka untuk semua orang.[1]
  • Pada tahun 1993, Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid dibangun menjadi gedung permanen berlantai tiga. Lantai satu digunakan untuk kegiatan perekonomian, lantai dua dan tiga dijadikan masjid. Pada 1994, didirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT untuk menopang dakwahnya. Pada 1995 sekitar 50 meter dari masjid, seorang jemaah membelikan sebidang tanah berikut bangunannya di Jalan Gegerkalong Girang 30 D yang kemudian digunakan sebagai kantor yayasan, kediaman pemimpin pondok, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), ruang pertemuan, ruang produksi konveksi, gudang, dan kamar para santri. Pada akhir tahun 1997 Gedung Kopontren empat lantai di seberang masjid ini digunakan untuk kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya.
  • Pada tahun 1999, DT berhasil memiliki Radio Ummat yang mengudara sejak 9 Desember 1999, mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna, seluruh aset ini diperkirakan bernilai 6 miliar rupiah.[1]
  • Pada tahun 2000, Aa Gym mulai tampil berdakwah di TV Nasional.[2] Ia menjadi salah satu pengisi acara tetap dalam program Hikmah Fajar di RCTI. Pada tahun 2001, Aa Gym memiliki program mandiri di bawah rangkaian program Hikmah Fajar berjudul "Manajemen Qolbu".
  • Pada tahun 2002, Aa Gym telah memiliki 15 usaha penerbitan yang telah menerbitkan 32 judul buku dan lusinan kaset serta VCDnya sebagai media menyebarkan dakwahnya. Aa Gym tercatat menerima 1.200 undangan untuk menjadi pembicara setiap bulannya. Tarif siarnya untuk berdakwah bisa mencapai USD 100.000 per jam pada bulan Ramadhan, dan penampilannya menjadi rebutan stasiun-stasiun TV. Usaha lainnya yang ia miliki adalah penyiaran radio, studio mini televisi, dan usaha media lainnya termasuk kantor situs-situs web, koperasi supermarket, mesjid dan pesantren berkapasitas 500 santri, dua panti asuhan, rumah persinggahan untuk menampung pengunjung yang datang, serta penyelenggaraan seminar-seminar pelatihan manajemen yang tarifnya mencapai USD 200 per kepala. Ulil Abshar-Abdalla dari Jaringan Islam Liberal menjulukinya "Layaknya Britney Spears dalam Islam," , Majalah Time mempertanyakan apakah ia hanya pedagang yang menggunakan agama sebagai alat untuk menarik keuntungan, dan Solahuddin Wahid dari NU berpendapat bahwa kekuatan Aa Gym terletak pada ketulusannya.[2]
  • Pada tahun 2004, Aa Gym membawakan program bertemakan politik berjudul Ada Aa Gym di RCTI berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2004.

Kontroversi BBM[sunting | sunting sumber]

  • Pada Oktober 2005, Aa Gym tampil mengajak rakyat agar bersabar dalam iklan layanan masyarakat tentang kenaikan BBM yang dimotori oleh Depkominfo. Penampilannya ini di protes oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Perhimpunan Pelajar Islam (PPI) karena dianggap menyesatkan rakyat agar menerima kenaikan BBM.[6] Organisasi ini mensomasi Aa Gym dan menuntut agar iklan layanan masyarakat tersebut berhenti ditayangkan.

Kontroversi poligami[sunting | sunting sumber]

  • Pada Desember 2006, Aa Gym mengadakan jumpa pers yang mengumumkan bahwa dia berpoligami dengan janda beranak tiga yang juga berprofesi sebagai mantan model, Alfarini Eridani sebagai istri keduanya,[7][8] ia menyatakan bahwa poligami ini ia lakukan sebagai jalan keluar darurat (emergency exit).[9] Hal ini kemudian dijadikan bahan olok-olok karena istri keduanya yang cantik tidak tampak sebagai jalan keluar darurat.[10] Sehari setelah jumpa pers diadakan, mulai terjadi boikot lewat SMS oleh publik yang berisi kutipan dakwah Aa Gym yang tidak menganjurkan poligami, saat sang pendakwah melakukan sebaliknya. Walaupun begitu para humas MQ berkata bahwa kejadian tersebut tidak memengaruhi permintaan menjadi pembicara maupun bisnis.[11] Pernyataan Aa Gym terkait dengan hujan SMS kepada dirinya yaitu kekagetannya apabila ibu-ibu marah "ngomongnya jorok".[12] Masih pada bulan yang sama pengajian Aa Gym mulai sepi pengunjung, masjid berlantai dua yang biasa penuh hanya terisi sebagian, bahkan lantai duanya hanya terisi sekitar 10 persen.[13]
  • Pada Mei 2007, karena aktivitas kunjungan pada Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang terus berkurang sejak 2006[14] maka ponpres ini mulai mengurangi karyawannya. Kunjungan menyusut hingga 70 persen dan berpengaruh pada biaya operasional. Sebanyak 300 karyawan yang berstatus kerja lepas dan tetap terkena perampingan, total sekitar 40 persen dari karyawan dirumahkan.[15][16] Pada Juli 2007, menurut pengamatan Jawa Pos kapasitas tiga perempat penuh dan sedikitnya jamaah wanita untuk akhir minggu jelas merupakan kondisi yang menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Tidak hanya jumlah pengunjung yang menurun, omzet sejumlah unit usaha yang dikembangkan Daarut Tauhid juga berkurang. Salah satu bisnis yang animonya tetap tinggi adalah umrah bersama Aa Gym yang diminati 387 orang pada 3 April 2007, keberangkatan ke Tanah Suci bersama Aa Gym dan Teh Nini. Menurut Wakil Komisaris Bisnis MQ Group Darmawan Sunarja ini dikarenakan materi tausyiah Aa Gym yang tetap diminati.[17] Namun bisnis lain yang omsetnya menurun diantaranya adalah; air dalam kemasan bermerek MQ (Manajamen Qalbu) Jernih menurun 70 persen dengan dibatalkannya langganan oleh ibu PKK, Bhayangkari, dan lainnya; MQ-TV sebagai saluran TV lokal Kota Bandung dan menawarkan program ke sejumlah televisi nasional juga terkena imbasnya; infak dan sedekah Masjid Daarut Tauhid yang dikelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) juga sempat anjlok, sebelumnya pemasukan setiap bulan selalu melampaui Rp 50 juta, sejak Januari 2007 jumlah itu merosot menjadi Rp27 juta dan terus turun menjadi Rp 25 juta pada Februari, Maret Rp 34 juta, April Rp 29 juta, dan Mei Rp 41 juta.[18]
  • Pada Desember 2007, Aa Gym muncul untuk pertama kalinya pada acara wawancara Kick Andy di Metro TV setelah absen akibat kontroversi poligami. Ia merasa berat tampil di media massa karena berpendapat bahwa ia telah didzolimi oleh pers setelah berpoligami, walaupun akhirnya menyanggupi hadir pada wawancara ini dan dipertemukan dengan "Aa Jimmy" versi komedi dari Aa Gym yang mengisi kekosongan Aa Gym di media saat ia absen. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa ia tega menyakiti hati istri dan keluarga dengan kawin lagi, perasaannya 'ditinggal' oleh para pengagumnya, hingga isu bisnisnya hancur setelah berpoligami.[19]

Cerai dan rujuk[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 2008, rumah tangga Aa Gym dikabarkan retak karena kedua istrinya ribut dan Aa Gym pisah rumah dengan istri pertamanya, namun hal ini dibantah dan Aa Gym mengaku bahwa rumah tangganya rukun-rukun saja.[20] Aa Gym pun emosi dan berkata bahwa wartawan memakan gaji haram dan memperingatkan agar mereka menghormati hak-hak pribadi orang saat bertugas[21]

Pada Desember 2010, istri pertama Aa Gym telah menggugat cerai di pengadilan agama.[22] Permintaan cerai kemudian dikabulkan secara resmi pada bulan Juni 2011.[23] Pada bulan Maret 2012, media memberitakan bahwa Aa Gym rujuk kembali dengan melakukan resepsi di rumah mantan istri pertamanya di kawasan Sariwangi, Bandung dan menurut sahabatnya Ustadz Yusuf Mansur bahwa istri keduanya tidak menghadiri acara ini.[24] Dalam acara ini, Muhsin, yang merupakan orang tua Teh Nini menjadi walinya setelah meminta ijin KUA, juga disampaikan bahwa mahar rujuk sebesar Rp. 5 juta rupiah[25]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • D-3 PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan) Unpad.[1]
  • PTKSI Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jurusan Teknik Elektro[26]
  • Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.[26]
  • Pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manjonjaya, Tasikmalaya.[26]

Hobi[sunting | sunting sumber]

  • Mengikuti pelajaran menjadi pilot dengan memasang pemutar DVD seharga USD 2,000 pada salah satu mobilnya sehingga ia dapat menonton pelajaran-pelajaran terbangnya.[2]
  • Mengendarai motor besar Kawasaki Eliminator hitamnya.[2]
  • Menyelam, menembak, terjun payung, menyanyi lagu country, dan berkuda[27]

Publikasi buku[sunting | sunting sumber]

  • Aa Gym dan fenomena Daarut Tauhid: Memperbaiki Diri Lewat Manajemen Qalbu. Penerbit Daarut Tauhid. Tebal 255 halaman. Cetakan pertama 2001. ISBN-13: 978-9794332894.[28]
  • Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)[29]
  • The Power of Network Marketing - Hikmah Silaturahmi dalam Bisnis oleh Andrew Ho dan Aa Gym[30]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Abdullah Gymnastiar". Tokoh Indonesia.com. 
  2. ^ a b c d e f Simon Elegant and Jason Tedjasukmana (4 November 2002). "Holy Man". Time Magazine. Diakses 16 November 2011. 
  3. ^ AdilNews.com Jakak Pendapat Dai Muda Terpopuler: Dakwah Popularitas dan Televisi
  4. ^ JawaPos: Ke Pesantren Daarut Tauhid saat Pamor Aa Gym Meredup
  5. ^ Kick Andy Metro TV Aa Gym Menjawab
  6. ^ Detiknews.com Iklan BBM Masih Tayang, Aa Gym Didesak Segera Copot
  7. ^ Kompas Cyber Media 2 Desember 2006: Aa Gym Mengaku Nikahi Janda Beranak Tiga
  8. ^ Isu Nikahi Janda: Aa Gym Langsung Gelar Jumpa Pers
  9. ^ Kapan Lagi Desember 2006: Aa Gym Minta Maaf Soal Poligami
  10. ^ Indonesia Matters.com: Alfarini Eridani
  11. ^ Kompas Cyber Media 7 Desember 2006: Beredar SMS Boikot Aa Gym
  12. ^ Detiknews.com Desember 2006 Aa Gym Belum Dapat Nikmatnya Poligami Baru Dapat Kurusnya
  13. ^ Kompas Cyber Media 08 Desember 2006: Pengajian Aa Gym Mulai Sepi
  14. ^ Sinar Harapan 8 Desember 2006: Ponpres Daarut Tauhid Kini Sepi Pengunjung
  15. ^ GP Ansor.org 15 Mei 2007: Ponpres Daarut Tauhid Sepi, Aa Gym kurangi karyawan
  16. ^ Jawa Pos Senin 2 Juli 2007: Ke Pesantren Daarut Tauhid saat Pamor Aa Gym Meredup
  17. ^ Kompas.com 06 Maret 2007: Animo Berumrah Bersama Aa Gym Tetap Tinggi
  18. ^ Jawa Pos Senin 2 Juli 2007: Ke Pesantren Daarut Tauhid saat Pamor Aa Gym Meredup
  19. ^ Situs resmi Kick Andy 17 Januari 2008: Aa Gym Aa Gym Menjawab 'Versi Lengkap 1,5 Jam'
  20. ^ SCTV 21 Maret 2008: Aa Gym digugat Cerai
  21. ^ Kompas.com: Aa Gym Bantah Pisah Rumah.
  22. ^ Vivanews 31 Desember 2010: Aa Gym Digugat Cerai Teh Ninih?
  23. ^ Tempo.co: Kicauan Aa Gym setelah rujuk dengan Teh Ninih
  24. ^ Liputan6.com: Aa Gym Rujuk Teh Rini Tak Hadir
  25. ^ Inilah.com: Rujuk Aa Gym Serahkan Mahar 5 Juta Rupiah
  26. ^ a b c Eko Hendrawan Sofyan (3 December 2006). "Aa Gym Mengaku Nikahi Janda Beranak Tiga". Forum-Pembaca-KOMPAS by Agus Hamonangan. Kompas.com. Diakses 16 November 2011. 
  27. ^ Andy Berlianto (10 December 2007). "Kick Andy : Aa’ Gym Menjawab, 6 Desember 2007". 
  28. ^ Amazon.com: Aa Gym dan fenomena Daarut Tauhiid
  29. ^ Situs Ini Buku
  30. ^ Situs Ini Buku

Pranala luar[sunting | sunting sumber]