-stan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Akhiran -stan (bahasa Persia: ـستان -stān) berasal dari bahasa Persia yang berarti "tempat"[1] atau "negara".[2]

Akhiran atau sufiks ini juga muncul di nama beberapa wiilayah, khususnya di Asia Tengah dan Selatan serta Kaukasus dan Rusia; wilayah yang mengalami persebaran atau adopsi budaya Persia. Sufiks ini juga digunakan secara umum, misalnya dalam bahasa Persia dan Urdu ada rigestân (ریگستان) yang berarti "tempat pasir, gurun", Pakistan yang berarti "tanah murni", dan golestan (گلستان) yang berarti "tempat bunga, kebun". Dalam bahasa Hindi ada devasthan ("tempat dewa, kuil, candi") dan lain-lain.

Kata ini awalnya merupakan kata benda independen yang berubah menjadi akhiran karena sering muncul sebagai penggalan terakhir kata majemuk nominal, berasal dari rumpun bahasa Indo-Iran dan Indo-Eropa. Kata ini berkerabat dengan sthā́na (Devanagari: स्थान) – diucapkan [st̪ʰaːna] – dalam bahasa Sanskerta yang artinya "berdiri". Dari kata tersebut, terciptalah turunan-turunan yang memiliki banyak arti, salah satunya "tempat, lokasi". Kata sthā́na sendiri diturunkan dari *sthāna- dalam bahasa Proto-Indo-Iran. Dalam bahasa Indonesia, kata ini menjadi istana atau astana.

Akar Proto-Indo-Eropa untuk kata benda ini adalah *steh₂- (*stā- menurut rekonstruksi lama) yang artinya "berdiri" (atau "melangkah (ke suatu tempat), menempatkan (diri)"). *steh₂- juga menjadi sumber kata to stand dalam bahasa Inggris, stāre dalam bahasa Latin, dan histamai (ίσταμαι) dalam bahasa Yunani yang semuanya berarti "berdiri", sebagaimana pula تون (tun, "habitat" atau "tanah air") dalam bahasa Pashto dan стан (stan, "permukiman" atau "kemah semi-permanen") dalam bahasa Rusia. Dalam bahasa Polandia, stan berarti "keadaan" atau "kondisi", sedangkan dalam bahasa Serbia-Kroasia artinya "apartemen" (modern) dan "habitat" (asli). Dalam bahasa Ceko dan Slovak, kata ini berarti "tenda" atau "markas" (militer). Dalam rumpun bahasa Jerman, akarnya adalah Stand ("tempat, lokasi"), Stadt (Jerman), stad/sted (Belanda/Skandinavia), stêd (Frisia Barat, dan stead (Inggris); semuanya berarti "tempat" atau "kota". Sufiks -stan mirip dengan sufiks -land yang digunakan di berbagai nama negara dan tempat.

Negara[sunting | sunting sumber]

Negara Ibu kota Luas (km²) Populasi Kepadatan/km²
 Afghanistan Kabul (3.476.000) 652.230 31.108.077 43,5
 Kazakhstan Astana (780.880) 2.724.900 17.053.000 6,3
 Kyrgyzstan Bishkek (874.400) 199.900 5.551.900 27,8
 Pakistan Islamabad (805.235) 796.095 182.490.721 226,6
 Tajikistan Dushanbe (679.400) 143.100 8.000.000 55,9
 Turkmenistan Ashgabat (1.031.992) 488.100 5.125.693 10,5
 Uzbekistan Tashkent (2.309.600) 447.400 30.183.400 67,5

Nama asli[sunting | sunting sumber]

Daerah administratif[sunting | sunting sumber]

Iran[sunting | sunting sumber]

Pakistan[sunting | sunting sumber]

Rusia[sunting | sunting sumber]

Lainnya[sunting | sunting sumber]

Kota dan kabupaten[sunting | sunting sumber]

Iran[sunting | sunting sumber]

Lainnya[sunting | sunting sumber]

Wilayah[sunting | sunting sumber]

Usulan nama[sunting | sunting sumber]

Fiksi[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Johnson, Bridget. "'Stan Countries – What the Suffix 'Stan' Means". About.com. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2013-03-30. Diakses October 9, 2012. 
  2. ^ Harper, Douglas. "-stan". Online Etymology Dictionary. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2014-01-01. Diakses January 18, 2013. 
  3. ^ Jewistan: Finally Recognizing Israel as the Jewish State, Abstract, Connections@Illinois (University of Illinois)
  4. ^ Jewistan: Finally Recognizing Israel as the Jewish State by Francis A Boyle, Atlantic Free Press, October 21, 2010.
  5. ^ Francis Boyle, The Palestinian Right of Return under International Law, Clarity Press, 2011. Chapter 3.5 "The State of the Jews—Jewistan!" and The Palestinian Right of Return Under International Law at Google Books.
  6. ^ Pizza, Murphy (2009). "Schism as midwife: how conflict aided the birth of a contemporary Pagan community". In Lewis, James R.; Lewis, Sarah M. Sacred schisms: how religions divide. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 249–261. ISBN 978-0-511-58071-0. Diakses May 25, 2011. "[...] the Pagan community of the Minnesota Twin Cities, otherwise known by members as 'Paganistan.' 'Paganistan' is the nickname, and now proud moniker of self-identification, of the uniquely innovative, eclectic, and feisty Neopagan community of the Twin Cities Metro area of Minnesota." 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]